Pelakor Sah

Pelakor Sah
Xavier merajuk


__ADS_3

" Mas.... sabar tunggu kak Anton inikan masih pagi mungkin saja dia masih mencari dan belum dapat ..." sahut Ay dia sampai tidak bisa berfikir yang melihat sang suami mondar mandir menunggu Anton .


" Tapi ini sudah 1 jam sayang.... nah ini perutnya mas sudah kelaparan " rengek Xavier .sepeti anak kecil yang merajuk jika tidak dapat mainannya .


" Sabar mas... sini deh " panggil Ay membuat Xavier melangkah mendekati sang istri .


"Kemari mas.... " lanjut Ay menepuk Paha membuat Xavier langsung menurut pria yang tengah mengidam itu langsung merebahkan tubuhnya di sofa dan meletakan kepalanya dipaha Ay sebagai bantal .


Dengan lembut Ay membelai rambut hitam lebat Xavier .tak perlu lama terdengar nafas teratur dari pria itu yang menandakan jika pria itu sedang tidur .


Tok tok tok ..


Cklek....


"Tu-an....." ucapan Anton terhenti saat melihat Ay memberi isyarat untuk diam.


" Nona... ini permintaan tuan " lanjut Anton hampir berbisik meletakan bungkusan yang dibawanya .


" Ehemm... terima kasih kak.." jawab Ay berbisik agar Xavier tidak bangun .


Anton keluar dari ruangan Xavier menggelengkan kepalanya .bagaimana tidak dia sudah susah payah mencari seblak dan juga mangga muda .sampai disini malah orang nya tidur .


" Huh..... untung gajinya banyak kalau tidak sudah ku tendang ..." gerutu Anton .

__ADS_1


Banyak sekertaris yang mendengar gerutuan Anton mereka tersenyum mendengarnya .


" Sabar...taun nikmati saja toh gajinya besar." ucap Salah satu sekertaris .


" Kau benar ... jika tidak sabar sudah dari dulu aku kabur ...hah menjengkelkan .." sahut Anton berlalu pergi keruanganya .


Entah berapa lama Xavier tidur dipangkuan Ay tetap mengerjakan berkas yang sudah menumpuk dimeja sang suami berkas dipilah Ay dengan teliti .


" CK .... kenapa semakin banyak selisih dari jumlah awal sih..." gumam Ay yang sedang membaca nominal angka yang ada di berkas dan juga data uang langsung masuk otomatis ke komputer milik Xavier .


Tanpa Ay sadari ada sepasang mata yang sedang memandangi dirinya yang sedang mengerjakan dokumen dari bagian keuangan .


" Sayang....apa yang sedang kau baca sehingga mengerutkan kening seperti itu.." tanya Xavier dengan suara serak khas bangun tidur .


" Emmm ... tapi aku mau kamu temani aku makan yah .." jawab Xavier " paha mu pasti sakit kan sini aku pijat dulu biar tidak kram.." lanjutnya bangun dan mulai memijit Ay .


" Sini aku suapi... mas sambil makan ya.." ucap Ay menyuapi sang suami .


Saniya berencana untuk menemui Zero lagi untuk membahas rencana mereka untuk menculik Ay .


Saniya sengaja berdandan dengan sangat seksi .Dia ingin membuat Zero puas dengan permainan panas dengan nya .


Tak tak tak....

__ADS_1


Suara hils bergema disepanjang lorong bangunan tua itu .


"Kau datang lagi nona ..." tanya pria yang sedang berjalan keluar .


" Yaeh... aku ingin menemui Zero " jawab Saniya dengan santai .


" Tapi untuk saat ini bos sedang tidak ada dia keluar dengan Zus dari kemaren dan belum kembali .." jawab pria itu .


" CK...sial lalu kapan dia kembali aku ingin dia segera menjalankan pesanan ku.." seru Saniya .


" Maaf aku..tidak tahu bos belum mengeluarkan perintah jadi kami juga belum bertindak bos masih ingin mencari tahu keadaan saat ini dia hanya memberi perintah untuk mengawasi wanita itu " Jawab pria itu .


" Kami tidak berani bertindak gegabah karena disekelilingnya banyak penjaga yang berjaga dari bayangan jadi bos ...meminta kami untuk bersabar .." lanjutnya .


" CK...sial aku tidak menyangka jika Xavier begitu memprioritaskan jal4ng itu .." gumam Ay ." Iya ...sudah katakan kepada bos mu jika untuk segara bertindak aku tidak ingin melihat wanita itu dan menyiksanya ." lanjut Saniya pergi begitu saja .


Pria itu hanya memandang kepergian Saniya dengan miris .


" CK... malang sekali nasib mu nona lihat saja apa yang akan bos lakukan kepada mu .." lirih pria itu .


"Kenapa tidak kita nikmati saja dulu kan kasihan .dan tubuhnya juga luar biasa ..." ucap temannya .


" Kata bos belum sekarang ada waktunya untuk kita nikmati bersama ..." jawab pria itu menepuk pundak temannya dan pergi menghilang digelapnya bangunan itu .

__ADS_1


__ADS_2