
Sedangkan Anton dan orang orangnya kini sudah mendapatkan informasi dari orang yang mengejar mereka dari awal .
" Bos ... mereka ada disebuah pabrik tua yang terbengkalai dipinggir kota ." Lapor orang itu kepada Anton .
" Awasi tempat itu terus ... jangan pernah lengah ingat hukuman mu ." Ucap Anton dingin membuat udara sekitar menjadi dingin .
" Baik bos .... " Jawab diseberang telfon dengan ketakutan .
Dengan kecepatan penuh Anton dan juga anak buahnya menuju lokasi yang sudah didapatkan . Anak buah nya yang melihat wajah Anton suram membuat mereka diam tidak ada yang berani bersuara .
Disisi lain anak buah Zero juga sudah sampai di tempat kedua bocah itu disekap .Mereka sudah menyebar kesegala arah untuk mengawasi situasi sebelum mereka bertidak .
" Kalian menyebar cari dimana kedua bocah itu . Bos tidak ingin kedua bocah itu terluka atau pun tergores ." Ucap Zus sambil memperhatikan sekitar .
" Baik kau tenang saja Zus .... kami akan mengusahakan untuk bertindak cepat ." Jawab salah satu mereka .
Dengan cepat mereka bergerak sesuai dengan arahan yang sudah dilakukan oleh Zus .Mereka tidak ingin mendapatkan hukuman dari Zero yang akan membuat mereka susah .
Tak butuh waktu lama anak buah Zero sudah menemukan lokasi tempat dimana kedua bocah itu .Mereka bisa melihat adanya penjaga yang berjaga di sekitar kamar itu.
" Zus sudah mendapatkan lokasi tepat dimana anak anak itu di sekap .Banyak penjaga yang berjaga disekitar tempat itu sepertinya mereka ,bukan hanya sekadar menculik untuk meminta uang tapi masih ada motif lain ." Ucap salah satu anak buahnya .
Mendengar laporan itu membuat Zus semakin berang apa lagi mereka adalah musuh dari kelompoknya. Dengan cepat Zus memberitahu Zero jika yang menculik keduanya adalah Black ant .
__ADS_1
" Bos ... Balck ant yang sudah menculik mereka apa yang harus aku kami lakukan sekarang ." Tanya Zus kepada Zero yang saat ini masih duduk didalam mobil dengan ditemani sebuah rokok ditangannya .
"Hemm...bereskan mereka dengan cepat dan jangan ada jejak yang tertinggal termasuk ketuanya ." Jawab Zero sambil membuang batang rokok itu . Zero sudah melangkah menuju bangunan tua itu .Tak lama datang juga beberapa mobil tepat dibelakang Zero yang baru saja keluar .
Anton keluar dengan wajah yang muram , Seakan ingin membunuh siapa pun yang terlihat didepannya .
" Wajah mu ton seperti ingin memakan orang saja ." Ucap Zero dengan santai nya saat melihat Anton yang baru keluar dari mobil .
" Kau disini tuan..... ?" Tanya Anton dengan memicingkan matanya saat melihat Zero berada disana juga.
" Iya .... aku ada urusan dengan orang yang sudah menyekap bocil nakal itu ." Jawab Zero dengan santai .
" Lalu kenapa apa kau tahu , siapa mereka .?" Anton bertanya dengan muram .
" Sebaiknya kita bergerak cepat karena mereka bukan lah orang yang sabar ." Lanjutnya sambil berjalan . Anton hanya mengikuti kakak dari sang nyonya itu dengan wajah muram .Pria yang sudah mengikuti Xavier bertahun tahun itu hanya bisa menghela nafas saat mengikuti Zero .
Sedangkan didalam ruangan dimana Alden dan Erik yang sudah selesai makan . Kedua bocah itu kini sudah bersiap untuk kabur dari ruangan itu .
" Rik .... kita lewat mana itu jendela itu tinggi banget ." Bisik Alden saat melihat sekeliling .
" Ya lewat pintu lah Al ..." Jawab Erik sambil membuka obat yang udah disiapkan .
siapa suruh mereka membuka ikatan kepada keduanya . Para penculik meremehkan keduanya yang masih kecil .dan itu lah kesalahan mereka ..
__ADS_1
"Tolong paman .... tolong aduh aku sudah tidak tahan paman ... " Alden berteriak seakan sedang kesakitan. Itu membuat yang berjaga didepan kamar saling pandang .
" Ada apa sih berisik banget hah ... sebaiknya kalian diam sampai bos memberi perintah lagi. " Jawab orang itu dari luar kamar .
" Paman aku sakit perut ingin kekamar mandi paman tolong lah. ... Aahh ini sakit sekali paman tolong ." Alden berteriak lagi dengan drama .
" Paman cepat buka pintunya kasihan Al ... dia sudah tidak tahan ."Teriak Erik membantu Alden supaya orang yang berjaga percaya .
" Paman ... paman... tolong cepat lah ." Keduanya kini berteriak sambil menggedor pintu .membuat orang yang berjaga semakin marah dan mau tidak mau mereka membuka pintu . Yang terlihat saat ini Alden sedang berbaring dilantai sambil memegangi perut nya . Erik sedang berada disampingnya dengan wajah panik .
" Paman cepat tolong .... paman " Teriak Erik dengan ketakutan . Mau tidak mau mereka mendekat untuk meriksa keadaan bocah itu. sampai akhirnya mereka pun masuk perangkap .
Dengan cepat kedua bocah itu meniup sebuah serbuk yang langsung membuat keduanya pingsan .
Brukkk.....
🌺🌺🌺🌺🌺
Yeah .... tunggu dulu guys nanti kita sambung lagi .
Jangan lupa yang kembang kopinya ....
Like comen and Vote .....
__ADS_1
🌺🌺🌺🌺🌺🌺