
Setelah perdebatan yang antara Anton dan Zero akhirnya berhenti . Zero pun berpamitan kepada Ay untuk pulang karena ada yang harus dia urus .
Namun sebelum keluar Erik mengikutinya , Dan bersikukuh untuk memberi pelajaran kepada kedua orang yang sudah menyakiti Ay dan juga calon bayinya .
Dengan berat hati Zero menyetujui permintaan Erik yang terkesan memaksanya . Dan juga rasa penasaran Zero kepada Erik semakin tinggi saat bocah 5 tahun itu tidak lah takut saat sudah berada dimarkas .
" Kalau takut bilang saja ....aku kan meminta orang untuk mengantar mu pulang ." Ucap Zero sarkas sambil melirik Erik yang berjalan disampingnya .
" Tidak .... aku sudah terbiasa dengan hal ini ." Jawab Erik malas .Membuat Zero melonggo mendengar jawaban Erik .
" CK .... terserah aku sudah memberi tahu mu jika ini tempat bukan untuk anak kecil ." Sahut Zero dingin .
" CK ..... " Decak Erik sambil mengeluarkan sebuah belati dari tas yang dibawanya . Jika itu bukan Zero tidak akan ada yang tahu jika itu belati asli melainkan mainan .
" Wow .... kau punya mainan bagus bocah tapi itu hanya mainan ." Ucap Zero mencoba meledek Erik sampai Erik akhirnya
Ssrreett.....
" Aahh....apa yang kau lakukan bocah .?" Tanya Zero kaget saat Erik mencoba menyayat tangan Zero .
" Tuan .... saya tidak bercanda ."sahut Erik ." Ini bukan mainan yang aku tahu ini adalah milik ku dari aku ingat ini sudah ada dileher ku ." Lanjut Erik .
" Sial..... ternyata anak ini bisa jadi pysco juga jika dibiarkan ." Batin Zero .melirik Erik yang masih berjalan dengan tenang meski dalam gelap .
Tak tak tak....
Langkah kaki Zero sampai disebuah ujung lorong dan menghentikan langkahnya .Zero meletakan tangannya disebuah dinding , dan dengan otomatis dinding itu terbuka .
Diam diam Zero melirik bocah yang ada disampingnya .Namun tidak ada reaksi yang berlebihan dari Erik .
" Heh ... bocah berapa usia mu saat ini .?" Tanya Zero setelah masuk dalam .
__ADS_1
" 5 tahun ..." Jawab Erik pendek .
" Siapa nama orang tua mu .?" Zero bertanya lagi . Dia sudah meminta Zus untuk menyelidiki siapa Erik namun hasilnya nihil .Zero juga sudah sempat bertanya kepada Xavier dan Anton dan jawaban Meraka juga sama tidak mendapatkan apa pun .
" Tidak tahu .... aku hanya tahu nenek Elma yang merawat ku itu saja ." Jawab Erik sambil terus melangkah mengikuti Zero .
Banyak anak buah Zero yang kaget melihat bos mereka datang bersama dengan seorang anak kecil . Tapi aura anak itu tak kalah sadis dengan bos mereka .
" Bos ... anda sudah kembali lalu.... dia siapa ?" Tanya seorang wanita yang juga anak buah Zero dan juga sering Zero pakai untuk kepuasan nya sendiri .
" Diam lah .... jangan banyak tanya ?" Jawab Zero sarkas dia tidak suka jika ada yang mempertanyakan hal pribadinya .
Erik menatap tajam wanita itu ,membaut wanita itu mundur setelah melihat tatap tajam Erik membuatnya merinding .
" Yoo.... Rik kau ikut kesini , Ayo aku akan mengajak mu bermain ." Ucap Zus yang mencoba mencairkan suasana .
" Eemm.... Ayo aku ingin melihat mereka ." Jawab Erik melangkah kepada Zus .
" Tidak ..... paman " Jawab Erik dengan tegas .
" Bagus lah ayo .....paman akan membawa mu ." Ajak Zus .Zus membawa Erik keruangan Hamdan dan soraya disekap.
Ruangan itu cukup lembab dan juga pengap membuat Zus khawatir jika nanti Erik ketakutan . Tapi setelah sampai tidak ada arut takut sama sekali .
" CK .... anak mafia " Gumam Zus .
" Apa paman mengatakan sesuatu .?" Erik bertanya kepada Zus .
" Tidak ... paman hanya kaget saja karena kamu tidak takut dengan tempat ini ." Jawab Zus .
" Aku juga tidak tahu paman .... aku biasa saja " Jawab Erik dengan polosnya .Membaut Zero semakin gemas dengan Erik sambil akhirnya mereka melihat sepasang manusia yang saat ini sedang tertunduk lemas .
__ADS_1
cklak ......
Zus membuka pintu ruangan tahan mereka berdua . Dan mempersilahkan Erik dan juga Zero masuk .
" Paman .... nenek tau itu tidak akan bertahan lama ." Ucap Erik sarkas saat melihat Soraya yang saat ini hampir seperti orang gila .
" Kau benar dia hampir gila seperti anaknya .Yang jiga sudah jahat kepada Ay ." Jawab Zero sambil melihat keadaan Soraya .
" Lalu apa yang akan kau lakukan kepada mereka .?" Lanjut Zero bertanya kepada Erik . Dia masih ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh anak berusia 5 tahun itu.
Dalam diam Erik mengeluarkan sebuah cairan dari dalam tasnya .
" Paman bisa bantu saya .... tolong minum kan ini kepada meraka ." Ucap Erik sambil menyodorkan botol yang berisi cairan kepada Zus .
" Cairan apa yang aku berikan itu .?" Lagi lagi Zero bertanya .
" Itu hanya akan membuat mereka sakit perut ." Jawab Erik santai .Dengan cepat Zus meminumkan cairan itu kepada Hamdan dan juga soraya.Tak butuh waktu lama kedua orang itu mengerang kesakitan seperti terbakar .
" Tolong .... sakit tolong aahh .... tolong panas sakit tolong air .... " Rancau Soraya dan juga Hamdan setelah 5 menit cairan itu masuk kedalam perut mereka .
🌺🌺🌺🌺
Hati hati loh Erik nanti kan kasihan nenek tau nya
Guys kembang kopi nya jangan lupa yah ....
Liek comen dan vote juga ....
Thanks guys ....
🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1