Pelakor Sah

Pelakor Sah
Kedatangan Zero dikantor


__ADS_3

Tok...tok...tok....


"Tuan ada seorang pria bernama Zero ingin menemui anda ..."Ucap Anton memberitahu Xavier .


" Suruh masuk dan bawa kesini ..." Jawab Xavier ." Tunggu ton tolong kamu berjaga jika Ay datang cepatlah beritahu aku ." lanjut Xavier menghentikan Anton yang akan keluar .


" Baik tuan..." jawab Anton keluar .


Tak lama Anton kembali dengan pria tampan yang memilki warna mata yang sama dengan Ay .


Cklek....


" Silahkan masuk ... tuan ." Ucap penuh selidik karena sampai sekarang dia belum mendapat informasi yang akurat terkait pria ini.


" Thanks .... kau tenang saja aku tidak akan mencelakai tuan mu.." Jawab Zero dengan acuh pria keturunan Inggris -Indonesia tidak terpengaruh sama sekali dengan sikap Anton yang waspada .


"Selamat datang di tempat saya tuan tadinya saya ingin mencari anda . Tapi ternyata Anda sudah datang terlebih dulu." Sapa Xavier dengan nada rendah yang membuat suhu ruangan dingin .


" CK... ingin namanya dia kutub bersatu ." Batin Anton yang merasakan hawa dingin diantara mereka .


" Ya... karena aku tidak mau jika bajing4n itu bertindak terlalu jauh. Bukan kah kau juga sudah tahu jika paman mu itu berkerja sama dengan wanita itu." Tanya Zero dengan angkuh didepan Xavier .


" Tuan... tolong jaga sikap anda bagaimana pun anda berada di wilayah kami.." Seru Anton yang melihat Zero yang duduk dengan angkuh .


"He he he .... kau punya anak buah yang luar biasa adik ipar.." Jawab Zero dengan terkekeh.


" Adik ipar ....." Ucapan Anto terputus ketika melihat Xavier memberi tanda untuk diam .


" Iya ... aku benar Kakak ipar aku sungguh terkejut jika istri ku memiliki seorang kakak seperti mu.." Jawab Xavier dengan santai sambil menyilangkan kaki nya .

__ADS_1


" Oohh rupanya kakek tua itu sudah memberitahu mu ... Sehingga kau tidak lagi terkejut ." Ucap Zero dengan nada rendah .


" Yaeh... dan kakek tua itu ingin menemui mu jadi bagaimana kakak ipar .." Jawab Xavier dengan senyum .


" CK.. jangan kau tersenyum kepada ku. Katakan kepadanya aku akan menemuinya nanti ." Zero berkata sambil menyesap minuman yang disediakan oleh Anton .


" Kenapa asisten mu ini yang mengantar minuman .."Zero bertanya dengan heran seharusnya itu dilakukan oleh sekertaris .


" Aku... tidak suka ada wanita lain yang masuk ruang ku selain adik mu ." Jawab Xavier dingin .


" Oohh..... bagus jadi aku tidak susah payah memperingati mu . Aku tidak ingin adik ku harus berurusan dengan banyak wanita yang dekat dengan mu." Seru Zero .


" Tenang saja Kakak ipar jadi kapan kau akan menemui kakek dan juga Ay ." Tanya Xavier sambil menaikkan sudut matanya .


" Aku akan menemui kakek mu.... Tapi tidak dulu dengan Ay para Bedeb4h itu masih mengawasi Ay ." Jawab Zero .


Xavier tidak lagi bertanya dia tahu jika ada banyak mata yang memperhatikan sang istri dari kejauhan .Dia tidka tahu itu lawan atau kawan .


" Aku kesini hanya ingin mengatakan jika Wanita itu bagian ku jadi bereskan dengan cepat paman mu itu aku tidak ingin adik ku dalam bahaya karena keluarga mu." Zero berkata dengan dingin .


" Oke .... jangan khawatir aku akan membereskan pria itu dengan cepat ." Jawab Xavier dengan tegas .


" Baiklah... aku harus pergi tidak baik terlalu lama disini . Dan gunakan ini untuk memberi sinyal jika Ay dalam bahaya ." Ucap Zero menyodorkan sebuah chip .


" Oke... terimakasih kakak ipar Zayden Roman Oliver." Jawab Xavier terkekeh .


" Aahh .. sudah lama sampai aku lupa jika itu nama ku ." Ucap Zero lirih dan berjalan keluar dari ruangan Xavier .


" Tuan..... anda tahu siapa dia ." Anton bertanya dengan penasaran .

__ADS_1


" Iya .. semalam kakek memberitahu ku siapa dia dan juga siapa Hamdan .Jadi bersiap lah kita akan menghadapi mereka ."Jawab Xavier dingin membuat Anton merinding .


" Baik tuan .... aku kan menyiapkan semuanya " jawab Anton ." CK .. hampir lupa tuan kita harus memberi perhatian lebih untuk Erik ." Lanjut Anton .


" Menang nya kenapa dengan anak itu kau sudah tahu indentitas aslinya ." Xavier bertanya .


" Tidak tapi ini kau lihat sendiri.." Jawab Anton menyodorkan sebuah gambar yang membuat Xavier terkejut .


" Anton.... darimana kamu dapat rancangan senjata ini dan ini bukankah bom.." Xavier berseru dengan kaget melihat gambar itu bukan hanya ada rancangan pist"l juga sebuah bom mini .


" Erik yang menggambar itu semua bos... Saat aku tanya dia bilang itu ide yang muncul dari benaknya ." Jawab Anton dengan malas .


" Jadi ... ini yang membuat mu berkata jika kita harus memperhatikan Erik ." Tanya Xavier yang masih tidak percaya anak seusia itu bisa merancang benda berbahaya ini.


" Iya ... aku takut dia anak mafia ." Jawab Anton pelan hampir berbisik


Xavier hanya menghela nafas kasar mendengar kalimat Anton .


🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Dukung terus guys ...


Jangan lupa like dan comen ...


Tinggalkan jejak anda oke ...


Hehe bercanda Guys .


Thanks All

__ADS_1


bye....


see you next chapter ....


__ADS_2