Pelakor Sah

Pelakor Sah
Pernikahan Anton dan Zahra


__ADS_3

Setelah lamaran yang sukses dalam waktu satu Minggu Anton juga sudah menyiapkan pernikahan nya dengan zahra . Hari ini dimana dia akan melakukan akad nikah yang disaksikan oleh orang orang yang selalu mendukung nya .


Hari sudah semakin siang terlihat seorang pria yang kini sedang duduk , dengan cemas karena akan melakukan akad .Anton terlihat cemas disampingnya ada Alden yang tersenyum dengan manisnya .


Pria kecil itu merasa tidak ada lagi yang paling membuatnya bahagia seakan pernikahan orang tuanya . Alden berharap tidak ada lagi yang akan menganggu acara ini .


" Papa ... yah tidak hari ini aku sangat bahagia ." Ucap Alden kepada Anton , wajah cemas Anton sirnah begitu saja setelah mendengar ucapan sang anak .


" Kenapa apa yang membuat mu bahagia saat ini bilang sama papa ..?" Tanya Anton sambil mengusap kepala Alden dan itu disaksikan oleh banyak mata .


" Iya ... karena hari ini papa akan menikahi mama jadi nanti tidak akan ada yang berani lagi menghina mama ." Jawab Alden dengan polosnya .


" Tenang saja oke .... ada papa disini maaf kan papa selama ini papa tidak ada untuk kalian ." Sahut Anton dengan haru .Pria itu bisa melihat dari mata Alden ada sebuah luka yang ditutupi nya .


" Iya ...pa aku percaya bersama dengan papa mama pasti akan bahagia ." Jawab Alden dengan penuh keyakinan .


Tak lama penghulu datang dan acara akad akan segera dilakukan .Sedangkan dikamar Zahra bersama dengan Ay dan juga nenek Elma .


"Ay .... ini bukan kah pernikahan pertama ku tapi kenapa aku merasa gugup seperti ini .? Ini berbeda dari saat dulu aku menikah dengan orang itu Ay ?" Ucap Zahra dengan gugup dia tidak menyangka jika akan menikah lagi seperti ini .


" Ha ha ha ...mungkin ini karena kau mencintai orang yang akan kau nikahi . Kau tahu Ra saat aku menikah dengan Xavier aku tidak merasakan apa pun karena memang dari awal aku tidak mengenalnya .Apa lagi setalah akad aku pulang bersama mereka dan dijemput oleh Anton .Aku benar benar bingung waktu itu wajah suami ku saja aku tidak tahu Ra , coba bayangkan selama 7 tahun aku menikah dengannya tidak sedikit pun aku tahu wajah nya meski tiap malam Xavier selalu ada disamping ku ." Ungkapan Ay sambil tersenyum mengingat kebodohannya saat tidak tahu wajah sang suami Yangs sering berada disekitarnya .

__ADS_1


" Aku yakin .... saat itu kau ketakutan saat ada pria yang masuk kedalam kamar mu ." Tebak Zahra sambil memicingkan mata.


" Hah ... bukan hanya takut Ra tapi juga hampir stres aku tapi akhirnya aku terbiasa dengan itu . Dan yang ada dipikiran ku saat itu hanya satu apa kau sudah selingkuh dari suami ku itu saja yang ada dibenak ku mau bagaimana pun aku nyaman saat tiap malam pria itu berada dikamar ku ." Jawab Ay dengan gambalang.


"Aahh...aku membayangkan saja sudah merinding Ay , Apa lagi kamu ." Sahut Zahra wanita akan menikah itu masih saja bercerita sampai terdengar suara keras dari luar kamar .


Sah.......


Air mata Zahra menetes mendengar suara itu , dia masih tidak percaya kalau hari ini dia akan menikah untuk kedua kalinya dan kaki ini dia berdoa semoga pria kali ini ada lah yang terahkir dalam hidupnya .


" Selamat Ra semoga kau akan dilimpahi dengan kebahagian , dan juga semoga bisa cepat memberi Alden adik ." Ucap Ay memberi selamat kepada Zahra yang kini sudah memerah .


" Terima kasih Ay doakan saja semoga ini yang terahkir ." Jawab Zahra dengan haru .


Tok...


tok..


" Mama.... ayo keluar semua sudah menuggu mama diluar ." Ucap Alden saat membuka pintu kamar yang ditempati Zahra saat ini .


" Terima kasih sayang sudah menjemput mama ." Jawab Zahra mengandeng tangan mungil Alden untuk menuju kepada sang suami yang saat ini menantinya dengan senyuman .

__ADS_1


Zahra duduk disamping Anton dan menyalami Anton .sedangkan pria itu mengecup kening Zahra dengan Punuh cinta .


" Terima kasih Ra sudah bersedia menjadi istri ku. ." Ucap Anton lirih yang masih bisa didengar Zahra .


Kedua nya menandatangi surat surat yang sudah dibawa oleh petugas yang mengurus pernikahan keduanya .Setelah semua selesai mereka melanjutkan acara dengan makan bersama kerena tidak ada resepsi pernikahan mereka juga hanya dihadiri oleh orang orang tertentu dan beberapa pegawai kantor.


Alden bocah itu berceloteh dengan gembira yang membaut suasana menjadi ramai dengan berbagai cerita Alden .


" Mom ... nanti aku tinggal bersama mom yah kata Dad aku tidak boleh menganggu mama Sam papa yang akan membuat adik untuk ku ." Ucap Alden membuat semua orang saling pandang .


" Tentu saja ... boy nanti kau harus ada dirumah bersama dengan Kakek ini ." Sahut Tuan besar Subastian .


" Aahh kakek yang terbaik ." Sambung Alden dengan senang .


" Hey .... kau tidak lupa jika masih punya kakek kan bocah nakal ." Sahut Faisal sambil cemberut .


" Kakek .... Al tidak lupa tapi kakek kan sibuk dengan bisnis kakek kakek yang sekarang ." Jawab Alden dengan senyum .


" Aahh ... aku benar jika tidak sudah kakek culik kau ." Jawab Faisal dia tidak membantah hal itu saat ini Faisal sedang berusaha untuk mengambil kemabli yang sudah dirampas oleh satria .


" Tenang saja ... biar bocah ini bersama ku itu akan membuat ku lebih santai dirumah dari pada menganggu mereka berdua ." Jawab kakek subastian .

__ADS_1


Zahra wanita itu kini sudah memerah mendengar obrolan dari mereka semua .


__ADS_2