
Kebersamaan dan kehangatan yang tercipta dirumah utama Subastian,Berbeda dengan yang terjadi di apartemen seorang pria paruh baya yang kini sedang merencanakan sesuatu .
" Bagaimana berapa persen saham yang aku miliki di Ss gruop saat ini .?" Romy bertanya kepada Fernan .
"Saat ini anda memiliki 20 persen tuan dan saham dari tuan Xavier 50 persen saat ini tuan Xavier masih memiliki saham terbesar." Jawab Fernan sambil membuka map yang sedang dibawanya .
" Ini adalah rincian nama pemegang saham jika kita bisa menarik mereka .Maka kita bisa mendapatkan dukungan maka itu bisa membuat anda dalam posisi yang menguntungkan ." Fernan melanjutkan penjelasannya .
" Bagus .... mari kita temui mereka dan kita bisa mendapatkan suara mereka maka aku bisa masuk lagi kedalam jajaran direksi. Dan saat itu ...." Ucap Romy dengan percaya diri dia pasti bisa menyingkirkan keponakan nya itu ." Lalu kapan Anak itu akan datang .." Tanya Romy memandang Fernan .
" Tuan muda akan datang dalam waktu kurang dari 1 Minggu ..." Fernan menjawab dengan lugas .
" Yaeh aku tidak sia sia membesarkan anak itu . Sekarang waktunya mengunakan anak itu." Sahut Romy membayangkan kekalahan keponakan nya itu .
Setelah pembicaraan itu Fernan undur diri untuk kembali kekamarnya . Meninggalkan sang tuan yang kini sedang menikmati minuman nya ditemani seorang wanita .
Hampir tengah malam Saniya baru pulang. Setelah seharian dia melayani anak buah Zero .Saniya tidak pernah berfikir jika Zero akan dengan teganya menyerahkan dirinya kepada kelima anak buahnya .
__ADS_1
" keP4rat .... aku tidak menyangka jika dia akan menyerahkan aku kepada anak buahnya ." Umpat Saniya yang baru saja memasuki kamarnya .
" Tapi tidak masalah yang penting ...jal4ng sialan itu juga bisa menderita .." gumam Saniya wanita itu merasa puas walau pun dia hampir tidak sanggup melayani kelima pria yang sudah menggagahinya seharian penuh .
Namun dia tidak sadar jika itu hanya permainan yang dibuat oleh Zero .
Keesokan harinya di internet terdapat berita asusila . Yang menampilkan seorang model yang sedang melakukan s"k dengan sejumlah pria .Didalam Vidio itu terlihat dimana wanita itu begitu menikmati percintaan itu .Dan yang mengejutkan adalah bukan hanya ada satu tapi juga ada banyak Vidio serupa tetapi dengan pria berbeda.
Pagi pagi sekali kediaman Oliver sudah diburu wartawan . Bukan hanya wartawan tapi juga istri dari orang yang ada di vidio itu juga datang .
"Baik tuan ... "Jawab Radit segera menyingkir dari hadapan Hamdan dengan senyum sinis.
Radit berjalan keluar dan segera meminta para wartawan itu untuk pergi . Pria itu mengatakan jika sang tuan sekeluarga sedang tidak ada dirumah . Radit juga mengatakan jika keluarga Oliver sedang berada diluar negeri untuk berlibur .
"Mohon maaf untuk teman teman media semuanya saya mewakili tuan oliver . Saat ini tuan tidak bisa menjawab pertanyaan kalian karena mereka sekeluarga sedang berada di luar negeri jadi .... sekali lagi mohon maaf ."Ucap Radit dengan wajah menyesal .
" Baik lah.... tapi apa tanggapan anda tentang Vidio itu ..?" Salah satu wartawan mencoba bertanya .
__ADS_1
" Maaf untuk saat ini saya tidak bisa menjawab karena saat ini saya sedang mencoba mencari tahu apa Vidio itu asli atau palsu ." Jawab Radit dengan wajah penuh penyesalan .Membuat para wartawan menyingkir satu persatu .Setelah berhasil menyingkirkan para wartawan Radit kembali kedalam .
" Tuan ... untuk saat ini mereka bisa saya atasi dengan mengatakan jika tuan sekeluarga sedang berada diluar negeri tapi untuk kedepannya saya tidak tahu." Lapor Radit dengan tegas .
" Bagus .... kamu pergilah urus masalah ini ." Jawab Hamdan kesal ." Soraya... dimana Saniya saat ini apa dia belum bangun juga ." Hamdan bertanya dengan marah . Pria paruh baya itu kali ini sudah dalam puncak kemarahan . Apa lagi saham perusahaan langsung anjlok .
" Aku akan membangunkan Saniya ... kamu tenang lab sayang aku yakin ini pasti ada yang menjebak putri kita ." Jawab Soraya yang mencoba untuk menenangkan sang suami yang sedang marah besar .Wanita itu segara menuju kamar sang anak yang saat ini masih tidur dengan pulas .
" Saniya .... sayang kamu harus bangun cepatlah sebelum papa mu mengamuk ." Ucap Soraya yang mencoba membangun kan sang anak .
" Sebentar lagi ma ... aku capek banget nih.. " Jawab Saniya yang masih setengah sadar .
" Cepatlah San ... papa sudah marah dan mama tidak bisa menolong mu saat ini ." Ucap Soraya .Membuat Saniya terpaksa bangun meski tubuhnya sangat lelah .
Dengan cepat saniya membersihkan diri dan segera menemui sang papa .
__ADS_1