Pelakor Sah

Pelakor Sah
Zero mengambil alih perusahaan


__ADS_3

Romy keluar dari ruangan rapat dengan keadaan yang cukup tidak baik . pria paruh baya itu mengamuk didalam mobilnya . Dia tidak berfikir jika tuan besar Subastian akan dengan lantang mengatakan yang sebenarnya kepada semau pemegang saham dan juga dewan direksi yang ada .


" Kepar4t tua bangka itu .... tidak bisa dibiarkan . Baik dia memberikan saham nya kepada cucu menantu yang saat ini .Bagus mari kita lihat seberapa kuat dia akan terus melindungi nya ." Ucap Romy dengan geram . Dia melampiaskan emosinya sendiri dengan marah marah tidak jelas .


Sedangkan kan Fernan hanya bisa terdiam mendengarkan umpatan dari bos nya itu .


" Fer ... siap kan mereka aku akan mengubah rencana kita bisa memanfaatkan kedua bocah kecil itu untuk melawan Ay . Aku yakin wanita hamil itu akan menyerahkan saham itu untuk keselamatan kedua bocah itu ." Ucap Romy kepada Fernan . Dia merubah rencana dari awal dia hanya fokus untuk mencelakai Xavier atau pun Ay kali ini dia berubah haluan dengan mencoba menculik Alden dan juga Erik sebagai jaminan .


" Baik ... bos lalu kapan itu akan kita lakukan bos .?" Jawab Fernan sambil bertanya kepada Romy .


" Lakukan dengan cepat paling lambat 1 Minggu aku sudah bosan menunggu . Dan tidak ada hasil sama sekali ." Sahut Romy sambil menyalakan sebatang rokok .


" Baik bos ... saya akan segara menyusun rencana . Dan menyiapkan semuanya .


Keadaan juga memanas di Oliver gruop saat ini , dimana sudah jatuh tempo yang ditentukan oleh para pemegang saham sudah habis .


" Kemana Hamdan kenapa sampai sekarang dia belum ada kesini ." Tanya salah satu pemegang saham yang sudah hadir .

__ADS_1


" Kau benar kita sudah menunggu tapi sampai sekarang belum datang ." Sahut yang lain .


Hingga pintu terbuka memperlihatkan seorang pria muda dengan balutan jas mahal berjalan diikuti oleh Zus dan juga Radit .Selain mereka bertiga juga ada seorang pengacara yang bisa dipastikan jika itu adalah pengacara Oliver .


" Mohon maaf semuanya kami terlambat ... Mulai hari ini saya selaku asisten dari taun Hamdan akan mengatakan jika tuan Hamdan mulai sekarang tidak lagi bergantung jawab di Oliver gruop ." Ucap Radit dengan tenang . Meski banyaknya mata yang memandang dengan berbagai pertanyaan .


" Baik untuk yang lainya akan disampaikan oleh pengacara Oliver yaitu tuan Hendrawan silahkan tuan ." Lanjut Radit mempersilahkan .


" Terimakasih anak muda .... Baik lah sudah waktunya saya katakan jika Oliver gruop kini sudah kembali kepada ahli waris yang sesungguhnya . Hamdan hanyalah Asisten dari tuan Devano Oliver dan tidak memliki hubungan darah dengan tuan . Untuk saat ini tuan muda Oliver telah Kemabli dengan selamat dia berhasil selamat dari kecelakaan beberapa tahun lalu .Jadi mulai sekarang seluruh kuasa Oliver akan jatuh ketangan tuan muda Zayden Roman Oliver ." Ucap Hendrawan dengan panjang lebar membuat orang yang hadir hanya bisa menelan semau pertanyaan mereka .


" Jika itu benar lalu kenapa selama ini .. Hamdan yang bertanggung jawab dan anda tidak memberi klarifikasi tentang hal ini ." Tanya salah satu orang kepercayaan Hamdan .


" Jadi selama ini kita semau sudah ditipu oleh Hamdan ." Banyak dari mereka yang selama ini diam akhirnya angkat bicara .


" Lalu bagaimana nasib perusahaan saat ini apa tuan muda sanggup mengembang tugas ini ." Tanya salah satu dari mereka .


" Kalian .... bisa dengan tenang tapi jika kalian ada yang ingin mendur silahkan saya tidak akan menghalangi kalian untuk beranjak dari sini ." sahut Zero yang dari tadi hanya diam menyimak semau perkataan dari mereka yang datang .

__ADS_1


" Zus ... bagikan kertas yang sudah kau siapkan kepada mereka ." Lanjut nya memberi perintah .


" Radit nyalakan ..... proyektor kita kan melihat seluruhnya dari sana ." Sambungnya lagi memberi perintah .


Semau orang yang datang tercengang dengan perencanaan yang dibuat Zero apa lagi ini terkait adanya Oliver gruop di luar negeri .


" Tuan sejak kapan .... perusahaan ini hanya cabang .?" Tanya salah satu dari mereka yang mencoba bertanya .


" Dari awal .... dari saya kecil perusahan disini memeng hanya kah cabang jadi masih ada pertanyaan ." Jawab Zero dengan mata tajam mengintimidasi mereka semau .


" Tuan ... Santiko dan juga taun Kalmaer tolong silahkan tinggalkan tempat ini .sebelum saya memanggil polisi .Tapi sebelum itu tolong kembalikan semau uang yang sudah kalian pakai ." Lanjut Zero membuat keduanya berkeringat dingin .


" Tuan muda .... tolong kami tidak akan melakukan nya lagi tolong beri kami bekas kasihan ." Mereka berdua mencoba memohon kepada Zero .


" Zus .... seret mereka keluar dan ini juga berlaku kepada semuanya mulai saat ini saya sendiri yang akan mengurus perusahaan ini . Jadi bersiap lah jika akan yang berhianat saya tidak akan segan ." Ucap Zero dengan suara rendah yang mampu membekukan semuanya .


🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Hari ini up 2 guys jadi jangan lupa kembang kopinya oke ...


Juga like comen and vote ...


__ADS_2