
" Sayang..... bangun ." Bisik Xavier kepada sang istri .
" Eeuuggh...Ini masih pagi mas aku malas bangun .." Jawab Ay . Yah semenjak hamil muda Ay menjadi malas untuk bangun pagi .
" Sayang ... ayo bangun bukankah hari ini kita ada janji untuk periksa kedokter .." Ucap Xavier dengan lembut dia tidak ingin istrinya ngambek . Mendengar apa yang dikatakan sang suami Ay langsung bangun yang tadinya malas kini bersemangat membuat Xavier terkekeh .
" Mas.... jam berapa sekarang kenapa aku bisa lupa ." Ucap Ay menepuk jidatnya sendiri .
" Eemm.... mungkin jam 7 lebih jadi ayo bangun aku akan membantu mu mandi sarapan dan baru kita pergi kerumah sakit ." Jawab Xavier dengan penuh cinta .
Ay tak menolak hanya membiarkan apa yang sedang dilakukan sang suami . Ay merasa mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari sang suami .
" Terima kasih ... mas " Ucap Ay lirih . Xavier memandangannya dengan tatapan teduh .
" Sayang aku tidak suka kau mengucapkan terimakasih .... aku lebih suka jika itu berupa tindakan ." Bisik Xavier yang langsung mencium bibir tipis Ay . Ciuman itu tidak dengan n4fsu hanya kelembutan yang penuh perasaan cinta .
" Aku lebih suka begini sebagai terima kasih sayang..." Ucap Xavier melepaskan ciuman nya .Ay menganggukkan kepala sebagai jawaban .
Setelah drama yang dilakukan pasangan pasutri itu baru kah turun . Sedangkan dimeja makan kakek sudah menunggu mereka untuk sarapan .
Jika ada yang tanya dimana Erik dan nenek nya jawaban nya mereka ada dirumah yang sudah disiapkan Xavier yang tidak jauh dengan rumah Anton .
Tak.... tak.... tak....
__ADS_1
Suara langkah kaki terdengar menggema di rumah mewah itu .
Kakek menoleh melihat sepasang pasutri yang baru saja turun dari tangga . Kakek tersenyum di merasa jika cucunya begitu mencintai sang istri .
" Kau sudah bangun .... Ay kakek kira kamu akan melewatkan sarapan lagi .." Ucap Kakek menyambut Ay . Yah sudah jadi kebiasaan Ay untuk akhir akhir ini .
" Maaf kan Ay kek .... beberapa hari ini Ay malas bangun ." Jawab Ay dengan penuh rasa bersalah .
" Ha ha ha... Bukan kah itu sudah biasa Ay jadi jangan dibuat masalah kakek tahu anak mu itu pemalas seperti Dad nya dulu ." Jawab Kakek dengan tawa menghiasi wajahnya .
" Kakek.... lebih baik cepat sarapan dan sana berjemur biar tambah sehat ." Sahut Xavier yang membuat kakek melotot .
" Dasar cucu durhaka ... kamu Vier ." Jawab Kakek geram .
" Kau benar .... sayang ayo setalah ini kita kerumah sakit ." Jawab Xavier kemudian mulai makan dengan tenang .
" Nah .... itu lebih baik bagaimana mas sudah tidak mual lagi kan ." Tanya Ay .
" Selama ada kamu mualnya akan hilang sayang jadi aku bisa makan dengan tenang."Jawab Xavier sambil mengelus perut Ay yang masih datar .
" CK ... dasar kamu saja yang manja vier jadi jangan cari alasan deh.." Sahut Kakek berdecak .
" Kakek bilang saja jika iri .." Jawab Xavier santai .
__ADS_1
Sarapan yang penuh dengan perdebatan antara Xavier dan kakeknya itu akhirnya selesai . Anton sudah datang kesana untuk menjemput sang tuan dan nyonya untuk melakukan pemeriksaan .
Di dalam perjalanan Anton sempat membahas berita yang baru saja trending di dunia Maya .
"Nyonya apa kamu sudah melihat berita terkini .." Tanya Anton yang sedang menyetir .
" Tidak kak.... memang berita apa .?" Ay malah balik bertanya dengan heran .
" Aahh.... itu berita tenteng kakak mu." Jawab Anton sedikit gugup .
" Ada apa dengan wanita itu....?" Xavier menimpali jawaban Anton .
" Coba kalian lihat di internet ... sampai sekarang masih berada di trending no 1." Jawab Anton .
Xavier akhirnya membuka Handphone yang dari tadi di simpan . Mata Xavier dan juga Ay melotot setelah melihat video yang ada di internet .
"Luar biasa aku tidak menyangka jika dia sebinal ini .... " Ucap Xavier setelah melihat video itu ." Sayang sudah jangan dilihat lagi nanti malah merusak otak suci anak kita ." Lanjut Xavier mematikan video itu .
" Eemm... aku tidak menyangka jika kak Saniya bisa melakukan itu untuk karirnya ." Jawab Ay dia tak habis pikir dengan apa yang sudah dilakukan Saniya .
" Sudah ... sayang jangan dipikirkan toh mereka juga sudah tidak menganggu kita lagi ." Ucap Xavier kepada sang istri .
" Kamu ... benar mas ." Jawab Ay lirih .
__ADS_1