Pelakor Sah

Pelakor Sah
Zero mendatangi Xavier


__ADS_3

Dirumah sakit nenek Erik harus dirawat inap dan juga membutuhkan opservasi lebih lanjut untuk pemeriksaan .


Itu membuat Erik menangis dia tidak tahu harus membayar dengan apa .


" Dimana sekarang aku harus Cari uang tidak mungkin aku minta mama ... sedangkan mama saja sudah tidak ingat jika masih ada kami ." gumam Erik lirih .


Anak berusia 5 tahun itu menangis ketakutan jika sang nenek sakit dan tidak sembuh .Tapi dia juga tidak punya uang untuk membayar rumah sakit .


" Nyonya ... bisakah saja berkerja dengan anda tolong bayarkan dulu biaya nenek disini dan saya akan bekerja untuk anda .." ucap Erik sambil menangis membuat Ay tidak tega .


" Erik tenang lah ... mom akan membayar biaya rumah sakit nenek Erik tanpa Erik minta oke .." jawab Ay memeluk Erik yang sedang menangis .Sampai bocah itu tenang baru melepaskan pelukan itu .


" Rik ... benar kata mom kamu tenang saja oke .. aku juga punya tabungan meski tidak banyak Erik bisa memakai nya .." sahut Alden dia juga sedih melihat teman nya menangis .


" Terima kasih nyonya .. terima kasih juga Al..kau sudah baik dan mau berteman dengan ku ."ucap Erik .


Tak lama datang seorang pria tampan kearah mereka pria itu terlihat sangat berwibawa membuat orang yang melihat pasti tunduk .


" Hallo.... kenapa kalian malah bersedih .." tanya Xavier yang baru saja datang ." Hai boy ... ini yang namanya Erik .." lanjut Xavier bertahta kepada Alden .


" Yes ..dad ini Erik " Jawab Alden ." Erik ini Daddy ku nanti aku kenal kan sama papa jadi Erik tenang saja pasti mereka mau membantu untuk mengobati nenek mu..


" lanjut Alden dengan semangat .

__ADS_1


" Coba katakan... nenek Erik sakit apa " tanya Xavier kepada Erik . Xavier yang menatap Erik membuat Erik takut jika nanti Daddy Alden tidak mau membantu .


" Mas... jangan membuat Erik takut jika mas memandang Erik begitu .." sahut Ay yang melihat Erik seperti ketakutan ." Sayang Erik ... jangan takut yah Daddy baik kok pasti akan membantu Erik ..," lanjut Ay membelai rambut Erik .


" Eemm aku juga tidak tahu tuan nenek baru diperiksa dokter..," jawab Erik takut .


" Eemm tuan bisa kah anda membantu nenek " lanjut Erik dia mencoba memberanikan untuk meminta tolong Xavier .


" Oke... saya akan bantu jadi jangan menangis lagi nanti dedek bayi juga ikut nangis ..," jawab Xavier .membuat Erik memeluk Xavier sambil menangis.


"Terima kasih tuan...terima kasih " ucap Erik membuat Xavier terenyuh melihatnya hatinya bertanya keman orang tua bocah ini sampai dia harus hidup dengan nenek yang sudah tua .


" Kalian disini dulu Dad ... mu beli Makanan kalian belum ada yang makan kan "tanya Xavier .


" Belum dad jadi belikan yang banyak mom butuh makan double .." jawab Alden dengan semangat .


" Oke ..dad serahkan pada ku.." jawab Alden .


seakan bocah itu tahu jika ada yang mengincar mommy tersayangnya .


" Sayang kamu disini saja oke ... jangan jauh jauh dari anak anak " ucap Xavier mencium kening Ay .


" Ya ..aku tau sudah sana pergi beli makanan kasihan anak anak pasti lapar .." jawab Ay .

__ADS_1


Xavier menuju kantin untuk membeli makan untuk istri dan juga anak anak .Disana Xavier memesan makanan sehat untuk mereka . Disaat menunggu pesanan tiba tiba ada seorang pria duduk didepan Xavier .


" Selamat siang tuang Subastian .." sapa orang itu melepas kacamata nya .


" Ya .. anda siapa " tanya Xavier dingin .


" Perkenalkan Saya dipanggil Zero ..," jawab Zero tenang .


" Ada keperluan apakah anda mendatangi saya .." tanya Xavier tanpa basa basi .


" Haha ha...saya hanya ingin berbincang dengan anda " jawab Zero santai tanpa perduli jika Xavier menatap tajam kearahnya .


" Tuan Zero jika ...tujuan anda hanya untuk berbincang seperti tidak bisa say harus segera kembali anak dan istri saya sudah menunggu ." jawab Xavier geram dengan tingkah pria didepannya .


" Aku yakin setelah ini anda akan mau berbincang dengan saya " ucap Zero yang tidak takut dengan Xavier .Zero mengeluarkan selembar foto membuat Xavier berhenti dan melihat diri itu .


" Apa maksud ... anda memperlihatkan foto ini ." tanya Xavier yang penasaran melihat foto keluarga itu .Dia cukup terkejut melihat foto itu apa lagi wanita yang tengah hamil itu .


" Itu foto keluarga ku saat semua masih utuh dan wanita hamil itu ibu ku .." jawab Zero .


" Lalu apa tujuan anda memperlihatkan foto itu .." tanya Xavier .


" Tuan Subastian... pasti anda sudah memikirkan sesuatu bukan anda bisa membawa foto itu dan tanya kan kepada kakek anda " ucap Zero ambigu dia pergi meninggalkan Xavier yang masih duduk termenung sampai pelayan mengantarkan makanan .

__ADS_1


"Sial ... tidak mungkin apa Ay bukan anak mereka " batin Xavier ." Aku harus meminta Anton untuk mencari tahu dan seperti kakek tahu sesuatu ." lanjutnya didalam hati .


Dia segera pergi untuk menemui Istrinya yang sudah menunggu makan yang dibawanya .


__ADS_2