Pelakor Sah

Pelakor Sah
Sudah waktunya kembali


__ADS_3

Dalam waktu semalam black mamba musnah begitu saja. Tanpa tahu siapa yang sudah memusnahkan mereka .Pihak berwajib pun dengan senang hati memberantas sisa sisa dari keganasan yang sudah dilakukan oleh anak buah Zero .


Banyak desas desus yang mengatakan jika mereka telah menyingung orang kuat sehingga .mereka memusnahkan dalam semalam dengan senyap .


" Bos ...semua berjalan lancar dan kami juga berhasil membawa seseorang yang tengah bersembunyi diantara para black mamba ." Lapor Bondan dengan cepat saat menghadap Zero .


" Katakan .... apa yang kau temukan .?" Tanya Zero dengan raut wajah datar .


" Emm ...itu anak angkat Romy ." Jawab Zus dengan ragu .Mendengar jawaban Zus Zero langsung melonjak dari tempatnya duduk .


" Dimana dia sekarang ..?" Tanya zero dengan penuh semangat .


" Eemm...ada diruang 3 bos .kami senagaja membawa nya kesini karena ini khasus berbeda ." Jawab Bondan dengan cepat .


" Bagus .... akan ku berikan bonus untuk kalian .Zus ayo cepat aku tidak sabar melihat orang itu ." Ucap Zero dengan cepat beranjak dari kursi yang didudukinya .Zus hanya bisa mengikuti Bos nya itu dengan wajah masam .


" Bos aku harap yang ini jangan dilepas kepada polisi lagi ..." Ucap Zus dengan memelas .


" Iya yang ini aku serahkan kepada mu terserah kau mau apakan ." Jawab Zero tanpa menoleh sedikit pun .

__ADS_1


" Bos ...kau terbaik Aahh ....aku akan puas kali ini ." Sahut Zus dengan gembira .Sedangkan Zero hanya bisa tersenyum masam melihat tingkah Zus saat ini .


Disebuah ruangan yang lembab terlihat seorang pria tengah terbaring lemah .Dengan setengah sadar pria itu bisa melihat jika ada orang lain yang sedang mendekat .


" Wah .... lihat tikus ini apa dia tidak bosan terus bersembunyi .?" Tanya Zus dengan mengejek pria itu .


" Kalian ini siapa ....kenapa kalian malah membawa ku kesini.?" Pria itu malah bertanya balik kepada Zus .


" Bos ... dia bertanya kita siapa .Aku jawab apa bos .?" tanya Zus kepada Zero yang memandangi pria itu dengan tajam seakan ingin menguliti pria itu .


" Eemm...terserah kau saja ." Jawab Zero dengan duduk dikursi yang baru saja dibawa oleh anak buahnya .


" Baiklah ...aku jawab .Kami yang akan menjadi algojo yang akan mengantarkan mu ke neraka ." Jawab Zus dengan seringai tajam .Pria itu mulai merasakan hawa yang berbeda saat memandang kedua pria yang baru saja datang .


" Bodoh......" Sahut Zero dengan geram ." Zus lakukan dengan cepat aku tidak ingin terlalu lama . Dan setelah itu krim kan kepada Romy dipenjara agar tidak terus bertingkah ." Lanjut Zero dengan geram .


Tak lama terdengar jeritan kesakitan yang keluar dari mulut pria itu .Dengan pelan Zus mulai mengupas sedikit demi sedikit kulit pria itu .


" Agrhhh .... kalian Agrrhh ini sakit .." Teriak pria itu saat kesakitan .Zus tak berhenti setelah kulit itu terkelupas, Dengan santainya pria itu memeras jeruk nipis kepada bekas sayatan luka .

__ADS_1


Teriak menggema diseluruh ruangan itu ,Zero hanya memandang sinis saat melihat pria itu mengerang kesakitan .Sedangkan Zus masih dengan tenang melanjutkan apa yang sudah dilakukan nya .Sampai hampir 1 lebih hingga tidak terdengar suara jeritan lagi .


" Kau puas Zus ...?" Tanya Zero dengan seringai khas pria itu .


" Tentu saja bos .... " Jawab Zus dengan senyum mengembang .Banyak anak buah mereka yang melihat itu hanya bisa bergidik ngeri .


" Aku harap setelah ini mereka tidak akan lagi berani menganggu karena kita harus segera kembali ke London . Biarkan Radit dan Bondan yang mengurus disini ." Ucap Zero saat Zus sudah selesai dengan apa yang dilakukan .


" Yah kita harus ... segara kembali jika tidak mereka akan lupa siapa pemilik mereka ." Sahut Zus ."Kamu krim kan Potongan jari itu kepada Romy di penjara pastikan jika itu diterima langsung oleh tua bangka itu ." Lanjut Zus memerintahakan anak buahnya yang berjaga .


Tanpa menunggu perintah untuk kedua kalinya mereka segera bergerak .Untuk membersihkan kekacauan yang dibuat wakil ketua itu .


" Mereka benar benar sadis aku tidak menyangka jika mereka seperti ini ..Huh rasanya aku mual saat ini ." Ucap pria itu membersihkan potong tubuh itu .


Setalah Zero keluar dari sana mereka bertemu dengan Radit yang baru saja datang .Zus memicingkan mata saat melihat wajah gusar Radit .


" Kau kenapa Radit ...?" Tanya Zus keheranan melihat Radit datang .


" Itu bos ... ada beberapa pihak yang sedang mencoba menganggu diperusahan." Jawab Radit dengan pelan saat melirik Zero yang terlihat tidak dalam mood yang baik .

__ADS_1


" Semua yang ada disini tangung jawab mu ..mulai sekarang jika ada menganggu kau boleh menyapu bersih .Jangan tinggalkan jejak sedikit pun ." Jawab Zero dengan senyum sinis .


"Baik bos ....akan segera aku bereskan ." Jawab Radit dengan tegas .


__ADS_2