
Hubungan Anton dan Zahra pun kian membaik meski Zahra belum , memberikan jawaban atas lamaran yang dilakukan Anton .
Hal itu tidak lah membuat Anton berkecil hati. Dia tahu Zahra masih trauma dengan pernikahan yang pernah dialami .
" Mas .... apa kandungan Ay akan baik baik saja ." Tanya Zahra yang menunggu didepan ruangan dokter Maura .
" Semoga saja Ra jika tidak aku tidak tahu bagaimana nasib kedua orang." Jawab Anton sambil menendang lembut Zahra .
" Iya mas .... " Balas Zahra wanita satu anak itu mengalihkan pandangannya.
" Ma .... kenapa wajah mama memerah begitu sih ." Tanya Alden dengan polosnya .
" Tidak .... mama tidak pa pa .." Jawab Zahra gelagapan .
" Oohh ..... mama yakin mama tidak sakit kan kalau mama sakit kita bisa langsung periksa keadaan mama." Lanjut Alden khawatir .
" Mama .... tak apa boy mama hanya sedang kepanasan saja." Jawab Anton yan tahu kenapa Zahra wajahnya memerah .
" Oohh memang sih hari ini panas ... benar kan Rik ." Tanya Alden kepada Erik yang dari tadi hanya terdiam .
" Eemm .... iya panas ." Jawab Erik dengan mata yang tak lepas dari Zero yang kini sedang berjalan mondar mandir didepan pintu .
" Tuan .... bisakah anda duduk " Ucap Erik kepada Zero dengan nada rendah . Membuat Zero berhenti dan memandang kearah Erik .
" CK ... baru kali ini ada anak kecil yang tidak takut kepada ku ." Batin Zero .
" Diam lah aku sedang khawatir keadaan keponakan ku jadi jangan banyak tanya ." Jawab Zero sarkas .
__ADS_1
" Kalau anda mondar mandir juga tidak akan membaut kandungan nyonya akan baik baik saja ." Jawab Erik lebih sarkas dari pada Zero .
" Wow.... baru kali ini ada yang berani membalas perkataan ku luar biasa anak ini ." Gumam Zero .yang menatap Erik sengit yang dibalas tatapan tajam Erik .
" Haish..... kau ini apa akan bertengkar dengan anak kecil ." Seru Anton yang dirasakan hawa semakin tidak enak dari kedua pria beda usia itu .Anton akui jika Erik mempunyai aura yang berbeda dari anak seumurannya.
" Ck.... siapa anak kecil ini kenapa dia begitu berani ." Tanya Zero melirik Anton .
" Namanya Erik uncle dia teman sekolah Alden ." Jawab Alden dengan bangga .
" Lalu anak siapa kalau kau itu jelas anak Anton .. karena kau itu dupilkat Anton ." Tanya Zero kepada Alden .
" Tentu saja aku anak papa ..... kalau Erik dia tidak punya papa dan juga mama dia hanya tinggal bersama neneknya ." Jawab Alden sambil berbisik .
Mendengar itu Zero hanya bisa diam dengan sejuta pertanyaan yang ada didalam pikirannya . Pria itu seakan pernah melihat orang yang hampir mirip dengan Erik mata Erik yah mata itu pernah Zero lihat ketika masih berada di Jerman .
Tak lama Ay dan juga Xavier keluar dari ruangan dokter Maura . Dengan wajah yang semeringah bahagia .Membuat semua orang yang menuggu tersenyum lega .
" Ay bagaimana keadaan dedek nya tidak apa apa kan Ay ..."Zahra bertanya dengan cemas .
" Tidak Ra semua baik ... aku tahu Ra detak jantungnya membuat kami bahagia ." Ucap
Ay dengan penuh rasa haru .
" Tentu saja Ay aku juga pernah merasakannya rasa itu menjadi semangat buat ku " Jawab Zahra dengan wajah bahagia saat mengingat kenangan dulu .
" Kau benar Ra .... Tapi sekarang ayo kembali keruangan Ay dulu Ay belum bisa diluar terlalu lama ." Potong Xavier ." Dan kau kenapa masih disini bukannya kerja .?" Ucap sarkas Xavier kepada Zero .
__ADS_1
" Aku ini pengangguran ..... kerja tidak penting Oohh ... yah aku lupa mulai besok Oliver gruop akan aku ambil alih ."Jawab Zero santai .
" Kak .... papa bilang dia bangga dengan Kakak .mama bilang dia sayang kakak ." Ucap Ay dengan lirih .
" Aku tahu .... sayang jangan dipikirkan yah nanti kita kan tengok mereka bersama sikecil ." Jawab Zero dengan penuh rasa sedih .
" Ehem .... sudah ayo balik kekamar dulu baru bicara dengan orang ini ." Ajak Xavier sambil mendorong kursi roda yang dipakai Ay .
" Iya mas .... kamu ini posesif banget sih ." Ucap Ay sambil menampol tangan sang suami .Yang disambut gelak tawa dari Andre dan juga Anton .yang sedari tadi hanya melihat mereka .
Akhirnya mereka semua mengikuti pasnagan itu kembali kekamar .Namun sebelum mereka Samapi tiba tiba saja Erik menarik tangan Zero .
" Tuan ... katakan dimana kedua orang itu aku ingin memberi mereka pelajaran karena sudah bernai membuat nyonya dan dedek bayi kesakitan ." Ucap Erik dengan mata tajam seakan ingin menghabisi orang .
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Sorry guys baru bisa up badan masih sakit semua guys jadi ngak bisa mikir .
Nanti jika banyak typo mohon maaf yah .
Jangan lupa guys buat like comen dan juga vote jika kalian masih punya vote .
Kembang kopi nya juga ya biar cepat sembuh
Thanks you all .
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1