Pelakor Sah

Pelakor Sah
Keputusan Xavier


__ADS_3

Tak butuh waktu lama Anton berjalan menuju bangunan tua itu kini sudah terlihat banyaknya orang yang tergeletak . Anton hanya bisa menggelengkan kepala melihat bagaimana brutalnya Zero dan anak buahnya .


Karena rasa penasaran yang tinggi Anton menghiraukan semua itu dan bergegas masuk .


Didalam sebuah ruangan bukan hanya Anton yang terkejut melihat adanya belasan orang yang sedang pingsan . Disana juga terdapat Romy paman Xavier yang terlelap .


" Bangs4t jadi dia yang sudah menculik anak anak .." Geram Anton saat melihat Romy dan Asistennya saat ini dalam keadaan pingsan .


" Kau mengenal orang itu bukan dia mengubah , arah selama ini dia berusaha untuk menyentuh Ay tapi dia merasa sangat kesulitan karena banyaknya penjaga yang menjaga Ay. Jadi dia mengalihkan kepada anak anak tapi dia tidak tahu jika ada yang lebih berbahaya dari mereka berdua ." Ucap Zero sambil melihat keadaan Romy dan juga yang lainya .


" Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang , Aku tidak ingin kejadian ini terulang lagi ." Lanjut Zero sambil menendang salah satu orang yang terlelap itu. Dia cukup kaget saat melihat orang itu tidak lah terbangun .meski dia sudah menendang dengan keras , seberapa banyak obat yang digunakan Erik pikirnya .


" Kenapa mereka seperti orang mati saja ." Tanya Anton dengan penasaran .


" Jika ingin tahu kau bisa bertanya kepada Erik ." Sahut Zus saat melihat adanya sebuah bola yang ada diruangan itu .

__ADS_1


Anton dengan cepat menghubungi Xavier untuk memberitahu jika Romy lah dalang dari penculikan itu .


" Lakukan yang menurut mu benar sudah cukup aku memberi toleransi kepada nya , dan ini sudah cukup keterlaluan lakukan yang terbaik ." Jawab Xavier setelah Anton melaporkan nya .


Sungguh pria itu tidak habis pikir apa yang sebenarnya diinginkan oleh sang paman itu . Selama ini dia sudah berusaha untuk tetep diam untuk menghargai sang paman tapi kaki ini sudah cukup . Tidak ada lagi kata maaf jika selama ini pamannya hanya mengusik dirinya dia akan berdiam diri tapi jika sudah mengusik orang lain jangan salahkan jika dia akan kejam .


" Aku tidak menyangka jika paman akan nekad seperti ini hanya karena saham yang diberikan kakek kepada Ay ." Ucap Xavier lirih sambil melirik Ay yang kini sudah tertidur .


" Apa yang kau perbuat sekarang sudah cukup paman jadi bersiap lah ." lanjutnya sambil mengotak Atik laptop Yang ada dipangkuan nya .Pria itu beranjak untuk menemui kakek nya untuk memberi tahu jika Romy terlibat dalam khasus penculikan ini .


"Kek .... anak anak sekarang sudah bisa diselamatkan mereka baik baik saja. Tapi mungkin untuk saat ini kita tidak bisa lagi membiarkan paman berbuat jahat terus ." Ucap Xavier kepada kakeknya yang sedang duduk di taman belakang rumah .


Selama ini dia sudah berusaha untuk tetap menyayangi nya bagaimana pun dia juga bersalah dalam hal ini .


Bisa dibilang Romy ada lah keponakan dari sang istri . Sejak kecil setelah orang tua Romy meninggal dia lah yang mengasuh dan membesarkan Romy .Tapi entah siapa yang sudah menghasut Romy hingga seperti sekarang ini .

__ADS_1


" Sudah lah kek ... sekarang biarkan Anton yang mengurus semuanya . Untuk saat ini dia berurusan dengan Anton aku yakin Anton tidak akan membiarkan dia lolos begitu saja ." Sahut Xavier dengan dingin selama ini dia hanya bisa berdiam diri karena sang kakek selalu melarang dia untuk menindak Romy , tapi kali ini Romy bukan berurusan dengan nya lagi tapi dengan Anton .


" Iya serahkan kepada Anton semoga dengan ini bisa membuat Romy sadar kan kesalahannya ." Sambung Kakek dengan lirih . Kakek tua itu merasa sangat sedih jika harus memilih . Ini salah nya dia tidak tahu jika selama ini Romy mengenal Zahira sang memantu yang dia jodohkan dengan putra nya Akmal .


" Maafkan papa nak ... ini semua salah orang tua ini jika saja papa tahu mungkin kita sampai sekarang masih bisa bersama." lirih Kakek dengan mata yang berkaca kaca .Apa selama ini dia sudah salah dalam memberi kasih sayang kepada anak anak nya sehingga membuat semua ini terjadi .


Kakek tua itu kini hanya bisa menyesali apa yang sudah terjadi puluhan tahun lalu . Seandainya dia tahu jika wanita yang selama ini dimaksud Romy adalah wanita yang dia jodohkan dengan Akmal putra nya mungkin ini tidak akan terjadi .


" Aku harap dengan ini kau bisa kembali menjadi Romy ku yang penurut ." batin kakek dia sangat merindukan putra yang penurut itu.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


Yah penyesalan selalu datang terlambat ..


Guys jangan lupa kembang kopi nya

__ADS_1


Like comen dan voter juga yah ...


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


__ADS_2