
Braakk......
Benturan terdengar begitu nyaring memekakkan telinga , membuat para penguna jalan berhenti mendengar suara itu .
Braakk....
Sekali lagi benturan itu terjadi mobil yang dikendarai oleh Hamdan menghantam pembatas jalan .Pria paruh baya itu terlihat keluar dari mobil dengan susah payah .
" Tolong ...." Ucap Hamdan saat dia bisa keluar dari mobil .Membuat orang yang berbondong bondong langsung menolongnya .
" Cepat tolong panggil kan ambulance ...." Teriak salah satu orang yang disana .
" Lihat cepat menjauh mobil itu bisa terbakar ayo cepat ..." Suara demi suara terdengar ditelinga Hamdan sampai dia tidak bisa mendengar apa pun lagi , Hingga kegelapan menderanya .Namum sebelum dia jatuh dalam kegelapan dia mendengar bisikan yang membuatnya mati rasa .
" Ini .... baru permulaan jadi nikmati saja. bos akan mengirim anda sama persis seperti yang sudah anda lakukan ." Bisik orang itu dan pergi begitu saja meninggalkan Hamdan .
*
*
Sedangkan disebuah pusat perbelanjaan, terlihat dua pasangan dan juga terlihat dua anak kecil, sedang menikmati makanan mereka.
"Boy's ....apa kalian sudah puas bermain hari ini .?" Zahra bertanya dengan lembut.
__ADS_1
" Sudah mom .... dan ini hari yang paling asyik karena bisa bermain bersama dengan kalian ." Jawab Alden dengan penuh semangat .
" Apa kau senang Erik jika kau ingin membeli sesuatu katakan saja mom akan membelikan nya untuk mu ." Ay lagi lagi bertanya dengan penuh perhatian .
" Tidak nyonya .... " Jawab Erik singkat . membuat Ay hanya bisa pasrah .
" Nyonya anda tidak perlu sedih jika nanti ada yang aku suka akan memintanya ." Lanjut Erik saat melihat wajah murung Ay .
" Aahh.... anak baik oke katakan saja nanti pada mom ...oke ." Sahut Ay dengan senang .
Xavier hanya mengelus kepala Erik dia tahu jika anak itu tidak ingin menyusahkan mereka .
" Oke... dari sini kita kemana pa .." Alden bertanya dengan antusias .Namun sebelum Anton menjawab pertanyaan itu terdengar suara yang membuat mereka menoleh .
" Kamu ..... " Ucap Zahra saat melihat mantan suaminya itu ." Untuk apa lagi kamu mencari ku bukan kah semua sudah kamu miliki .... pergilah jangan menganggu kami lagi ." Lanjut Zahra dengan menahan emosinya .
" Heh .... dasar wanita murahan kamu pikir kamu siapa hah.... cepat kamu serahkan stempel itu .Kau itu tidak layak mempunyai nya ." Ucap Satria dengan lantang .
" Stempel ..... apa yang aku maksud ." Tanya Zahra kebingungan .
" Mundur lah Ra ..... manusia serakah ini tidak kah pantas membuat mu mengucapkan kalimat lagi ." Bisik Anton sambil menarik Zahra kebelakang .Perdebatan itu memicu banyak orang yang memperhatikan mereka .Tak lama datang seorang wanita dengan wajah yang memerah karena gatal .
" Sayang .... lihat ini masih tidka sembuh ini saat gatal ." Ucap wanita itu dengan manja .
__ADS_1
" Wah.... sepertinya anda harus mengurus wanita anda dulu tuan . Dan lagi murahan mana wanita disamping saya ini atau wanita anda .lihat lah dia tanpa malu hampir memamerkan seluruh tubuhnya kepada publik ." Sahut Anton semakin sarkas .
"Wah ...... papa lihat wajahnya semakin merah mom ... ayo pergi nanti dedek bayi nya ketakutan melihat wajah Tante ini .." Ucap Alden dengan polosnya . Semau orang yang mendengar tertawa .
" Kau benar boy .... ayo pergi disini biar diurus papa mu ." Jawab Xavier sambil tersenyum mendengar ucapan Alden .
" Kau .... diam kau dasar anak tidak berguna . Dengar yah .kau itu bukan lah anak satria kau bukan keturunan Pramudya jadi jangan coba coba kau . "Ucap wanita itu dengan penuh amarah .
" Sinta diam .... " Bentak satria .pria itu merasa apa yang diucapkan wanita itu sudah cukup .
" Sayang sampai kapan kau akan menyembunyikan ini . memang dia bukan anak mu dari awal kau menikahinya saja , Kau tidak pernah menyentuh wanita itu ."Sahut Sinta dengan berani .
" Apa maksud mu ...?" Zahra bertanya dengan kebingungan .
" Kau tahu saat kau menikah malam pertama mu satria bercinta dengan ku sepanjang malam dan memberikan mu kepada tua bangka itu untuk dinikmati sebagai syarat agar dia mau memberikan dana untuk perusahaan Satria ." Ucap wanita itu dengan keras . yang menunjukkan jika dia lah yang menang .
Tubuh zahra lemas begitu saja saat mendengar kenyataan yang baru saja dia dengar sampai sebuah suara terdengar .
"Enyah lah....sebelum kau tambah menderita.
Taun bawa lah nyonya pergi ." Ucap Erik dingin dengan tatap yang begitu tajam membuat orang merasa ngeri melihatnya.
Akhirnya mereka semua pergi meninggalkan pasangan itu . tak lam kemudian wanita itu menjerit histeris dan melepaskan bajunya begitu saja .
__ADS_1
Keadaan semakin kacau seluruh tubuhnya kini mulai memerah dan ada yang menghitam .Dengan cepat satria membawa Sinta pergi dari sana dan menuju rumah sakit .