
Hampir satu jam berlalu Ay belum keluar dari ruangan dokter Maura .Membuat Zero dan Anton cemas .kedua pria itu masih dengan setia menunggu pasangan itu didepan pintu ruangan dokter Maura yang sedang melakukan pemeriksaan .Sampai terdengar pintu terbuka terlihat Xavier keluar dengan wajah cemas .
" Apa uang terjadi kenapa wajah mu begitu .?" Zero bertanya dengan mencibir .
" Tidak ada ...hanya Ay mungkin tidak izinkan untuk pulang karena dokter mengatakan untuk menuggu sampai 2 hari untuk proses persalinannya ." Jawab Xavier dengan cemas .
" Laki kenapa kau terlihat panik begitu .?" Anton bertanya dengan penuh penasaran kenapa sang bos terlihat cemas panik dan juga khawatir .
" Ay tidak ingin melakukan cesar dia ingin melahirkan dengan normal ."Jawab Xavier dengan lesu .Pria itu sudah membayangkan bagaimana nanti Ay kesakitan saat melahirkan buah cinta mereka .
" Apa... apa kau tidak membujuknya supaya melakukan cesar saja ."Ucap Zero sambil mengusap wajah nya dengan kasar .Dia tidak bisa pikir dengan sang adik yang mau dengan sudah payah melahirkan .
" Aku sudah berusaha membujuknya tapi kau tahu sendiri kan Ay itu keras kepala .Sebentar lagi dia akan dipindahkan keruangan nya ." Sahut Xavier pria itu tidak bisa lagi membujuk sang istri .
" Yah ...sudah biar aku yang mengurus nya sekarang kau temani Ay , Jangan biarkan dia kesakitan sendiri ." Sambung Zero dengan muka masam . Dia tidak bisa membayangkan bagaimana nanti Ay akan kesakitan, selama proses melahirkan .
__ADS_1
Anton juga memberi kabar itu kepada kakek subastian dan juga istrinya . Agar mereka bersiap dengan kelahiran keturunan dari Subastian itu .
Ay dipindahkan keruangan VVIP ,ruangan yang sangat nyaman dan juga mewah tentunya .Bahkan bisa dibilang ruangan itu lebih mirip dengan sebuah apartemen kecil disana ada fasilitas yang lengkap dari kamar mandi sampai pantry .Yang akan memudahkan penghuninya untuk beraktifitas .
Ay melihat sekeliling ruangan yang akan ditempatinya itu .Hanya satu kata uang keluar dari mulut wanita hamil itu .
" Mewah ..."Lirih Ay didalam hatinya ." Apa begini lah gaya hidup yang yang sedang dijalaninya penuh dengan kemewahan ." Batin Ay . Dia tidak akan menyangka jika pernikahan yang terjadi bertahun tahun lalu akan menjadi sumber kebahagiaan untuknya .
Dia masih mengingat dengan jelas bagaimana dimana dia menikah bahkan wajah dari suaminya saja dia tidak tahu .Dan sekarang pria itu ada didepannya dengan wajah yang gusar .
" Mas .... aku tidak apa apa jadi jangan panik begitu lagi pula disini ada banyak dokter pasti mereka akan menjaga ku ." Ucap Ay dengan lembut entah apa yang sedang dipikirkan oleh suaminya itu .
" Tenang saja mas.... percaya lah aku akan baik baik saja oke .... lihat aku mas dengan adanya orang orang yang menyayangi ku aku rasa semau akan terasa lebih baik ." Jawab Ay dengan penuh keyakinan.
"Ingat lah mas semau sudah ada yang mengaturnya kita hanya bisa pasrah .Jadi serahkan semuanya kepada Allah aku yakin dia akan mengabulkan doa mu mas ." Sambung Ay sambil membelai wajah Xavier dengan tangannya yang lembut .Pria itu hanya menikmati belaian yang dilakukan sang istri .
__ADS_1
" Berjanji lah jika kau akan terus bersama dengan kita semua jangan tinggalkan kami ." Ucap Xavier dengan lirih dan sebuah kecupan bersarang di dahi Ay . Xavier menitihkan air matanya saat mencium kening sang istri .Dari ambang pintu Zero bisa melihat betapa besar cinta yang dimiliki sang ipar kepada adiknya .
" Aku akan menjaga kebahagian itu , Apa pun akan aku lakukan jika ada yang berani mengusik tangan ini sediri yang akan memudahkannya ." Batin Zero . Dia tahu saat ini masih banyak yang mengincar keduanya .Entah dari arah mana mereka akan berdatangan .
Para wanita itu masih saja mencoba untuk mendekati Xavier meski sudah tahu jika pria itu sudah memiliki keluarga .
" Ay .... sayang bagaiman kalau melakukan cesar saja . Itu akan mengurangi rasa sakit mu .?" Tanya Zero dengan lembut membuat Ay tersenyum ringan .Ternyata bukan hanya suaminya yang cemas Kakak itu juga terlihat panik dan cemas .
"Kalian ini sama saja .... aku akan baik baik saja oke ...tidak perlu mengerutkan kening sepeti itu ." Jawab Ay dengan terkekeh pelan.
Ada rasa bahagia saat ini yang dirasakan wanita itu .
" Ingat lah jika sampai terjadi sesuatu kakak tidak akan segan lagi untuk mengirim dokter yang menangani mu bersama dengan mu ." Ucap Zero dengan nada mengancam kepada Ay .Membuat wanita hamil itu tergelak mendengar ucapan sang kakak .
" CK .... memang aku bisa melakukan itu .?" Xavier bertanya dengan nada sinis .
__ADS_1
" Kita lihat saja nanti ..." Sahut Zero sambil mengupas apel yang baru saja dibawanya .
Ay tertawa kecil melihat bagaimana kelakukan dari kedua pria yang saat ini menemaninya itu .