
Hari berganti sudah hampir 1 Minggu berlalu kini keadaan kembali tenang. Hubungan Anton dan zahra juga semakin baik usaha Anton menyakinkan Zahra membuahkan hasil .
Seperti biasanya mereka berdua akan mengantar kan Alden kesekolah bersama dengan Erik .Baru setelah itu Anton kan keperusahaan untuk berkerja .
Sedangkan Xavier saat ini masih dengan engan meninggalkan sang istri yang semakin berisi saat kehamilannya semakin besar .
" Mas kau apa kau tidak kan kekantor ..?" Tanya Ay jengkel melihat sang suami yang masih dengan santainya memeluk nya .
" Sayang .... jangan berisik , Ini masih pagi " Jawab Xavier sambil mengeratkan pelukannya kepada sang istri .
" Mas .... ini sudah siang ayo bangun hari ini ada jadwal kelas ibu hamil ." Ucap Ay berusaha membujuk suami manjanya itu .Entah kenapa semakin hari Xavier semakin manja kepada Ay membuat wanita hamil itu jengah dengan kelakukan sang suami .
" Mas ... cepat lepas dan bangun jika tidak kau tidur diluar selama 1 bulan ." Ancam Ay kepada Xavier .Dengan masam Xavier melepaskan sang istri karena tidak ingin tidur sendirian tanpa memeluk sang istri .
" Oke ....oke aku akan bangun ayo sayang kita mandi ." Ucap Xavier sambil mengangkat Ay membawa nya kekamar mandi .
" Mas.....lepas aku bisa mandi sendiri ." Teriak Ay saat Xavier mulai dengan jahilnya .
" Mas... Aahh .... sudah cukup ." terdengar teriakan Ay dari kamar mandi dan juga tawa dari Xavier terdengar ambigu .
Setelah hampir 1 Jam mereka keluar dari kamar mandi . Ay keluar dengan wajah masam sedangkan Xavier penuh dengan kemenangan .
__ADS_1
" Mas .... lihat kita telat lagi kan mau sih , Bisa bisanya membuat ku tak berdaya lagi ." Gerutu Ay saat duduk didepan meja rias . Dia bisa melihat adanya tanda merah dileher dan dadanya . Sedangkan Xavier tersenyum puas saat melihat hasil karya nya itu .
" Sayang .... jangan salahkan aku dong ... siapa suruh kau begitu menggoda apa lagi dengan perut mu yang buncit ini semakin membuat ku tidak tahan ." Sahut Xavier seenaknya tanpa perduli jika ada yang mendengar ucapan pria itu .
" Mas ... mali tahu .." Bisik Ay dengan pipi merona merah Meski meraka hanya berdua .
" Ha ha ha.... sayang jangan merona begitu itu bisa membuat ku memakan mu lagi ." Bisik Xavier tepat di telinga Ay sambil meninggalkan gigitan kecil yang membuat Ay menahan suaranya .
" Mas .. udah cukup aku lapar ." Jawab Ay lirih jika dia tidak membuat alasan bisa bisa suami mesumnya ini tidak akan melepaskannya dengan mudah .
Dengan berat hati Xavier melepaskan sang istri .Karena bagaimana pun mereka juga butuh asupan untuk aktifitasnya .Apa lagi saya ini kandungan Ay yang semakin besar membuat Xavier semakin extra menjaga mereka .
" Selamat pagi tuan dan nyonya .....Sarapan telah siap ." Sambut Ron dengan senyum yang merekah .
" Terima kasih Paman .... apa paman sudah sarapan .?" Tanya Ay dengan senyum manis .
" Sudah .... nyonya tadi saya sarapan bersama tuan besar ." Jawab Ron dengan penuh bahagia .Pria paruh baya itu sangat bahagia bisa melihat senyum yang menghiasi wajah sang tuan muda .
" Semoga .... kalian akan selalu bahagia selalu tuan muda." Doa Ron didalam hatinya .
Sedangkan kan disebuah halaman sekolah anak anak terlihat Anton . Yang baru saja turun dari mobil diikuti oleh seorang wanita cantik dengan hijabnya .
__ADS_1
" Boy... ingat jangan buat masalah , tapi bukan berarti jika bisa ditindas ingat itu ." Pesan Anton yang dibalas anggukan kepala oleh kedua bocah itu .
" Ingat jangan berkelahi dengan teman kalian .... ikuti kata Bu guru dan juga belajarlah yang rajin ." Kini zahra yang memberi pesan kepada keduanya .
Setelah kejadian beberapa waktu yang lalu teman teman mereka banyak yang selalu menganggu kini tidak lagi menganggu mereka .
" Iya ... ma kami akan dengar kami tidak akan nakal ." Jawab Alden dengan senyum polos
" Tapi jika mereka berani membuat masalah ya jangan salahkan kami ." lanjut Alden dalam hati .Sedangkan Erik hanya diam dan akan membalas perkataan Zahra dengan senyum manis .
Setelah berpamitan mereka berdua memasuki kelas mereka dengan senyum manis yang mampu membuat orang terpanah.Setelah melihat kedua orang tuanya pergi baru Alden merubah raut wajahnya .
"Erik mereka disini lagi .... ?" Tanya Alden kepada Erik yang dari tadi hanya diam .
" Iya ....mereka udah mengikuti kita selama W Minggu ini tapi kenapa mereka hanya diam saja ."Jawab Erik penuh dengan selidik .
Kedua bocah ini tahu jika ada yang mengawasi mereka tapi mereka berdua tidak tahu siapa mereka sebenarnya .
" Sudah lah ... ayo masuk lagi pula orang orang Uncle Zero ada disekitar kita dan juga anak buah papa mu juga ." Lanjut Erik sambil menarik tangan Alden .
" Wah.... kau hebat sobat .....
__ADS_1