Pelakor Sah

Pelakor Sah
keribuatan dikediaman Oliver


__ADS_3

Flash back Of


Malam sebelum nya terjadi pembicaraan antara Xavier dan Ay. Yang sedang membahas saham yang di berikan oleh Zero untuk dikelola oleh Ay .


" Sayang .... apa kamu besok bisa datang ke perusahaan Oliver ." Tanya Xavier dengan hati hati .


" Untuk apa aku kesana mas .?" Ay berbalik bertanya kepada Xavier yang senantiasa memainkan rambut Ay .


" Eemm.... ada titipan dari Zero dia meminta tolong kepada ku untuk menghadiri rapat pemegang saham besok ." Jawab Xavier .


" Eehhh.... kenapa bisa begitu . Bukankah seharusnya dia senang bisa memiliki saham yang banyak ." Ay merasa heran dengan perkataan sang suami .


" Aku juga tidak tahu .... bagaimana bisa dia malah memberikan saham itu . Huh.... menang pada dasar nya Zero itu suka bermain saham tapi dia malas untuk menghadiri rapat seperti itu ." Jelas Xavier yang mencoba memberikan pengertian kepada Ay .Semoga Ay tidak bertanya yang lebih jauh dia harus tetap membuat istrinya itu dalam keadaan setabil .


" Baiklah..aku akan datang aku juga penasaran bagaimana reaksi papa melihat aku kesana selama ini kan tidak ada yang tahu jika ku anaknya ." Jawab Ay .membuat Xavier tersenyum mendengar jawaban Ay .


" Oke .... sekarang kita harus tidur ini sudah malam . Dan baby butuh istirahat ." Ucap Xavier menarik Ay kedalam peluknya .


Flash back on .


Ruangan meting menjadi hening saat mendengar jawaban Ay . Yah mereka tahu itu dan mereka juga tidak berani memaksa Ay untuk duduk di kursi pemimpin .

__ADS_1


" Jika sudah tidak ada lagi yang akan dibahas aku harus pamit ..." Ucap Ay memecah keheningan yang terjadi .


" Ehem ... Ay lebih baik kamu disini dulu kamu sudah lama tidak bertemu papa bagaimana jika kita makan siang bersama." Sahut Hamdan . Dia berusaha untuk menarik simpati wanita hamil itu .


" Maaf pa .... aku harus segera kembali Mas Xavier dalam keadaan tidak terlalu sehat akibat kehamilan ini." Jawab Ay dengan sedih . Dia juga ingin merasakan kasih sayang sang papa tapi itu tidak mungkin .


Ay segera pergi meninggalkan ruang meting itu sesuai dengan instruksi sang suami yang hanya mengijinkan 30 menit didalam ruang itu.


Ay melangkah kan kaki nya sampai di lobby perusahaan . Disana dia sudah ditunggu sebuah mobil yang sudah disiapkan oleh Xavier .


" Mari nyonya ..... tuan sudah menunggu anda di kantor ." Ucap Sopir itu .


" Terima kasih pak.... ayo segera kembali ." Jawab Ay dengan tersenyum manis meski hatinya sakit saat melihat sang papa yang tidak merindukannya .


" Bos .... nona sudah pergi apa yang akan kita lakukan sekarang ." Tanya Zus yang berdiri disamping Zero .


" Kau sudah meminta orang untuk selalu menjaganya kan ." Zero bertanya tanpa menoleh sedikit pun .


" Sudah ..... dan Adi ipar anda juga sudah menyiapkan pasukan bayangan untuk nona ." Jawab Zus menjelaskan .


" Bagus .... sekarang kita lakukan rencana selanjutnya ." Seru Xavier beranjak pergi .

__ADS_1


Zus hanya mengikuti kemana sang bos itu pergi .Tanpa bertanya apa pun Zus tahu jika bos nya akan membuat keribuatan lagi dirumah Oliver .


Dan benar setalah berkendara hampir 30 menit mereka sampai dikediaman Oliver . pria itu meminta beberapa pria untuk mendatangi rumah itu .


" Pak tolong buka pintunya kami ingin bertemu dengan Nona saniya ..Kami sudah memboking nya untuk kami." Ucap pria itu kepada scurity yang berjaga didepan gerbang .


" Maaf tapi saat ini nona sedang tidak ada dirumah jadi tolong datang dilain waktu." Jawab Scurity itu .Hingga membuat salah satu pria itu marah dan hampir memukul Scurity yang bertugas .


" Apa maksud kamu ..... hah kami ini kesini sesuai dengan jadwal yang sudah kami tentukan dengan nona Saniya apa dia mau lari dari tanggung jawabnya. " Teriak pria itu dengan marah .


Dan benar saniya saat ini sedang tidak ada dirumah . setelah para wartawan diusir Radit wanita itu dikirim pergi oleh Hamdan Sampai keadaan membaik .


" sekali lagi maaf .... nona memang tidak ada dirumah ." Jawab Scurity itu dengan berani .


" CK .sial sepertinya jal4ng itu sengaja menghindari kita ." Sahut teman pria itu ." Bagaimana jika kita hancurkan saja rumah ini sial ...wanita itu harus diberi pelajaran ." Seru pria yang lain.


Dan benar mereka mulai melakukan tindakan yang berbahaya hingga membuat keributan dirumah mewah itu .


🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Guys ..... jangan lupa dukungan kalian ..

__ADS_1


Like comen and vote ....


Thanks guys .....


__ADS_2