
"Tidak mungkin.... tidak bukan pria ini bukan Devano tidak dia . Tidak mungkin anak itu sudah mati , Tidak jika kenapa bisa disini ." Batin Hamdan semakin gelisah .
" Tuan silahkan masuk .... biar tuan muda Zero yang menemani anda karena tuan besar juga sedang melakukan cek up kesehatan jadi dirumah sedang tidak ada orang ." Ucapan Ron membangunkan Hamdan dari lamunan .
" Aahh .... iya terimakasih saya akan menunggu mereka. " Sahut Hamdan dengan tergagap .
Pemandangan yang ada didepannya benar benar membuatnya tak habis pikir . Pria paruh baya itu dibuat terkejut berkali kali . Bar kemarin malam dia bertemu pria yang dulu begitu menginginkan Safira dan juga teman Devano .
Hari ini dia lebih dikejutkan oleh seorang pria muda , Dengan wajah yang begitu mirip dengan Devano bahkan mata itu mata Devano . Yah dia tahu jika hanya keturunan Oliver yang memiliki mata itu sama halnya Ayesha . Yang sudah dia rawat selama ini , Entah ini kebetulan atau tidak pertemuan ini membuatnya semakin gelisah .
Hamdan mengikuti Ron menuju ruang tamu, sedangkan pria muda itu kini terlihat menuju dapur . Hal itu juga tidak lepas dari pantauan Hamdan .
"Maaf kalau boleh tahu siapa pemuda itu ...?" Hamdan mencoba mengorek informasi dari Ron .
" Aahh .... itu tuan muda Zero teman tuan muda kami . Dia memang sudah menganggap rumah ini sebagai rumah keduanya . Apa lagi sejak dia menjadi yatim piatu puluhan tahun silam , tuan besar yang merawatnya disini ." Jawab Ron sesuai dengan apa yang dipesankan Zero .
" Oohh .... terima kasih aku kaget saja melihat nya disini . " Seru Hamdan dengan lirih .
" Saya tinggal dulu tuan .... silahkan diminum teh hijau ini ." Ujur Ron berpamitan kepada Hamdan .
Hamdan hanya bisa melihat sekeliling , mata tua itu tidak lepas dari pemuda yang kini sedang berjalan kearahnya .
__ADS_1
" Maaf tuan Oliver ..... tadi saya ada keperluan dulu dengan dapur yah.... maklum lah cari sarapan ...hehe ..." Zero menyapa Hamdan dengan ramah .
" Tidak masalah tuan muda ... anda bisa melanjutkan sarapan anda." sahut Hamdan dengan tenang meski didalam hatinya kini sedang ketakutan .
" Hah.... sayang sekali aku pikir bisa sarapan dengan mereka disini tapi malah sudah tidak ada orang ." Ucap Zero dengan raut kecewa .
" Ha ha ... mungkin mereka ada keperluan diluar ." Jawab Hamdan canggung ." Anda sudah lama tinggal disini taun muda..?" Hamdan mencoba bertanya untuk mengorek informasi .
" Iya ... sudah lama sejak kecelakaan orang tua ku , hah .... tapi sayang sekali aku tidak ingat apa pun wajah meraka saja aku tidak tahu ." Zero menjawab dengan mimik sedih . Yah memang hebat akting nya . Jika disitu dan Anton sudah pasti dia akan mendapatkan piala .
" Maksud anda ... anda mengalami hilang ingatan..?" Hamdan mencoba memastikan lagi .
" Aahh.... saya ingin bertemu dengan Ay anak saya . Ada sedikit masalah dengan kakaknya mungkin saja dengan kedatangan Ay bisa menghibur sang kakak." Jawab Hamdan . pria paruh baya itu mencoba untuk memberitahu .
" Oohh.... " Hanya itu yang keluar dari mulut Zero meski dia ingin tertawa keras, Namum terpaksa dia tahan .
" Tapi sepertinya mereka tidak akan pulang hari ini . Mereka sedang perjalanan luar kota , mereka sedang menghabiskan waktu dengan anak anak ." Sahut Zero membuat Hamdan semakin meradang .
" Hah.... jika begitu saya akan kembali besok saja . karena saya masih ada perkerjaan lain yang harus saya tangani jadi saya pamit dulu ." Ucap Hamdan untuk undur diri .
Pria paruh baya itu sudah tidak sanggup jika harus berlama lama berhadapan dengan pemuda yang memiliki ,wajah serupa dengan Devano .Sebelum Hamdan melangkah keluar Zero kembali buka suara yang membuat Hamdan ketakutan .
__ADS_1
" Paman .... anda harus hati hati dijalan dan juga jangan lupa periksalah mobil paman dengan benar saya tidka ingin , jika paman nanti mati seperti orang tua saya ." Ucap Zero memperingati Hamdan yang baru saja keluar menuju mobil nya .
" Baik taun muda terima kasih sudah memperhatikan pria tua ini ." Jawab Hamdan yang langsung masuk kedalam mobil .
Disepanjang perjalanan Hamdan benar benar dibuat ketakutan apa lagi di belakang mobilnya terlihat adanya mobil lain yang terus mengikutinya .
Sampai dipersimpangan jalan mobil yang selalu mengikuti Hamdan kini melaju dengan kecepatan diatas rata - rata .
Brakkk........
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Guys .....
mendung kayak ini nih enaknya ditemani segelas kopi .
krim kembang ma kopi yuk kita ngopi bareng.
Jangan lupa ya like comen and vote .
🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1