Pelakor Sah

Pelakor Sah
Pertemuan kakak adik


__ADS_3

"Bos..... saham dari Oliver gruop semakin turun drastis , Apa kau akan segera bertindak bos ." Tanya Zus yang melaporkan perkembangan perusahaan Oliver .


" Jangan buru buru..... bagaimana dengan Radit .?" Zero berkata dengan tenang .


" Saat ini Radit sudah bisa mendapatkan hampir 20 persen saham yang kini atas nama anda bos ... dan Saham yang masih nama tuan besar 50 persen ." Jawab Zus menjelaskan .


" Bagus .... Dan jika wanita itu datang kembali lakukan seperti kemaren .. Aku sekarang ingin melihat keponakan ku ." Ujar Zero berlalu pergi .Dia berencana menemui Ay walau hanya sekedar sapa .


Sedangkan Ay kini sedang berada dikantor Xavier . Dia membantu Xavier untuk menyelesaikan berkas yang menumpuk karena sering ditinggal oleh Xavier .


" Sayang ... istirahat lah jika jangan terlalu lelah aku akan membereskan ini ." Ucap Xavier meminta Ay untuk istirahat .


" Tapi ... mas yakin bisa nanti mual lagi." Ay menjawab dengan cemas .


" Tak apa .... sudah sana istirahat dimeja sudah ada jus dan cemilan kalai ada yang kamu ingin kan bilang saja ." Ucap Xavier dengan lembut mengusap rambut Ay .


" Oke.... aku juga sudah lapar ." Jawab Ay berdiri . Wanita hamil itu segera meminum jus yang sudah disediakan dan juga ada cemilan yang banyak .


Dari luar terdengar ketukan pintu yang membuat keduanya saling pandang .


Tok ....tok...tok....

__ADS_1


" Tuan .... tuan Zero ingin bertemu anda." Terdengar suara Anton memberi kabar . Xavier memandang Ay yang sedang makan .


" Baiklah.... suruh masuk dan jangan membuat kaget ." Jawab Xavier setelah memikirkan dengan matang matang .Tak lama pintu kembali terbuka memperlihatkan seorang pria dengan rahang kokoh berjalan masuk keruangan Xavier . Mata pria itu tidak lepas dari wanita hamil yang sedang memakan camilan yang sudah disiapkan sang suami .


" Ehem... selamat datang kembali tuan." Sapa Xavier menyadarkan Zero dari lamunan .


" Iya... terima kasih tuan .." Jawab Zero dengan nada sedih ." Aahh hampir lupa saya ingin menitipkan sesuatu kepada anda bisakah .." Lanjut Zero bertanya .


" Menitipkan.... apa yang akan ada titip kan kepada saya seharus nya itu sesuatu yang cukup bagus ." Tanya Xavier dengan sedikit penasaran .Zero menyodorkan sebuah map kepada Xavier .


" Aku titip ini .... aku belum bisa muncul dihadapan mereka jadi aku minta kamu dan istrimu yang datang ." Jawab Zero sendu .


Xavier membuka map itu dengan mata melotot .


" Yah ... kamu bisa memberi tahunya jika itu kau yang mendapatkan ." Jawab Zero dengan pelan .


" Baiklah...." Jawab Xavier ." Sayang kemarilah ... ini tuan Zero dia ingin berbisnis dengan kita ." Panggil Xavier kepada Ay yang masih menikmati camilannya.Mendengar sang suami memanggil membuat Ay menoleh dan meletakan camilan yang di pegangnya .


" Aahh .. maaf taun saya tidak meyambut Anda ." Ucap Ay dengan canggung .


" Tak ..apa lanjut kan saja makan anda saya senang melihat anda bisa makan dengan lahap ." Jawab Zero dengan sendu .

__ADS_1


" Aahh ... iya saya bisa makan dengan baik karena selama ini suami saya yang mengalami nya bukan saya ." Jawab Ay . Membuat Zero tertawa mendengar jawaban Ay yang polos .


" Ha ha ha ha .... sepertinya si kecil sangat pintar dia lebih suka membuat daddy nya yang sakit ." Ujur Zero sambil tertawa . Ay seakan terpanah dengan tawa itu dia merasa seperti sangat senang melihatnya .


" Tuan .... aku senang mendengar tawa anda ." Ucap Ay ambigu .Xavier yang mendengar hanya bisa menghela nafas .


" Mungkin ini yang dinamakan ikatan darah lihat lah Petapa nyaman nya Ay berada didekat Zero ." Batin Xavier.


" Sayang ....kenapa kau senang mendengar tawa pria ini kau membuat ku cemburu .." Ucap Xavier yang mencoba mencairkan suasana .


" Mas.... kau juga tidak tahu aku merasa pernah dekat dengan tuan ini ." Jawab Ay dia sendiri merasa bingung .


" Ha ha ha.... tak apa jika kau merasa nyaman kau bisa memanggil ku kakak ." Sahut Zero dia pun merasa jika Ay merasakan ikatan di antara mereka .


" Boleh kah .... " Tanya Ay memicingkan mata .


" Boleh ...sayang jika ingin memeluknya pun aku tak masalah ." Jawab Xavier seakan dia tahu keinginan sang istri ." Tapi ingat jangan lama lama ..oke ." Lanjutnya dengan sedikit cemberut.


Zero merentangkan tangannya menyambut sang adik yang ingin memeluknya . Ay langsung berhambur kepelukan Zero .Entah apa yang ada dipikiran Ay air matanya jatuh begitu saja tanpa dia sadari .


Sedangkan Zero memeluk Ay dengan erat meluapkan kerinduan yang selama ini dia pendam .

__ADS_1


Sedangkan Xavier menyingkir dia memberikan ruang kepada kakak adik itu yang sedang melepas rindu .


__ADS_2