Pelakor Sah

Pelakor Sah
Sikap dingin Erik


__ADS_3

Xavier dan Ay datang di rumah Anton disambut, dengan teriakan tawa bahagia Alden yang sedang bermain . Erik yang bermain dengan Alden hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat kelakuan Alden .


" Ha ha ha ..... Erik tolong kakek cukup Ha ha ha ... Al tidak sanggup sudah geli kakek ." Teriakan tawa Alden terdengar sampai didepan .


" Makanya ayo bilang sama kakek kenapa Al panggil Papa sama nak Anton ..?" Faisal bertanya sambil menggelitik Alden .


" Hehe ... aku suka saja kakek dan aku juga sayang papa . lagi pula masih ada mom dan dad sebentar lagi mereka juga datang .." Jawab Alden terkekeh geli karena dia sendiri tidak tahu kenapa bisa Alden langsung memanggil Anton sebutan papa sejak pertama kali bertemu .


" Ya... sudah kalau Al nyaman sama papa . Tapi papa tidak macam macam kan sama mama ..?" Faisal lagi lagi bertanya tentang Anton .


" Tidak papa sayang sama mama jadi tidak akan menyakiti mama ... apa papa belum bilang sama kakek jika papa sayang sama mama..?" Alden tanya balik .


Sedangkan diluar terdengar suara mobil yang baru saja datang .Dengan semangat membara Alden berlari diikuti Erik dari belakang segara keluar .


" Mom.... dad kalian datang wah.... hari ini Alden bahagia .." Seru Alden berlari dari dalam rumah menyambut Xavier dan Ay yang baru keluar dari mobil .


" Jangan lari boy .... nanti kamu jatuh ." Jawab Xavier sambil menangkap Alden .


" No ... dad Alden itu kuat jadi meski jatuh tidak akan menangis ." Jawab Alden dengan senyum lebar .Ay hanya bisa mengelus rambut Alden .

__ADS_1


" Erik bagaimana kabar nenek sayang..." Ay bertanya kepada Erik yang sedari tadi hanya diam mengikuti Alden .


" Nenek baik nyonya .... itu semua berkat nyonya dan tuan, yang sudah mau menolong kami .." Jawab Erik dengan senyum tipis hampir tidak terlihat .


" Ayo masuk .... jangan ngobrol disini boy turun kamu sudah besar masih saja minta gendong .." Sahut Zahra yang baru keluar.


" Saya ... rasa tak apa Ra lagi pula kami jarang kesini ." Jawab Ay dengan senyum lembut .


Mereka memasuki rumah berlantai dua itu dengan senang hati .Samapi mereka diruang tamu meraka disambut Faisal dengan senyum yang mengembang diwajahnya .


" Selamat datang tuan dan terima kasih sudah berkenan menolong kami ." Ucap Faisal sambil menyalami Xavier .


" Iya tapi tetap terima kasih ..." Lanjut Faisal .


" Iya... tidak masalah saya senang anda sudah bisa lepas dari fitnah palsu itu . Dan kedepannya anda harus waspada kepada orang lain." Jawab Xavier dengan acuh .


" Mas... aku ke dapur dulu ya aku mau bantu Zahra menyiapkan makan siang .." Ucap Ay dengan pelan .


" Pergilah ... tapi ingat hati hati sayang dan perhatian lantai takut ada minyak terjatuh ." Pesan Xavier kepada Ay .

__ADS_1


" Tenang saja tuan saya akan mengikuti nyonya .." Erik menjawab perkataan Xavier dengan dingin .


Xavier hanya bisa menggelengkan kepala melihat itu .Dia tidak mengatakan apa pun lagi saat Erik sudah mengekori Ay ke dapur .


Di dapur Zahra sedang menyiapkan makan siang yang sudah hampir selesai disana juga ada nenek Erik yang membantunya .Keduanya cukup terkejut melihat Ay yang berada didapur .


" Ay kenapa kesini ..... sudah sana duduk jangan bergerak sembarangan.." Ucap Zahra yang melihat kedatangan Ay .


" Kamu itu persis Mas Xavier saja masak saku mau masak saja ngk boleh .." Jawab Ay cemberut .


" Ya...kan kita khawatir sama kamu Ay kamu itu lagi hamil ." Sahut Zahra .yang membuat Ay semakin cemberut saja .


" Apa yang kami kata kan itu benar nak jadi sudah duduk saja lagi pula tu belakang mu mengikuti mu terus .." Sahut nenek Erik sambil menunjuk Erik yang kini berada dibelakang Ay sambil memperhatikan lantai dapur .


" Eeehh... Erik kamu mengikuti mom bukan nya kamu main sama Alden ..?" Tanya Ay kepada Erik .


" Tidak nyonya ..... aku mengikuti anda aku takut anda terpeleset kalau ada minyak yang tercecer .." Jawab Erik dengan tegas membuta Ay tak habis pikir dengan jalan pikiran Erik yang sudah dewasa .


Alden juga akan bersikap dingin kepada orang luar tapi berbeda dengan Erik yang memeng sudah bersikap dingin . Yang kadang membuat hawa yang cukup menakutkan hampir sama dengan Xavier ketika marah .

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa saat makan siang telah selesai. Mereka menikmati makan siang dengan celotehan Alden yang membuat semua orang tertawa ..


__ADS_2