Pelakor Sah

Pelakor Sah
Teror dikediaman Oliver


__ADS_3

Hari hari berlalu dengan tenang tapi tidak dengan kediaman Oliver. Dalam beberapa hari ini mereka sering diteror .Entah itu hewan yang sudah dicincang bahkan juga suara suara pekik kepanikan sampai suara kecelakaan .


Dalam beberapa hari Handan dibuat pusing tapi tidak tahu harus berbuat apa .Pria paruh baya itu tak habis pikir , Kerena tidak ada yang tahu tentang kecelakaan itu .


" Bedeb4h mana.... yang mencoba menakuti ku seperti saat ini." Ucap Hamdan dengan pias .


" Mari kita lihat seberapa kuat nyali orang ini dengan berani membuat keribuatan dirumah ku." Lanjutnya dengan penuh amarah .


Pagi ini ada yang meletakan sebuah foto yang berlumuran darah . Foto itu terlihat sebuah keluarga namun tidak terlihat jelas wajah mereka .Hanya terlihat jika foto itu terdapat wanita hamil seorang pria dan juga anak kecil .


" Sayang... foto siapa ini sebenarnya kenapa ada foto ini.?" Soraya bertanya dengan wajah pucat.


" Aku juga tidak tahu ... Lebih baik minta Diman untuk membakarnya ." Jawab Hamdan dengan berfikir siapa orang yang tahu kejadian ini .


Tak selang lama ada Saniya berteriak dari dalam kamarnya . Membuat kegaduhan semakin meningkat .


" Aagrrhh ..... mama papa...Tolong." Saniya berteriak ketakutan dari kamarnya .


Hamdan dan Soraya berlari menuju kamar sang putri .


Brakkk....


Pintu didorong oleh Hamdan dengan keras sehingga membuat dentaman yang cukup nyaring .


" Saniya ..... sayang ada apa kenapa kau ...." Ucapan Soraya terhenti begitu saja saat melihat pintu kamar mandi terbuka di dalam bath up kamar mandi terisi air yang berwarna merah darah .

__ADS_1


" Ma... aku takut ma .... lihatlah kenapa ada darah kenapa bisa begini ." Saniya berkata dengan ketakutan .


" Tenang lah ...papa akan membuat penjagaan rumah ini diperketat .." Hamdan menenangkan keluarganya .


" Papa.... harus menangkap orang yang sudah meneror kita pa buat dia menyesal teleh menganggu kita ." Saniya merengek kepada sang papa .


" Tenang saja sayang ... papa pastikan orang itu akan menderita berurusan dengan kita ." jawab Hamdan .


Tanpa mereka sadari jika ada sepasangan mata yang mengawasi mereka dari sudut rumah .Pria itu tersenyum sinis melihat adegan drama keluarga ini .Sampai terdengar teriakan Hamdan membuatnya merubah ekspresi .


"Radit......" Hamdan berteriak memanggil putra dari Diman dan juga Sari yang sudah bekerja hampir puluhan tahun .Dengan tanpa curiga sedikit pun Hamdan mempercayai mereka .


"Iya tuan ..... apa yang anda butuhkan .?" Radit berkata dengan nafas memburu yang terlihat dia baru saja berlari .


" Baik tuan... saya akan mengurusnya ." Jawab Radit dengan membungkuk badan dan juga tersenyum sinis tanpa ada yang mengetahuinya .


" CK ...sial ini pasti ulah Zus semalam CK CK.pagi sudah harus membereskan ulah pria itu ." batin Radit kesal .


" Sayang ... kamu pindah kekamar sebelah saja oke . Kamu mandi lah disana bukankah hari ini ada pemoteretan ." Soraya berkata dengan lembut mengingatkan sang putri.


" Mama benar aku harus segera pergi .." Jawab Saniya yang sudah kembali tersadar jika hari ini dia ada pemoteretan.


Dengan terburu buru Saniya meninggalkan kamarnya. Begitu juga dengan kedua orang tuanya yang meninggal kan kamar itu kepada Radit .


Tanpa meraka tahu pria itu kini tersenyum miring. Dia menuju balkon kamar dan keluar untuk mengambil sesuatu yang sudah ada disana dari semalam .

__ADS_1


Radit meletakan barang itu dibawah kolong tempat tidur dekat meja lampu .


" Beres setelah mematikan kamu ... maka benda ini akan menyala dan ...." gumam Radit terkekeh sendiri .


Setelah menyelesaikan semuanya pria itu keluar dengan tenang . Segera menuju ruang kerja Hamdan .


Tak lupa untuk memberi kabar kepada sang bos jika rencana selanjutnya bisa dimulai .


" Baiklah..... mari kita mulai yang berikutnya " balasan orang itu .


Radit yang mendapatkan pesan itu tersenyum dia tahu apa yang harus dilakukan .


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Guys jangan lupa .....


like comen dan vote ya....


Biar tambah semangat up nya .......


Kasih bunga aja deh.....


Thanks all ....


Bye....

__ADS_1


__ADS_2