Pelakor Sah

Pelakor Sah
Lamaran Anton kepada Zahra


__ADS_3

Hari berganti sesuai dengan rencana yang sudah disusun, Anton dan juga Alden hari ini mereka akan membuat Zahra mau menikah dengan Anton .


" Pa .... aku yakin mama tidak akan bisa menolak lagi ." Ucap Alden dengan penuh semangat bocah Lima tahun itu kini sudah dalam mode licik .


" Kamu harus jamin rencana ini akan berhasil oke .Papa tidak mau gagal lagi ." Sahut Anton dengan wajah masam . Ini bukan lah kali pertama dia mencoba melamar Zahra. Tapi sayang wanita itu masih engan untuk menerima pernikahan lagi .


" Papa tenang saja ... mom dan dad juga akan datang jadi rencana kita harus berhasil ." Jawab Alden penuh keyakinan.


Erik yang ada disana hanya bisa menghela nafas kasar . Entah bagaimana Alden akan membuat Zahra menerima lamaran Anton saat ini . Erik tahu jika Alden itu licik , jika dia sendiri pintar dan berani berbeda dengan Alden yang licik dan juga manipulatif .


" Tenang saja papa serahkan semua kepada Al , Al jamin semua kan beres ." Alden meyakinkan Anton jika rencana mereka tidak akan gagal .


" Oke papa percaya dengan otak licik mu itu ." Sahut Anton gemas melihat rencana licik sang anak .


" Bukan licik papa tapi cerdas ... bisa mengambil keuntungan ." Jawab Alden dengan bangga .


Anton hanya bisa menggelengkan kepala jika Alden sudah membanggakan diri seperti ini . Dia bisa mengingat bagaimana dia kecil dulu yang sering menjahili Xavier yang memang sangat pendiam dan irit bicara .


Tepat pada pukul 7 malam Alden memulai rencananya .Dengan gaun dan hijab yang cukup mewah Alden membawa Zahra kesebuah restoran yang sepi . Membuat Zahra bertanya tanya kenapa sepi sekali ,bukan kah Anton yang meminta Alden membawa nya kemari .Hingga mereka memasuki restoran itu dan lampu dinyalakan sesuai dengan langkah kaki Zahra .yang masih tidak menyadari jika sang anak telah pergi .


Didepan terlihat seorang pria yang berdiri dengan membawa sebuah buket bunga mawar merah yang indah . Serta sebuah tulisan yang indah dari lampu kecil yang berkedip .Indah itu lah yang tergambar Dimata Zahra sampai wanita berhijab itu tidak sadar jika anton sudah berada didepannya sambil mengeluarkan sebuah cincin .


" You Will merry my ...," Ucap Anton sambil berlutut dengan sebuah cincin yang bertahta berlian .


Entah bagaimana Zahra menganggukkan kepala , saat kalimat itu selesai Anton ucapkan .Entah sadar atau masih dalam keadaan terpukau dengan keindahan yang diberikan oleh Anton malam ini Zahra menyetujui lamaran Anton .

__ADS_1


Dengan cepat Anton memasangkan cincin itu dijari manis Zahra . Pria itu tidak ingin kehilangan momen ini untuk kedua kalinya .


Setelah cincin itu terpasang indah dijari Zahra barulah lampu menyala sempurna memperlihatkan adanya orang orang yang ada disana .


" Selamat papa .... akhirnya mama menerima lamaran papa ." Ucap Alden sambil berteriak melompat kearah Anton dan Zahra .Membaut suasana yang tadinya romantis buyar .


" Al ..jangan melompat nanti jatuh ." Ucap Zahra dengan lembut menyambut kedatangan sang anak .


" Tidak akan ma ... ada papa yang akan selalu menangkap Al ." Jawab bocah itu dengan bahagia .


" Selamat ton kau sukses dengan acara lamaran mu malam ini ." Sambut Xavier sambil merengkuh pinggang sang istri .


" Terima kasih bos ini juga berkat dukungan mu ." Jawab Anton senang saat melihat bos nya datang.


" Baiklah sudah waktunya kita makan malam , lihat mereka berdua sudah duduk sambil makan dengan nikmat tanpa memperdulikan kita ." Sahut Ay dengan geram melihat sang kakak sudah makan bersama dengan Erik .


" Maaf nyonya aku lapar ..." Jawab Erik setelah menelan makannya . Semau orang tertawa melihat wajah Erik yang tegang dan juga polos itu .


" Sudah lanjutkan saja makanya jangan dengar kan mereka biarkan saja mereka lapar ." Sahut Zero sinis sambil memandang Anton yang masih saja bermesraan dengan Zahra .


" CK seharus kau juga punya wanita yang akan kau nikahi kak ..." Sahut Ay sambil duduk disebelah sang suami .


" Tidak ... kakak belum ingin ." Jawab Zero sambil terus makan.Membuat Ay hanya bisa diam dia tidak tahu kenapa sang kakak engan membahas pernikahan untuk saat ini .


" Sudah lah sayang kita makan saja oke ... lagi pula kasihan dedek jika telat makan ." Sambung Xavier dia tahu Zero malas membahas pernikahan .

__ADS_1


" Yah aku ingin makan itu saja ." Ucap Ay sambil menunjuk salah satu makan Yang ada dimeja itu .


Mereka makan di satu meja hanya berlima dengan Alden .Anton sudah meminta putra itu satu meja dengan nya tapi menolak dengan alasan ingin makan bersama mom .


" Sayang sudah biarkan kita ayo makan ." Ucap Anton yang melihat Zahra sedu melihat putra itu ." Mungkin dia ingin kita makan berdua saja Ra jadi biarkan toh tidak jauh hanya bersebelahan saja ." Lanjut Anton memenangkan Zahra .


" Ya ..kau benar mas aku saja yang parno ." Jawab Zahra lirih wanita itu masih engan dia merasa tidak bisa juga dari Alden sejak penculikan itu .


" Kamu tenang saja banyak yang berjaga disini jadi jangan khawatir oke ." Ucap Anton zahra hanya menganggukkan kepala dan mulai makan dengan tenang .


" Mas nanti kau tidak akan menjual ku kan .?" Zahra bertanya dengan lirih ." Aku masih takut jika nanti hal itu terjadi lagi mas ...aku ..." Ucapan zahra terputus saat Anton tiba tiba menciumnya .


" Jangan katakan apa pun lagi Ra aku tidak akan melakukan itu , Sudah cukup jangan berbicara masa lalu aku harus berterima kasih pada bajingan itu jika tidak malam itu aku tidak akan punya ..Alden dan sekarang juga kamu .Aku cinta kamu Ra jadi jangan lagi berbicara itu ." Ucap Anton dengan lembut membuat Zahra tersenyum lega .


" Terima kasih mas..." Jawab Zahra lirih .


🌺🌺🌺🌺🌺


Duh modus lu mah bang ...... 🤭🤭🤭🤭


Cari kesempatan dalam kesempitan


Guys jangan lupa kembang kopinya ya ...


Tidak lupa pula Like and comen nya .

__ADS_1


Nanti kalau bisa aku up lagi ......


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2