Pelakor Sah

Pelakor Sah
Kesedihan Ay kebebasan Faisal


__ADS_3

Keadaan luar rumah kini sudah berantakan membuat siapa pun yang melihatnya pasti berfikir jika rumah ini sedang dirampok .


Scurity yang bertugas juga dalam keadaan yang mengenaskan .Sedangkan mang Diman dan juga Bi sari yang baru datang dari belanja kaget melihat scurity yang sudah pingsan.


Mang Diman dengan cepat menghubungi anaknya Radit untuk memberitahu jika ada kekacauan dirumah .


" Hallo ...nak bisakah kau pulang bersama tuan halaman rumah hancur dan scurity yang berjaga pingsan ." Ucap Mang Diman dengan panik .


" ............ Yah sebentar lagi pak aku akan segara memberi tahu tuan ......" Terdengar jawaban dari sebrang telfon .


" Baik lah.... usahakan secepat mungkin bapak takut jika ada rampok .." Sahut mang Diman .


" Iya ...pak.... Bapak sama ibu jangan kedalam dulu . Dan tolong scurity itu itu dulu.." Sambung Radit .Setelah mematikan telfon Radit segera mencari Hamdan yang saat ini berada diruangannya dalam keadaan kacau setelah tidak mendapatkan kesepakatan dengan pemegang saham dan juga dewan direksi .


" Sial.... kenapa bisa anak itu memiliki 20 persen dari saham itu ." Umpat Hamdan yang kesal kerena Ay memiliki saham yang cukup besar .Umpatan demi umpatan terdengar dari mulut Hamdan sampai Radit datang . Dengan tergesa gesa yang membuat Hamdan semakin berang.


" Tuan .... baru saja bapak menelfon jika scurity dirumah pingsan dan rumah dalam keadaan kacau ." Ucap Radit yang langsung menerobos masuk tanpa mengetuk pintu .


" Sial .... apa lagi ini apa itu ulah dari orang orang yang sedang mencari anak sialan itu .?" Seru Hamdan semakin murka ." Sudah kita pulang sekarang .. jika benar ini ulah anak sial itu aku tidak segan segan lagi ." Lanjut Hamdan bergegas pergi meninggalkan kantornya .Dibelakang Radit tersenyum sinis dia tahu pasti jika itu ulah dari Zero .

__ADS_1


"CK ..... menjengkelkan kenapa dia harus membuat ku repot lagi hah...." Batin Zero dia merasa jengah jika harus membereskan keributan yang dilakukan Zero .


Ay yang baru saja sampai dikantor sang suami, sudah disambut dengan pelukan dan juga berbagai pertanyaan absrud dari Xavier .


" Sayang kamu tidak terluka kan? ... Pria tua itu tidak bertindak kasar kan ?....Sayang jangan diam saja aku khawatir saat kamu pergi kesana .." Berbagai pertanyaan dilontarkan Xavier sambil memutar tubuh Ay dia seakan mencari sesuatu takut jika Ay terluka .


" Bukan tubuh ku yang sakit mas tapi disini...." Jawab menujuk dadanya ." Apa aku ini bukan anak nya mas kenapa aku tidak bisa menemukan ... rindu dimata papa setelah sekian lama aku tidak pulang .?" lanjut Ay bertanya tanya kenapa tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari keluarganya itu .


" Sayang.....sudah ya ada mas yang akan selalu merindukan mu ada mas yang akan selalu memberikan kasih sayang dan juga cinta yang tak terhingga .." Jawab Xavier yang mengeratkan pelukannya kepada sang istri .


" Hiks.... hiks...hiks.... sakit aku mas ..." Tangis Ay pecah saat berada dipelukan Xavier .Dengan penuh kesabaran dan juga amarah Xavier berusaha untuk tetap menenangkan sang istri .


" Sayang....jangan menangis oke ... kamu ingat kan jika kamu sedih baby juga ikut sedih jadi tolong jangan menangis jika tidak aku akan hilang kendali dan langsung memusnahkan pria tua keP4rat itu .." Ucap Xavier membuat Ay berhenti menangis memandang sang suami yang sedang menahan amarahnya .


" Baiklah tapi ingat jangan pernah bersedih lagi dan jangan menangis oke ... karena kamu tidak sendiri ada aku dan yang lainya yang akan selalu ada untuk mu.." Seru Xavier sambil memeluk sang istri mencoba untuk meredam amarahnya yang sudah memuncak .


Entah siapa yang memulai terlebih dulu kedua insan itu kini sedang bercumbu dengan mesranya .Untung saja ruang itu bisa terkunci otomatis dari dalam .


Sedangkan saat ini Anton berada dikantor polisi untuk menjemput ayah Zahra yang hari ini telah bisa bebas .Anton sengaja tidak memberi tahu Zahra jika hari ini ayahnya telah bebas .

__ADS_1


" Selamat tuan Faisal anda kini sudah bebas dan untuk khasus ini kami akan melakukan peninjauan ulang... Dan tuan Anton kami ucapkan terimakasih anda telah membawa bukti jika tuan Faisal tidak bersalah.." Ucap polisi yang menangani masalah Faisal .


" Sama sama pak ... kami lah yang harus berterima kasih karena bisa membantu tuan Faisal bisa cepat bebas ." Jawab Anton dengan sopan ." Kalau begitu kami akan pamit terlebih dulu dan yang lainnya akan diurus oleh pengacara kami .." Lanjut Anton sambil bersalaman dengan petugas polisi .


" Sekali lagi selamat pak lain kali jangan mudha tertipu oleh mulut manis .." Ucap polisi itu menjabat tangan Faisal .


" Terima kasih pak ..... sudah mau menjaga daya selama disini ." sambut Faisal dengan haru ..


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Hay....Hay ...


Guys boleh minta kopi sama bunga nya .....


Biar author jadi semangat lagi ....


Thanks guys .....


Jangan lupa like comen and vote ya.....

__ADS_1


Bye bye guys ....


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2