Pelakor Sah

Pelakor Sah
Membawa nenek Erik kerumah sakit


__ADS_3

Melihat bagaimana Xavier menjaga Ay membuat Zero tersenyum .Kini dia tahu jika adik iparnya itu bisa diandalkan .Tapi bukan berarti dia akan lepas tangan dia akan tetap melindungi adik kecilnya dari kegelapan.


" Tenang Sweety kakak akan selalu ada untuk mu ... dan wanita itu lihat saja apa yang akan dia dapatkan Heh.... mari kita lihat sekuat apa wanita itu melayani ku .." batin Zero .


" Zus... ayo kita juga ahrus pergi jika tidak anak buah pria itu juga akan mendatangi kita yang sudah berdiri dan mengawasi nyonya mereka ." ucap Zero .


" Oke... bos kita pergi .." jawab Zus menjalan kan mobil meninggalkan area sekolah itu .


" Zus .... kita kunjungi Ov Grup aku ingin melihat seberapa kuatnya meraka sehingga mereka berani membunuh saudaranya sendiri ." gumam Zero dengan lirih .


" Tenang lah bos ...kita tidak sendiri kita punya Xavier dibidang keuangan ." jawab Zus dia tahu apa yang difikirkan bos nya itu .


" Haha .... kau tahu saja Zus .. tenang saja untuk saat ini aku masih berbelas kasih untuk mereka setelah itu jangan harap .." ucap Zero datar.Sudah cukup keluarga nya harus menderita selama ini dia masih mengingat bagaimana malam itu orang yang dipanggilnya Om itu datang dan membawa pergi adik yang baru saja dilahirkan ibu nya dibawa pergi begitu saja hingga ibunya tiada .


Sedangkan dirinya menjadi yatim piatu dan harus hidup di panti asuhan.


Brakkk.....


"Aman kan mereka buat mereka bicara dimana bos mereka .Dan juga tingkatkan penjagaan untuk mereka. .." ucap Xavier penuh amarah .


Membuat suasana meting menjadi suram setelah mendengar gebrakan meja yang dilakukan Xavier .


" Baik... bos " jawab diseberang telfon .

__ADS_1


" Sial.. beraninya mereka mencoba menganggu istri juga anak ku Meraka pikir akan aku biarkan begitu saja ." gumam Xavier .


"Rapat dibatalkan dan saya minta kalian mengirimkan semua ide kalian besok pagi sekarang bubar .." ucap Xavier meninggalkan ruang meting yang sudah kacau .


"Huh .. untung saja bos tidak marah kepada kita .. sungguh siapa yang berani menganggu singga itu.." bisik salah satu karyawan .


"Mana ...aku tahu mungkin saja kan ada orang yang Sirik sama istri bos kan banyak tu yang ngaku ngaku istri bos .." jawab temannya .


"Ya.... lucu juga yak... istri sah kok malah disebut Pelakor aku yakin tu wanita sekarang nggak punya wajah lagi .." jawab temannya .


" Udah... yuk balik kerja entar dapat omel lagi ." jawab temanya .


Kedua wanita itu berjalan menuju ruangan mereka .Yang tanpa mereka sadari jika Xavier mendengar bisikan mereka .


Xavier berjalan dengan cepat menuju parkiran mobil dia ingin segera bertemu sang istri untuk memastikan sendiri keadaan istri tercintanya itu .


Sedang Ay kini sedang berada di sebuah rumah petak yang kecil membuat siapa pun yang melihatnya miris disini lah Ay berada dirumah yang ditinggali oleh Erik dan juga neneknya .


"Assalamu'alaikum ...." Ucap Ay saat masuk kerumah itu .


" Wa'alaikumsalam ..." jawab wanita yang tengah berbaring diranjang .


" Nek... Erik pulang bagaimana keadaan nenek sudah makan sudah minum obat.." tanya Erik mencerca pertanyaan kepada wanita tua itu .

__ADS_1


" he hehe... tanya itu satu satu Rik lalu mana yang harus nenek jawab .." jawab nenek Erik ." Nenek baik baik saja nak dan nenek juga sudah makan minum obat ." lanjut nenek itu sambil tersenyum .


" Aahh ya... nek Erik lupa ini ada tamu Ini Alden dia teman sekolah Erik dan ini Mommy Alden .." ucap Erik mengenalkan tamunya kepada sang nenek .


" Hallo nek ... ini Alden nenek sedang sakit apa.." tanya Alden yang langsung duduk disamping nenek Erik .


" Tak apa nak nenek hanya kecapekan dan umur nenek sudah tua jadi mudah sakit .." jawab nenek Erik .


" Nek ... apa sudah periksa kedokter .." tanya Ay lembut .


" Belum nanti kalau sudah ada yang Erik akan membawa nenek ke dokter .." jawab Erik disamping Alden sambil menunduk .


" Erik ... tenang saja kita bawa nenek kedokter ya .. kasihan nenek sakit terus .." ucap Alden .


" Tapi...Al uang hasil ngamen ku belum cukup aku baru punya 50 saja " Jawab Erik sedih .


" Jangan khawatir nanti bayar mom yang bayar .." ujur Ay sambil mengelus kepala Erik .


" Apa tidak merepotkan nak .. nenek takut biaya nya mahal .." sahut nenek Erik .


" Tenang saja nek nanti jika uang mom tidka cukup pakai uang Alden juga ya kan mom..," ucap Alden dengan semangat .


" Oke... sudah diputuskan kita kerumah sakit untuk periksa nenek dulu .." ucap Ay .

__ADS_1


Ay dan Alden memaksa Erik untuk segera membawa sang nenek kerumah sakit setelah mendapatkan persetujuan dari Erik mereka berangakat menuju rumah sakit .Ay juga tidka lupa memberi tahu sang suami jika dia dirumah sakit untuk mengantar nenek Erik .


__ADS_2