Pelakor Sah

Pelakor Sah
Pengakuan Anton kepada Zahra


__ADS_3

" Ra .... jika aku berkata kalau Alden anak ku apa kau percaya ..?" Anton bertanya sambil menatap mata Zahra yang saat ini sedang kosong .


" Apa maksud mu mas ..... jangan bercanda meski selama ini kau selalu baik kepada kami ." jawab Zahra .wanita cantik itu kini dalam keadaan kosong .


" Ra .... aku lah orang malam itu Ra . aku mencoba menolong mu dari bandot tua itu tapi.... aku juga tidak bisa berbuat banyak saat obat yang diberikan mantan mu tidak ada penawarnya kecuali kau melakunya ." Ucap Anton lirih .


" Setalah malam itu aku kembali ke London menemani bos disana . Yah ... itu lah penyesalan ku yang tidak mencari mu dengan cepat .Aku minta maaf Ra .... ini salah ku tidak seharus nya aku meninggalkan mu agar bajingan itu menyakitimu seperti ini ." Lanjut Anton tertunduk sambil mengepalkan tangan nya .


" Jadi malam itu ..... mas yang ...." Ucap Zahra berhenti karena tangis nya .


" Yah.... itu aku Ra aku bahkan juga memangil dokter Andre untuk memberi mu penawar tapi sayang tidak ada penawarnya ." Jawab Anton sambil tertunduk .


" Tenang kan diri mu Ra aku mencintai mu dengan tulus aku tidak akan pernah meninggalkan kalian lagi ... jadi aku mohon jangan sedih lagi lihat Alden bahkan dia dengan bangga mengatakan jika dia tidak menyesal .Jika bajingan itu bukan ayah kandungnya ." Lanjut Anton sambil memandang Alden yang bermain dengan Erik .


Zahra ikut memandang itu wanita itu mengelap air mata nya . Yah tak seharusnya dia menangis . Seharusnya dia bersyukur masih bisa memiliki Alden .


" Terima kasih mas .... paling tidak Alden memiliki papa yang baik." Jawab Zahra lirih membuat Anton langsung memeluk Zahra .


Membuat pasangan itu saling diam dengan saling memeluk . Menyalurkan perasaan mereka saat ini .


🌼


🌼

__ADS_1


🌼


Setelah hampir satu minggu Hamdan dirawat, akhirnya pria paruh baya itu kini diijinkan untuk kembali beraktivitas .Sedangkan keadaan Saniya semakin miris wanita itu, sering berteriak dan juga mendes4h, tak karuan jika ada yang menyentuhnya .


Hal itu membuat Hamdan semakin tak bisa berfikir lagi .Sampai memutuskan membawa saniya kerumah sakit jiwa .


Begitu pula kekacauan juga terjadi perusahaan yang selama ini dipimpin oleh Hamdan .Saat ini saham mereka benar benar anjlok dititik terendah .


" Apa yang harus aku lakukan lagi .... hah... menjual perusahaan ini pun belum tentu bisa membayar semau nya ." gumam Hamdan .


" Yah .... aku harus memanfaatkan ketidak tahuan anak itu Iya . aku akan membuat anak itu mau membantu ku ." Sambung Hamdan .


Tanpa pikir panjang lagi dia bangkit dari ranjang dan menuju kediaman Subastian .


" Aku akan kerumah Ay aku akan meminta bantuannya ." Jawab Hamdan .


" Mama ikut pa.... mungkin saja mama bisa membantu membujuk anak itu ." Seru Soraya mengerjai suaminya .


" Ya .... sudah ayo cepatlah .Diman ayo kerumah Ay sekarang." Teriak Hamdan .


Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang cukup padat.Tak butuh waktu lama mobil yang ditumpangi Hamdan dan Soraya sampai didepan gerbang .


" Selamat malam .... tuan " Sapa Scurity yang menjaga gerbang .

__ADS_1


" Yah.... tolong kami ingin bertemu dengan anak dan menantu kami ." Jawab Soraya dengan angkuh .


" Baik nyonya silahkan masuk ..." Jawab scurity itu dengan ramah .


Mobil itu memasuki halaman depan rumah keluarga subastian .Didepan pintu Ron sudah menyambut mereka .


" Selamat datang kembali tuan silahkan masuk ... tuan muda dan yang lainya sedang makan malam . Mari saya akan mengantarkan anda berdua ." Sambut Ron dengan ramah selayaknya menyambut tamu .


" Bagus .... mari antar kam." Soraya dengan anda angkuhnya .


Ron mengantar mereka berdua kemeja makan . Disana juga terlihat adanya Zero yang sedang makan dengan santainya seperti dirumahnya sendiri .


" Tuan muda mertua Anda sudah datang ..." Ucap Ron saat mereka sampai dimeja makan .


" Silahkan..... duduk tuan mari kita makan malam bersama ." Sambut tuan besar Subastian .


" Terima kasih .... tuan besar maaf kedatangan kami mengganggu makan malam kalian ." Ucap Hamdan dengan basa basi .


" Ay ... nak kenapa dari tadi hanya diam saja . Apa ada yang tidak enak nak ..." Tanya kakek yang melihat Ay terdiam sejak kedatangan keduanya .


" Tidak kek..... Ay hanya merasa tidak enak badan saja." Jawab Ay sekenanya .


Wanita hamil itu merasa sangat marah kepada orang yang baru datang . kemana mereka selama ini saat keadaan hampir bangkrut mereka malah mencarinya.

__ADS_1


__ADS_2