
Disebuah rumah sakit terlihat wanita paruh baya , dengan dandanan yang cukup glamor datang dengan tergesa gesa .Ditemani seorang pria muda yang mengantarnya .
" Papa .... apa yang sebenarnya terjadi pa...?" Soraya datang melihat Hamdan yang saat ini masih kesakitan .
" Aku juga tidak tahu ..... ma yang pasti ada yang sengaja mau menabrak papa tapi itu pun , sengaja hanya membuat papa luka ringan ." Jawab Hamdan .
" Tuan ... apa perlu hal ini kita laporkan karena khasus anda telah ditangani polisi ." Sahut Radit .
" Tidak perlu ..... biar mereka yang mengusut sendiri kejadian ini . Yang pasti orang itu akan kembali lagi . Sekarang kau fokus lah mengurus perusahaan yang saat ini sedang tidak baik ." Sambung Hamdan. Dia benar sudah tidak berdaya .Dia masih ingat bagaimana suara itu mengucapkan ancaman.
Hamdan semakin ketakutan, apa lagi dia baru saja bertemu dengan seorang pemuda yang membuatnya tidak bisa berfikir jernih .
" Bagaimana keadaan Saniya saat ini ma .... apa harus kita membawanya ke RS J ." Hamdan menoleh istrinya yang saat ini sedang berdiam disampingnya .
" Mungkin itu pilihan terbaik pa .... menurut psikiater yang datang tadi dan juga dokter yang memeriksa Saniya . Saniya dia diprekosa berkali kali dan itu lebih dari 7 orang pa ." Jawab Soraya dengan perasaan sedih .
" Baiklah ma ... kita akan mengurusnya nanti . Kau tahu mungkin saja kejadian yang selama ini terjadi kepada kita ada hubungannya dengan pria muda yang baru saja aku temui dirumah Subastian ." Ucap Hamdan setelah Radit ke keluar dari ruangannya .
" Apa... maksud mu... pa ?" Soraya bertanya dengan memicingkan mata .
" Aku bertemu dengan Zayden , Aahh tidak tapi Zero dia sendiri mengatakan jika selama ini dibesarkan oleh tuan besar Subastian .Dan jika itu benar maka ini semua sudah menjadi rencana mereka , di mulai dari pernikahan Ay sampai saat ini .kita sudah masuk perangkap mereka terlalu dalam ." sahut Hamdan dengan lemah ." Jadi meski kita meminta bantuan mereka juga percuma . Ay memiliki 20 persen saham perusahaan saat ini entah bagaimana cara mereka mendapatkan itu dan yang pasti 10 persen itu didapat dari Saniya ." Lanjut Hamdan semakin lemah.
" Sial .... lalu apa yang harus kita lakukan saat ini . Seharusnya kita lenyapkan mereka semua dari dulu ." geram Soraya saat mendengar perkataan suaminya .
__ADS_1
" Terlambat ma .... semua sudah terlambat tidak mungkin lagi kita bisa bangkit ." Jawab Hamdan .sambil merawang jauh saat dimana dia masih menjadi asisten dari Devano.
Sedangkan rombongan Ay dan Xavier baru saja sampai dirumah Anton . Namun mereka tidak lah bahagia seperti waktu mereka berangkat .
" Nak apa yang terjadi .... kenapa Zahra begini ." Faisal bertanya dengan ketakutan melihat keadaan Zahra yang hanya diam saja.
" Tenang lah paman .... biarkan Anton yang menenangkan Zahra . Tadi kami bertemu dengan mantan suami Zahra dan ada keributan sedikit sampai wanita yang bersama dengan pria itu mengatakan jika Zahra dijual oleh mantannya dimalam pertama mereka ." Jawab Xavier memberi tahu Faisal .
" Bedab4h itu..... aku akan membuatnya tahu rasanya sakit ." Geram Faisal .
" Kakek tidak perlu khawatir mereka saat ini pasti sedang berada dirumah sakit ." Erik menjawab dengan acuh pria kecil itu masih berusaha menghibur Alden yang sedih melihat sang mama yang syock.
" Erik sebenarnya apa yang kau berikan kepada wanita tadi sampai membuatnya memerah begitu ." Alden bertanya .
" Kenapa tidak bilang dari tadi apa masih ada aku minta biar nanti jika bertemu lagi aku akan melemparkannya ke mulut wanita itu ." Sahut Alden berapi api .
Sedangkan orang dewasa hanya bisa menggelengkan kepala mendengar jawaban Erik . obat gatal seperti apa yang sudah diberikan Erik sampai membuat wajah wanita itu merah begitu .
" Tenang saja .... mungkin wanita itu tidak akan muncul dalam waktu dekat .," Jawab Erik santai .
" Al.... nak apa kau tidak marah mendengar bahwa kau bukan anak dari pria itu ." Faisal mencoba bertanya kepada sang cucu .
" Tidak untuk apa aku malah senang, Jadi jika nanti aku sudah sanggup membalasnya tidak akan sungkan lagi karena tidak memliki hubungan darah. " Jawab Alden dengan riang tanpa beban .
__ADS_1
Sedangkan disalah satu kamar Anton masih berusaha menyakinkan Zahra apa pun yang terjadi dia tidak sendirian.
" Ra... lihat betapa bangga nya putra kita saat tahu jika dia bukan anak bajingan itu ." Ucap Anton sambil melihat Alden dari jendela .
" Tapi... mas jika malam itu bukan dia lalu siapa ayah Alden mas .... aku merasa jijik dengan tubuh ku ini mas ." Jawab Zahra sambil menunduk .
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Cie...cie....
Kayaknya ada yang mau ngaku nih jika dia papa nya Alden .....
Nah ....penasaran kan kelanjutannya .....
Oke ....guys jangan lupa buat kembang kopinya
Like and comen ..... serta vote yah jika kalian punya vote .
Thanks you guys ini pertama kalinya kau coba nulis yang awalnya hobi baca terus ada keinginan buat nulis juga ....
Jadi buat para pendukung setia terima kasih ....
🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1