Pelakor Sah

Pelakor Sah
Jagoan kecil


__ADS_3

" Terima kasih paman..." ucap anak itu lirih .


Anton akhirnya mendekat kepada ibu anak itu dengan wajah muram ketika melihat tangan wanita itu dicengkeram dengan kuat sampai tangan itu terlihat memerah .


" Tuan anda ini siapa tolong lepaskan tangan wanita ku..." ucap Anton penuh penekanan .


" Anda siapa hah Bernai ikut..campur urusan ku .."tanya pria itu dengan dengan penuh amarah .


" Bukan kah kau sudah mendengar jika anak tampan ini memanggil ku Papa..jadi bisa lepaskan tangan anda dari wanita ku .." jawab Anton dengan santai sambil menggendong anak laki laki itu .


" Oohh jadi kau laki laki yang mau dengan wanita ini wanita munafik tidak tahu diri ini ..dia itu mantan istri ku " ucap pria itu .


" Lalu ... sudah mantan kan jadi itu bukan lagi urusan ku " jawab Anton enteng .


" Papa dia bilang mama kesini ingin menghancurkan rumah tangga nya dengan wanita lain .." ucap.anak kecil itu .


" Hah... tidak salah kah memangnya punya apa dirimu " tanya Anton sambil membandingkan diri nya dengan pria itu .


" he he he ...Papa paling baik dan tampan " jawab anak itu sambil terkekeh .

__ADS_1


Membuat semua orang yang ada disana tercengang melihat tingkah mereka berdua yang seakan seperti anak dan ayah sungguhan .


" Tentu saja boy bagaimana jika kau bawa mama kesana .." ucap Anton menunjuk mobil yang disampingnya berdiri pria dan wanita .


" oke ..papa jangan lama lama oke kita harus pulang aku sudah lapar .." ucap anak itu dengan semangat .


Anak itu turun dari gendongan Anton dengan melompat membuat Anton berteriak .


" Boy ... jangan melompat nanti jatuh " ucap Anton yang panik melihat anak itu melompat begitu saja .


" he he he ... tenang saja papa " jawab Anak itu cepat sambil tersenyum yang membuat giginya terlihat .


Setelah Anak dan ibunya pergi Anton mendekati pria itu dan membisikan sesuatu .


" Jadi tolong jangan ganggu keluarga kami lagi jika nanti saya melihat berani menganggu mereka bersiap lah tuan Satria Pramudya bersiap untuk menderita ..." ucap Anton rendah membaut pria itu terkejut .


"Cih dan ingat jangan harap anda bisa mendapatkan tender dengan mudah ." lanjut Anton berjalan pergi meninggalkan pria itu yang masih linglung .


" Sial ....siapa pria itu kenapa seperti pernah melihat nya tender ... tunggu jangan bilang dia ..Aaah sial .." ucap satria setalah menyadari siapa pria itu .

__ADS_1


" Sudah beres nona..." lapor Anton pada Ay .


" Emmm aku tahu " Ay ." Kamu Zahra kan ...." tanya Ay. Wanita itu terperanjat saat Ay memanggil nama nya .


" Ya ...aku Zahra kau siapa ." tanya wanita itu .


" Kamu tidak mengenali ku Ra .. aku Ayesha " jawab Ay .


" Kamu Ay ...sungguh ini kamu syukur lah Ay kau kembali kesini " ucap Zahra .


" Sayang sudah ayo.... kita cari makan dulu lihat pria kecil ini pasti sudah lapar.." ucap Xavier


" He he he ...paman Terimakasih sudah menolong kami ." ucap anak itu dengan tersenyum lebar .


" Kau hebat jagoan kau menjaga mama mu dengan hebat .." ujur Xavier membuat anak itu semakin tersenyum lebar .


" Tentu saja paman aku harus menjaga mama sampai ada yang bisa menjaga mama.." jawabnya dengan penuh percaya diri .


" Kau hebat boy ayo kita cari makan bukan kah tadi kau bilang lapar Hem .." sahut Anton yang gemas dengan tingkah anak kecil ini .

__ADS_1


Akhirnya meraka pergi ke restoran yang ada didekat Sana.


Mereka tidak menyadari jika ada wartawan yang sedang memotret kejadian tadi .


__ADS_2