Pelakor Sah

Pelakor Sah
Kau masih hidup


__ADS_3

" Tolong keluarkan kami ..... aku kan melaporkan kalian jika tidak segera melepaskan kami .." Soraya berteriak untuk dilepaskan sedangkan orang orang yang menjaga hanya diam .


Sampai terlihat siluet pria yang cukup mereka kenal .Yah Zus datang setelah pergi membawa mereka berdua .


" Kalian ini .....kenapa berisik sekali ... Dan taun Hamdan ini baru permulaan sepertinya peringatan yang diberikan bos tidak lah berefek kepadamu ." Ucap Zus rendah .Pria itu menatap dengan jijik .


"Kau tahu kan siapa kami jadi lepaskan kami .... aku akan membayar kalian jadi cepat lepaskan kami ." Sahut Soraya dengan angkuh .


" CK....bayar dengan apa nyonya , kau pikir kau masih punya uang untuk membayar kami CK ..CK... menyedihkan ." Seru Zus berdecak yang disertai cibiran .


" Anak muda ..... siapa sebenarnya kalian kepada kau mengurung kami disini ." Hamdan angkat bicara dengan dipenuhi kemarahan.


" Kau bertanya kami siapa ...... luar biasa ." Sahut pria tampan yang baru masuk keruangan itu . Dibelakangnya diikuti seorang pria yang begitu dikenal oleh Hamdan dan juga Soraya .


Prok..... prok....prok...


Zero bertepuk tangan melihat Hamdan yang memandangnya dengan tajam .


" CK.....jangan memandang ku begitu paman . Apa kau sudah lupa dengan wajah imut ini ..wah bukankah dulu kau mengatakan bahwa aku ini sangat menggemaskan paman." Ucap Zero sambil duduk dikursi yang sudah disediakan oleh anak buahnya .

__ADS_1


" Kau.... Kau .... Kau ... tidak .... mungkin ." Ucap Hamdan semakin yakin jika pria muda dihadapannya ini adalah tuan muda kecil yang dulu .


" Ayden ..... kau masih hidup .? Tidak mungkin kamu pasti orang yang mengaku saja .?" Seru Hamdan .


" Ha ha ha ..... Ayden ...... ha ha ha ..... aku saja sudah lupa nama itu paman jika bukan kau yang menyebutkannya .Aahh iya sudah hampir 25 tahun paman .." Jawab Zero dengan tawa yang menggema membuat yang mendengar nya merinding .


" Cukup ..... lepaskan kami jika tidak kau pasti akan menyesal ." Soraya berteriak ." Dan kau ... kau hanya itu anak babu cepat lepaskan majikan mu ini apa yang kau lakukan malah hanya berdiri disana ." Seru Soraya saat melihat Radit hanya berdiri dibelakang Zero .


" Siapa yang kau sebut babu nyonya ... aku punya penawaran untuk anda ....." Ucap Radit dengan santai .


" Penawaran kau berani mengatakan penawaran ... Dasar tidak tahu di untung cepat lepaskan kami ." Perintah Soraya yang masih dengan sombongnya dan tidak menyadari jika maut sudah menantinya .


" Diam ... Sora kita tidak punya kesempatan untuk itu .Radit sejak kapan kau menghianati ku ." Hamdan bertanya dengan wajah masam penuh serat kemurkaan .


Disebuah rumah sakit tepatnya di ruangan Ay dirawat terlihat pria tampan itu masih , senantiasa memandangi wajah terlelap sang istri .


" Sayang ..... kapan kau bangun Hem.... bangun sayang aku merindukan mu ." Gumam Xavier . Samapi Anton datang bersama Zahra .


Cklek ....

__ADS_1


Pintu terbuka membuat Xavier menoleh melihat siapa yang datang .


" Bos .... bagiamana keadaan nyonya saat ini .?" Ucap Anton terlihat anda kecemasan dimatanya .


" Dokter bilang dia hanya syock tapi sampai sekarang Ay belum juga sadar ." Jawab Xavier lemah .


"Tolong panggil Andre kesini .... aku ingin dia kembali memeriksa Ay ,Kapan dia akan sadar ." Ucap Xavier lirih . Anton pergi mengikuti perintah yang bos yang saat ini terlihat sangat kacau .Sedangkan Zahra hanya bisa diam sambil berdoa semoga sahabatnya ini cepat bangun .


" Kalau saja aku tidak mengijinkan mu kekamar bersama nya . Kau tidak akan seperti ini sayang maaf kan aku bangun lah jangan hukum aku dengan cara seperti ini ." Lirih Xavier . Pria yang selalu terlihat arogan itu kini menunduk lemah saat melihat sang istri yang tengah terbaring dengan tangan yang diinfus .


" Berdoa lah tuan semoga Ay cepat sadar ... dan anda tidak boleh begini aku yakin Ay pasti akan sedih jika melihat anda , dalam keadaan kacau seperti ini ." Ucap Zahra yang mencoba untuk menenangkan Xavier yang semakin kalut .


Xavier hanya diam saja tak menjawab perkataan Zahra . Dia tahu apa yang diucapkan wanita dari asistennya itu benar .Istrinya tidak suka melihat dia dalam keadaan kacau seperti sekarang .


Tak lama Anton datang dengan dokter Andre sesuai dengan permintaan sang bos .


" Aku akan melakukan pemeriksaan kepada istri mu dulu oke .... jangan memandang ku seperti memandang pencuri begitu ." Seru Andre saat melihat Xavier yang menatapnya tajam . Setelah selesai memeriksa Ay Andre menghela nafas kasar .


" Istri mu tidak ada masalah keadaanya stabil mungkin saat ini . Dia sedang lelah jadi biarkan dia tertidur sejenak . Dan untuk kandungannya biar besok Maura yang menjelaskannya lagi yang pasti saat ini istri mu dalam keadaan baik baik saja ." Jelas Andre " Jadi bersabarlah ..... aku yakin istri mu akan segera bangun berdoa lah ." Lanjut Andre sambil menepuk pundak Xavier yang terlihat berantakan .

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Guys .... kembang kopi nya jangan lupa ya ...


__ADS_2