Pelakor Sah

Pelakor Sah
Kehamilan Zahra


__ADS_3

Tak butuh waktu lama kedua orang yang mencoba menculik Xaviera . Telah dibawa pergi oleh anak buah Zero . Begitu juga dengan bayi kecil itu kini sudah dipindahkan keruangan yang sama dimana Ay berada .


Xavier dan Zero sepakat tidak memberi tahukan kejadian ini kepada Ay .yang saat ini masih menikmati waktunya dengan bayi kecilnya .


"Uuhh.... anak mom yang cantik udah harum ya .... udah mandi sama mama ya .." Sambut Ay saat melihat Zahra datang bersama dengan bayi mungil yang ada didekapan wanita yang kini juga tengah hamil 2 bulan itu .


" Aku gemas sendiri Ay ... aku bisa mengingat bagaimana aku memandikan Al sendiri saat sudah keluar dari rumah sakit ." Ungkap Zahra dengan sendu siapa pun akan bisa melihat adanya kesedihan dibalik senyum itu .


" Aku rasa untuk kelahiran ya kedua mu ini kau tidak akan bisa menyentuh bayi .." gurau Ay sambil mengedipkan mata nya berkali kali untuk menggoda Zahra .


" "Jangan menggoda ku begitu ... Ay kau tahu sendiri kan suami kita itu semua posesif ." Jawab Zahra dengan kesal saat mengingat bagaimana Anton melarangnya melakukan apa pun saat ini ." Huh.... bahkan aku tidak dibolehkan memasak untuk sangat menjengkelkan Ay ." Keluh Zahra dengan wajah masam .Yang membuat Ay terkekeh geli saat melihat raut wajah Zahra .

__ADS_1


" Itu semua kan dilakukan Anton .... untuk kebaikan mu Ra ..." sahut Ay dengan terkekeh kecil .Yang mampu membuat Zahra semakin memerah karena malu .


Perbincangan kedua wanita itu harus terhenti saat pintu terbuka .Keduanya menoleh melihat siapa yang masuk . Mereka berdua bisa melihat sepasangan dokter yang memasuki ruangan itu dengan senyum yang mengembang diwajah mereka .


" Selamat Nyonya muda .... maaf aku baru bisa menjenguk kalian lagi . Beberapa hari ini sangat melelehkan ." Ucap Andre dengan dramatis ,Membuat Ay geli sendiri .


" Aku tahu kau sibuk jadi tidak masalah ....." Jawab Ay dengan santai sambil memangku sang putri yang sudah pulas .


" CK ... princess kenapa kau selalu tidur tidak ingin kah kau menyapa uncle dokter yang tampan ini .." Seru Andre sambil menoel pipi gembul Xaviera .


" Aahh .... iya dia bernama Xaviera Oliver Subastian .Yah itu juga menjadi perdebatan antara Xavier dan juga Kakak ku ." Ungkap Ay dengan jengkel saat mengingat bagaimana kedua orang itu ingin nama keluarga mereka tercantum dibagi mungil itu.

__ADS_1


" Yah itu nama yang bagus dan juga bisa menyatukan kedua nama keluarga besar .." Jawab Dokter Maura dengan senyum yang tidak pernah luntur .


" Aku harap Anda juga bisa segera menyusul kami dokter ." Sahut Ay dengan sopan .


" Amin .... terima kasih doa nya nyonya .Aahh.... iya jangan lupa nyonya Anton anda juga harus melakukan jadwal pemeriksaan besok ." Dokter Maura mengingatkan Zahra . Wanita hamil itu tersenyum riang saat dokter mengingatkan dirinya .


" Tentu saja dok ...dan terima kasih sudah mengingatkan . Aku rasa besok Anton dan Al yang akan bangun sangat pagi untuk membawa ku ketempat anda ." Jawab Zahra dengan sedikit bercanda .Yah tidak sepenuh nya bercanda kedua pria Yanga ada dirumahnya semua posesif saat dia memberi tahu kabar kehamilannya .


" Aku bisa membayangkan bagaimana mereka berdua Ra ..." Sahut Ay yang masih memperhatikan kedua dokter itu memeriksa sang putri ." Apa ada masalah yang serius dok ..?" Tanya Ay dengan sedikit cemas .


" Tidak ada ... tenang saja besok aku akan kembali kesini untuk memberikan imunisasi yang pertama kali untuk princess kita ini ." Jawab Dokter Maura sambil meletakan bayi mungil itu di box bayi yang ada disebelah Ay .

__ADS_1


"Terima kasih dokter .... kami akan menuggu anda besok ." Sahut Ay dengan penuh semangat .


Setelah melakukan tugas mereka dua dokter itu segera pergi untuk melapor . Keadaan princess Subastian itu , Mereka tidak ingin kedua pria yang berada diruangan itu menunggu terlalu lama .Mereka tahu jika keduanya bukan orang yang sabar dalam hal ini .


__ADS_2