Pelakor Sah

Pelakor Sah
Penjelasan Erik


__ADS_3

Saat matahari hampir tenggelam terlihat 3 wanita dengan beda usia tengah duduk menanti kedatangan seseorang .Wanita tua itu terlihat masih dalam keadaan tenang berbeda dengan 2 wanita muda yang kini terlihat sembab .


" Tenang lah nyonya anda tidak boleh tegang . Saat ini mereka sudah berada dijalan sebentar lagi juga akan sampai ." Ucap Nenek Elma mencoba menenangkan Ay yang sudah menanti kedatangan suami dan rombongan . Setelah mendapatkan telfon dari Anton Xavier segera menyusul asisten pribadinya itu .


" Iya nek aku hanya merasa cemas ... apa mereka berdua baik baik saja ."Jawab Ay dengan cemas .Sedangkan Zahra hanya bisa diam sambil melihat pintu gerbang . Disampingnya juga terlihat Faisal yang menemani meski pria paruh baya itu juga cemas dengan sang cucu tapi dia masih berusaha untuk tenang .


" Nah itu mereka sudah datang ... " Ucap Nenek Elma saat melihat adanya mobil yang menuju arah Meraka .Dengan cepat Faisal membuka pintu gerbang rumah berlantai 2 itu .Dari dulu Anton lebih suka tinggal dirumah sederhana dari pada tinggal di apartemen .


Zahra langsung meraung menangis saat melihat , Sang putra yang kini sedang tertidur didekapan pria yang menjadi papa nya .


" Ra tenang lah Al sedang tidur mungkin dia kelelahan setelah berusaha kabur. " Ucap Anton lembut dia bisa melihat jika wanita pujaan ini sedang dalam keadaan tidak baik .


" Biarkan aku membawa Alden kedalam kamu tenang kan Zahra dulu .Dia cukup tertekan dengan kejadian ini ." Sambung Faisal saat melihat Zahra yang menangis . Pria itu tahu jika saat ini Zahra lebih membutuhkan Anton ketimbang dirinya .


" Terima kasih ayah ... " Sahut Anton lirih pria itu meraih Zahra kedalam pelukannya .

__ADS_1


" Tenang lah semau baik baik saja Alden tidak terluka Erik menjaga nya dengan baik ." Lanjut Anton sambil memeluk Zahra .


" Hiks .... apa orang itu yang menculik Al dan juga Erik .?" Zahra bertanya disela tangisannya.


" Tidak ... bukan dia ini berhubungan dengan bos mungkin mereka mengira kedua nya bisa dijadikan alat untuk saham yang saat ini dimiliki Nyonya muda ." Jawab Anton pelan namun masih bisa didengar dengan jelas oleh Ay yang kini sedang memeluk Erik .Bocah itu malah mengelus lembut perut Ay yang sudah membuncit .


"Rik apa sayang terluka kau dan Al baik baik saja kan nak ...nama ada yang sakit bilang kepada mom kita kerumah sakit yah." Ucap Ay dengan cemas saat Erik tidak membalas ucapannya .


" Aku baik baik saja nyonya ... tapi bisakah nanti untuk memeriksa Alden aku takut dia ketakutan ." Jawab Erik sambil mengelus perut Ay . pemandangan itu tak luput dari Xavier, pria itu mendengus melihat istrinya dengan nyaman membiarkan Erik mengelus perutnya .


" Sudah jangan lama lama mengelus perut istri ku ." Sela Xavier dengan wajah cemberut membuat Ay melotot sempurna melihat tingkah sang suami.


" CK CK ... dasar posesif akut bisa bisa dia cemburu dengan anak kecil yang mengelus perut Ay sungguh , Aku ingin menjitak kepala mu Vier ." Sahut Zero dengan sinis .


" Terserah aku lah .. sana cari istri biar tahu rasanya ." Jawab Xavier seenaknya sendiri .

__ADS_1


Erik bocah itu tertawa melihat orang yang kini berdebat hanya karena dia mengelus perut Ay .


" Erik ... sayang kau tak apa kan nak bukankah kau seharusnya bisa membawa Alden untuk lari saat mereka mendekat .?" Nenek Elma bertanya kepada Erik dengan tenang , Zero bisa melihat itu jika nenek Erik tidak merasakan adanya kecemasan yang berlebihan .


" Eemm ... maaf nek sebenarnya aku hanya penasaran siapa orang yang meminta mereka mengawasi kami selama 1 Minggu ini ." Jawab Erik tenang membuat mereka semua menoleh termasuk kearah bocah itu .


" Kau tahu jika ada yang mengawasi kalian kenapa tidak mengatakan kepada ku .?" Anton bertanya dengan wajah muram .


" Maaf kan aku ... sebenarnya aku ingin mengatasinya sendiri tapi Al tidak mau membiarkan aku pergi sendiri .Maaf kan aku, aku sudah berusaha melarang Al agar untuk kabur saja ." Jawab Erik dengan rasa bersalahnya .


" Tak apa yang penting kalian tidak apa apa saat ini lain kali kaya kepada kami jika ada yang mengawasi kalian lagi oke ." Sahut Zahra dia tahu jika Erik merasa bersalah kepadanya dan juga yang lainnya.


" Yah ...sudah yang penting sekarang kau baik baik saja ." Sahut nenek Elma .wanita tua itu sebenarnya juga tahu jika Erik bisa lolos dari mereka dengan mudah .Dia sudah mengajari Erik bagaimana caranya menghadapi orang jahat dia harus membekali Erik keterampilan untuk melindungi dirinya sendiri karena tidak selama nya dia akan bisa melindungi Erik. Karena dia juga semakin tua sudah tentu dia akan Kemabli pada sang pencinta lebih cepat.


" Iya nek lain kali aku akan berhati hati lagi ... Sebenarnya aku kira itu adalah orang itu tapi ternyata bukan . aku pikir orang itu senagaja mencari Al untuk mengancam mama Al ." Sambung Erik dengan polosnya . Hanya Zero yang menyadari jika tatapan polos Erik tidak lah sepolos itu .

__ADS_1


"Sebaiknya kita masuk dan istirahat sebentar lagi Sudah gelap dan juga sudah waktunya makan malam ." Sahut Faisal dari dalam setelah meletakan Alden dikamarnya .



__ADS_2