Pelakor Sah

Pelakor Sah
Makan malam dengan Mr Ben .


__ADS_3

Malam itu disebuah restoran yang mewah , terlihat pasangan suami istri yang sedang memasuki ruangan . Saat baru sampai mereka sudah disambut oleh pelayan yang .


"Selamat datang ..... tuan dan nyonya ." Sambut pelayan itu dengan membungkuk hormat .


" Reservasi atas nama Ss gruop..." Jawab Xavier dengan cuek .


" Baik ... tuan mari saya antarkan ,Disana juga baru saja datang tamu ." Sambung Pelayan itu berusaha sebaik mungkin .


" Hemm ... antar kami " Sahut Xavier .


Pelayan mengantarkan mereka disebuah ruangan VVIP yang memliki view yang nyaman dan indah .


" Silahkan masuk .... tuan dan nyonya semoga hari anda menyenangkan . Dan apa yang akan kalian semua pesan ." Pelayan itu bertanya lagi dengan tersenyum ramah .


" Bawakan ..saja makan terbaik kalian ." Jawab Xavier datar ." Kami mohon maaf sir kami malah datang terlambat ." Ucap Xavier kepada klien nya .


" Tidak masalah lagi pula kami juga baru datang . ." Ucap Klein itu dengan ramah . " Aahh.. ya kalau boleh tahu siapa wanita cantik ini ." Tanya Klien dengan hati hati dia tidak ingin menyingung taun muda yang ada didepannya .


" Aahh.... maaf saya sampai lupa memperkenalkan istri saya .." Jawab Xavier dengan canggung.


" Sayang ini Mr Ben klien kita ..Dan Mr Ben ini istri saya Ayesha .." Ucap Xavier memperkenalkan . Sedangkan Mr Ben memandang Ay dengan penuh kerinduan .


" Nak... apa kau putri Safira .." Tanya Ben dengan sedih dan juga ada rasa rindu .


" Bukan tuan saya tidak kenal dengan nyonya yang anda sebutkan ." Jawab Ay bingung kenapa bisa orang ini bertanya begitu.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan itu Xavier langsung berusaha mengalihkan perhatian mereka, Sedangkan Xavier sendiri tidak tahu jika klien ini kenal dengan mendiang mertuanya .


" Aahh mari Mr ...kita nikmati dulu makan ini semoga hidangan ini sesuai dengan selera anda ." Ucap Xavier yang mencoba mengalihkan perhatian mereka semua .


Ben seakan tahu jika ada sesuatu yang salah sehingga Xavier mengalihkan perhatian nya .


Pria paruh baya itu hanya bisa memandang resah kepada Xavier hingga ,Xavier menganggukkan kepala dan memberi kode dia akan menjelaskan nanti .


" Baiklah.... mari kita nikmati sepertinya menu kita kali ini sangat lezat." Ucap Mr Ben berusaha mencerna peringatan xavier dengan tenang .


Setelah beberapa saat mereka selesai dengan hidangan yang sudah mereka santap dengan tenang juga .


" Mas ... aku ingin ketoilet sebentar .." Bisik Ay kepada Xavier .


" Tidak perlu mas , temani saja Mr Ben lagi pula hanya ke toilet." Jawab Ay dengan malu .


" Saya permisi dulu Mr ." sambung Ay berpamitan .


" Pergilah minta antar kepada pelayan yang ada didepan .." Ucap Xavier dengan lembut .


" Baiklah mas ..... aku pergi dulu." Pamit Ay segera meninggalkan ruangan itu .


Setelah Ay pergi baru Xavier buja suara lagi .mengenai apa yang disebutkan Mr Ben sebelumnya .


" Mr.... maaf tadi saya mencegah Anda bertanya kepada istri saya... Karena istri saya memang tidak tahu siapa itu Safira tapi saya bisa pastikan jika memang dia putri dari Safira Malik dan juga Devano Oliver . Tapi saya mohon jangan pernah bahas masalah ini kepada istri saya . Saya hanya takut dia tertekan saat ini istri saya sedang hamil jadi saya harap anda bisa menjaganya ." Ucap Xavier setelah Ay pergi .

__ADS_1


" Jadi .... dia benar benar anak mereka , Ya tuhan.... pantas saja aku seperti melihat mata Pria itu tapi wajah Safira ." Lirih Me Ben .


" Lalu bagaimana.... apa selama ini dia tinggal di panti atau diadopsi oleh orang lain .." lanjut Mr Ben bertanya dengan sedih .


" Di rawat oleh Hamdan yang saat ini mengunakan nama Oliver ." Jawab Xavier ." 7 tahun yang lalu kami menikah setalah itu kami tinggal di London .Untuk saat ini hanya itu yang bisa saya katakan , jika anda masih penasaran anda bisa menemui Zero ." Sambungnya sambil menatap Mr Ben .


" Tunggu Zero siapa .... ?" Tanya Mr Ben bingung dengan apa yang dikatakan Xavier .


" Zayden Roman Oliver ...Pasti anda pernah mendengar nama ini ." Jawab Xavier sambil tersenyum .


" Ya ... Tuhan .... anak itu masih hidup . Dimana saya bisa bertemu dengan nya tolong tuan muda beritahu saya ." Ucap Mr Ben dengan semangat .


Xavier hanya menyodorkan sebuah kartu nama, kepada Mr Ben . Dengan senang hati Mr Ben menerima kartu nama itu .


" Terimakasih tuan ... saya kan segara menghubunginya semoga saja anak nakal itu masih mengingat ku ." Ucapr Ben dengan sedih .


🏵️🏵️🏵️🏵️


Guys ...jangan lupa like comen dan vote .....


berikan dukungan kalian biar tambah semangat ...


Sorry kemaren ngak bisa up 2 karena sedang sibuk .....


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️

__ADS_1


__ADS_2