Pelakor Sah

Pelakor Sah
Rancangan Erik


__ADS_3

Xavier memasuki kamar dengan pelan dia bisa melihat sang istri yang tengah berbaring diranjang dengan sebuah buku yang ada ditangan nya .


" Sayang.... apa yang sedang kau lakukan .." tanya Xavier mendekati Ay .


" Oohh ini .... aku sedang membaca buku yang aku dapat dari pemeriksaan kemarin .." jawab Ay " Sini deh ...mas kita baca bareng disini juga ada cara untuk suami siaga .." lanjut Ay menepuk kasur yang kosong yang ada disebelahnya ..


" Oke..... " jawab Xavier yang langsung berbaring disamping Ay dan memeluknya .


" Mas.... kamu kenapa kusut begini..." Tanya Ay yang melihat sang suami sedang dalam keadaan tidak baik .


" Aku tak apa sayang.... aku hanya ingin memeluk istri mas ini aja dan mas juga merindukan kesukaan mas..." ucap Xavier menggoda Ay yang kini cemberut mendengar perkataan Xavier .


" CK .. dasar mesum nih baca sendiri aku sudah selesai aku mau tidur ..." ucap Ay sambil menarik selimut menutupi tubuhnya .


"he he he... sayang udah Aahh jangan ngambek gitu cantiknya hilang loh ." ucap Xavier .


" Bomat.... Bodo amat.." jawab Ay dari balik selimut .Xavier tersenyum melihat kelakuan Ay yang merajuk .


" Sayang semoga apa yang nanti terjadi kau akan tetap kuat menjalaninya ..aku akan menemui pria itu untuk memastikan sendiri jika itu benar mungkin semua akan jelas bagaimana bisa Hamdan membawa mu dan kakak mu menghilang begitu saja.." batin Xavier yang mengusap lembut rambut Ay .


Tak lama Xavier memeluk tubuh Ay dan ikut terlelap menuju alam mimpi .

__ADS_1


Disebuah rumah berlantai dua terlihat seorang pria dewasa dan juga dua orang anak sedang berbaring diranjang sambil bercerita.


" Papa.... Erik ingin belajar tentang saham pa .." Alden berkata dengan berbisik kepada Anton .


" Hah ... kamu yakin boy ." tanya Anton memandang putra nya itu .


" Iya.... papa kemarin Erik melihat papa yang sedang mempelajari saham dan Erik tertarik untuk itu katanya dia kan menjadi pengusaha yang hebat biar tidak ada yang menindas nya lagi ." jawab Alden .


" Oke ... nanti kita belajar bersama .." jawab Anton yang tak habis pikir ada anak seperti mereka berdua .


" Erik .... kemari ayo tidur apa yang kau kerjakan itu.." panggil Anton karena Erik masih saja sibuk dengan bukunya .


" Baik tuan ..... aku sedang merancang ini.." jawab Erik yang memperlihatkan sebuah senjata yang mungkin itu akan membuat orang kagum .


Deg ...


Jantung Anton berdetak lebih cepat melihat gambar itu dia sangat terkejut melihat itu .


" Erik .... siapa yang mengajari mu menggambar itu ..." Anton bertanya dengan hati hati.


" Erik menggambarnya sendiri tuan ... aku juga tidak tahu tapi ide gambar itu muncul di kepala ku begitu saja .." jawab Erik .

__ADS_1


" Ya... sudah letak kan itu dan cepat tidur dulu ini sudah malam .." ucap Anton yang segara memerintahkan keduanya untuk tidur .


Setelah keduanya tidur Anton baru keluar dari kamar itu dan bertemu dengan Zahra yang berdiri didepan pintu .


" Mas.... apa anak sudah tidur .." Zahra bertanya dengan lembut .


" Sudah .... mereka sudah tidur lebih baik kamu juga istirahat kamu juga lelah ..." jawab Anton .


"Iya ... mas Aahh aku lupakan besok nenek Erik sudah bisa pulang kata dokter keadaan nenek sudah lebih sehat .." Zahra berkata dengan senang dan juga tersenyum lembut .


yang membuat jantung Anton berdetak lebih cepat .


Deg ... deg ...deg....


" Ra.... lain kali jangan tersenyum begini didepan pria lain .." ucap Anton lirih tanpa sadar dia sudah terpesona dengan senyum Zahra .


" Eehhh ... apa mas " tanya Zahra yang tidak begitu mendengar ucapan Anton .


" Tidak ... apa besok kita bisa jemput nenek Erik aku akan bertanya kepada tuan mereka akan tinggal dimana nantinya ." jawab Anton .


" Oohh... ya sudah aku akan kembali kekamar untuk istirahat mas .... jangan bergandang terus istirahat lah kerja bisa besok ..." ucap Zahra .

__ADS_1


" Eemm.... pergi lah selamat malam .." jawab Anton memandangi Zahra dengan lekat .


" Eemm... selamat malam juga mas .." jawab Zahra malu malu .


__ADS_2