
Kediaman Subastian saat ini terlihat sangat sepi, Sedangkan kedua pasangan itu kini sudah dibawa oleh Zus . Entah kemana Zus membawa nya .Zero hanya memintanya untuk diurus .
Dilobby rumah sakit Medical terlihat seorang pria, membawa wanita hamil didalam pelukannya dan berteriak berkeras .Dibelakangnya seorang pria yang tak kalah tampan dan juga panik mengikuti dari belakang .
" Tolong .... suster cepat tolong panggilkan dokter Maura dan juga dokter Andre sekarang juga ." Xavier berteriak panik apa lagi saat ini Ay dalam keadaan yang tidak baik .
" Ba-baik tuan muda....." Jawab suster itu tergagap . Siapa apa pun yang mendengar suara Xavier yang serat dengan amarah pasti ketakutan .Belum lagi Zero yang saat ini diam tapi matanya seakan bisa membunuh orang .
Dengan cepat suster menghubungi kedua dokter itu yang kini tengah ada pasien . Semua mereka tinggalkan mereka tidak ingin ambil resiko jika tuan muda sudah memanggil.
" Cepat ..... kalian siap kan semua nya keadaan nyonya muda haris cepat mendapat penanganan ." Andre yang baru saja datang setelah mendapatkan panggilan ." Dimana dokter Maura saat ini pasien hamil dan dokter Maura lah yang menangani nya ." Lanjut Andre berusaha tenang .
" Dalam perjalanan dok ...." Jawab Suster yang mendampingi Andre .
Tak lama dokter Maura datang dengan wajah panik setelah mendapatkan informasi dari suster .
" Dok.... bagaimana keadaan nyonya muda .." Tanya dokter Maura .
" Dia hanya syock .....dan memar yang ada diwajah nya itu bekas pukulan . selebihnya baik tapi aku tidak tahu dengan kandungan nya jadi periksalah .aku akan keluar memberitahu kabar jika tidak yang diluar bisa membuat roboh rumah sakit ini ." Jawab Andre saat sudah memeriksa keadaan Ay .
__ADS_1
Cklek .....
Pintu UGD yang ditempati Ay terbuka memperlihatkan seorang dokter muda . Dokter itu menghela nafas sebelum berbicara dengan Xavier .
" Bagaimana keadaan istri dan juga anak ku ....ndre ?"Xavier bertanya saat melihat pintu terbuka .
" Keadaan istri mu baik baik saja dia hanya kelelahan dan juga syock .. tunggu lah beberapa saat dokter Maura masih memeriksa lebih lanjut .Tenang lah istri mu wanita kuat." Ucap Andre berusaha menenangkan Xavier yang saat ini kalut penuh emosi .
" Terima kasih ....." Jawab Xavier sambil terus memandang ruang rawat Ay .Kandungan Ay yang saat ini sudah memasuki bulan ke 4 membuatnya ketakutan jika terjadi sesuatu .
Sampai suara Zero menyadarkannya dari lamunan.
" Karena keadaan Ay sekarang lebih baik ... aku harus pergi . Aku ada janji dengan mereka .." Ucap Zero datar . Membuat Andre menoleh dokter muda merasa ketakutan melebihi melihat aura yang tidak baik dari tubuh Zero .
Tanpa diminta Zero pergi begitu saja dan tujuannya adalah dimana Zus membawa kedua orang itu .
" Bos.... siapa orang tadi aku merasa menggigil saat mendengar suaranya .." Andre yang dari tadi penasaran akhirnya angkat bicara .
" Zero kakak kandung Ay ...." Jawab Xavier ringan sedangkan tangannya masih mengetik sesuatu di handphone nya .
__ADS_1
" Waow....kau punya ipar lain selain wanita yang mengaku sebagai istri mu itu ." Seru Andre .
" Eemm .. dia bukan ipar ku pria itu lah yang ipar ku berhati hati lah dengannya . Dia tidak segan membunuh ku jika kau mengusiknya ." Lanjut Xavier membuat Andre menelan ludah dengan kasar .
Cklek ....
Pintu terbuka memperlihatkan seorang dokter cantik keluar dengan wajah tersenyum .
" Keadaan nyonya muda dan juga dedek bayi tidak masalah tuan ... anda tidak perlu khawatir semau baik baik saja ." Ucap dokter Maura sebelum Xavier bertanya .Membuat Xavier bernafas lega .
" Apa .... aku bisa melihat mereka sekarang juga ." Tanya Xavier dengan wajah yang sudah mulai tenang .
" Kami akan segera memindahkan keruangan rawat tuan jadi kita bisa bersama sama menuju kesana." Jawab dokter Maura dengan sopan .
Dan pintu terbuka kembali terlihat ada beberapa suster yang mendorong brankar. Dan terlihat Ay sedang tidak sadar kan diri dengan tangan yang tertancap infus .
" Mari tuan .... ikuti kami ." Ucap Dokter Maura .
" Iya .... " Jawab Xavier yang masih memandangi sang istri .
__ADS_1
Sedangkan Andre hanya bisa mendengus kesal karena sampai sekarang dokter Maura masih cuek kepadanya .
" CK.... sampai kapan wanita ini akan bungkam seperti sekarang ini ." Gumam Andre lirih .