Pelakor Sah

Pelakor Sah
Ular masuk perangkap


__ADS_3

Zero yang mendapat laporan dari Radit tersenyum sinis . Dia akan menantikan Saniya datang kepada nya dan akan membuat wanita itu tahu bagaimana rasanya dicampakkan begitu saja .


Dan benar dugaan Zero tak butuh sampai siang Saniya datang kepada Zero .


Wanita itu sedang menyusuri lorong bangunan tua yang menjadi markas dan juga tempat tinggal Zero dan kelompoknya .


Tak... tak....tak....


Suara hils menggema diseluruh penjuru bangunan .


"Anda datang lagi nona ..."Pria itu bertanya kepada saniya dengan penuh minat .


" Iya ... apakah Zero ada aku ingin menemuinya untuk membahas pesanan ." Jawab Saniya dengan nada angkuh .


" Mari saya akan mengantarkan anda ..." Jawab Pria itu dengan senyum menjijikan .


Saniya mengikuti pria itu dengan senang hati tanpa berfikir jika dia akan masuk kedalam perangkap .


"Kita Samapi nona .... bos ada didalam sedang menunggu anda ." Ucap pria itu .


" Ok... aku akan masuk dan tolong jangan menganggu." Jawab Saniya dengan percaya diri jika dia akan menghabiskan waktu dengan Zero .


Sedangkan didalam ruangan zero sedang bermain dengan wanita yang kini sedang berada dibawah kaki nya .


Tok ... tok...


"Bos ... pelanggan datang ." Ucap pria itu .

__ADS_1


" Aahh..... biarkan dia masuk ." Jawab dalam terdengar suara Zero yang terdengar berat dan juga terenggah enggah .


Saniya tahu jika Zero sedang bermain dengan salah satu wanitanya .Wanita itu masuk dengan tidak percaya apa yang dia lihat .


"Aahh.... kau cepatlah buat dia keluar dengan cepat ." Umpat Zero sambil memegangi kepala wanita yang kini ada dibawah kakinya .


" Eeemmmhh.... " Jawab wanita yang ada dibawah Zero . wanita itu terlihat sudah kuwalahan menghadapi serangan Zero .


Dan masih ada wanita lain yang ada disana yang sedang membelai tubuh Zero .


" Ehem.. taun ...." Ucapan Saniya terpotong saat Wanita yang ada dibawah Zero berteriak .


" Agrrh.... taun aku sudah tidak tahan ."Wanita itu tiba tiba menjerit manja .Saniya menoleh kearah wanita itu yang ternyata Inti wanita itu ada alat yang membuat nya menjerit .


" Aahh nikmati saja....bukan kah itu enak ." sahut Zero yang masih terus memompa tubuhnya .


" Pergi lah..... " Usir Zero dengan mengibaskan tangan sebagai tanda untuk wanita itu .Mereka pergi tanpa membantah sedikit pun .


" Aahh.... nona apa yang membuat anda kesini hari ini.?" Zero bertanya dengan santai mengenakan baju .


" Eemm.... bagaimana apa kamu sudah bisa menjalankan rencana untuk wanita itu ." Tanya Saniya dengan senyum menggoda .


" Yaeh... sebenarnya aku sudah mengusahakan tapi sayang anak buah juga butuh hiburan .." Jawab Zero dengan sengaja menjeda kalimatnya .


" Eemm... hiburan seperti apa yang kamu maksud .." tanya saniya yang semakin berani mendekat kepada Zero dan mengusap lembut dada pria itu .


" Kamu tahu kan kami juga butuh pelepasan tapi untuk saat ini mereka tidak bisa berkeliaran dengan muda .Disini ada beberapa wanita tapi yang kamu tahu mereka akan kelelahan jika harus melayani kami bersama ." Jawab Zero penuh dengan seringai licik .

__ADS_1


" Oohh.... jadi maksud mu memintaku untuk melayani mereka dulu sebelum menjalankan misi .." Saniya bertanya dengan nada menggoda .


" Eemm.... kamu pintar ..jadi bagaimana ." Lanjut Zero yang tidak menanggapi apa yang dilakukan Zero .


" Oke.... tapi ingat aku mau wanita itu secepatnya ." Jawab Saniya dengan penuh percaya diri .


" Baiklah .... deal..." Sahut Zero mengulurkan tangan . " Dan minumlah dulu ini bisa membuat mu bertambah ringan.." Ucap Zero menyodorkan wine dan diterima oleh Saniya dengan senang hati .


Zero yang melihat itu tersenyum dan menghubungi Zus untuk keruanganya. Tak butuh waktu lama Zus datang bersama dengan 5 pria termasuk pria yang mengantarkan Saniya masuk .


" Pergilah bersama mereka dan ikuti kemauan mereka karena mereka yang akan menjalankan misi.." Ucap Zero kepada Saniya yang kaget melihat itu dia pikir hanya melayani 1atau 2 orang saja dan ini 5 orang sekaligus membuat saniya agak ketakutan.


" Ayo nona ..... mari ikut kami dan anda sudah tahu kan apa yang harus anda lakukan ." Ucap Pria yang mengantar dirinya .


Terpaksa Saniya mengikuti mereka yang membawa kesebuah kamar yang cukup luas .


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


Guys jangan lupa untuk ....


like comen dan vote ....


Jika penasaran dengan kelanjutan mari kita lanjut dukungan nya .


Thanks .... guys semoga kita dilimpahi rejeki .


Amin ....

__ADS_1


__ADS_2