
Saniya kembali dengan tangan kosong dia tidak menyangka jika dia datang percuma karena Zero tidak ada sedangkan anak buahnya juga tidak berani bergerak .
" Hah .... aku harus mencari orang untuk mengawasi Ay didalam mansion yah aku harus bisa menyuap salah satu dari mereka untuk mau bekerja untuk ku ..." gumam Saniya .
" Lebih baik aku sekarang mencari Dani mungkin saja dia ada job untuk dan aku juga bisa bermain dengan nya .." ucap Saniya .
Mobil melaju pergi meninggalkan bangunan tua dipinggir kota itu .Dari kejauhan ada beberapa pasang mata yang terus mengawasi dan mengikuti wanita itu .
Orang orang yang mengikuti Saniya segera melapor kepada tuan mereka .
"Taun ..... wanita itu mendatangi sebuah bangunan tua dipinggir kota dan saat ini telah kembali menuju kota .." ucap pria itu melaporkan .
" Tetap ikuti kemana wanita itu pergi jangan lengah sedikit pun ." jawab orang diseberang telfon .
" Baik ... tuan " jawab pria itu yang masih mengikuti mobil Saniya .
Diperjalanan Saniya mendapatkan panggilan dari nomer yang tidak dikenalnya .Saniya menepikan mobilnya untuk mengangkat telfon itu .
" Selamat siang nona saya punya penawaran dengan anda .... jika anda berminat saya tunggu di hotel Xx nanti malam jam 7 ." ucap pria itu .
" penawaran .... tentang apa " tanya Saniya yang merasa jika dia akan mendapatkan job .
" Silahkan datang kehotel yang sudah saya katakan anda akan tahu nanti .." jawab orang itu .
__ADS_1
" Baik ... saya akan datang.." jawab Saniya dengan cepat .
" Kami ... tunggu kedatangan anda nona.." sahut pria itu langsung mematikan telfon .
Saniya yang penasaran pun langsung melaju kearah kota tanpa berfikir panjang dia akan menyiapkan diri untuk bertemu dengan orang yang menelponnya .
Malam hari tiba Saniya datang kehotel yang sudah ditentukan untuk bertemu dengan orang yang memberikan penawaran kepada nya .
Tok ....tok... tok....
cklek ...
" Silahkan masuk nona tuan sudah menuggu kedatangan anda ..." ucap pria yang sudah berusia matang itu .
" Selamat malam nona ...silahkan duduk " ucap Romy sambil duduk menyilang kan kaki
" Terima kasih tuan ..so apa yang akan kita bahas malam ini " tanya Saniya dengan senyum menggoda dia tidak akan sungkan lagi .
" Haha...santai saja nona malam masih panjang saya ingin menawarkan kan kerja sama dengan anda .." ucap Romy menyesap wine yang ada du gelasnya .
" Kerja sama .... seperti apa yang akan anda tawarkan " saniya kembali bertanya sambil bersandar di sofa .
" Anda ingin menyingkirkan Nyonya muda Subastian bukan mari kita bekerja sama .." ujur Romy dengan senyum menyeringai .
__ADS_1
" Anda yakin bisa membantu saya tuan ..kerena saya saat ini bisa menghabisi nya sendiri tanpa bantuan anda jadi ..." ucap Saniya .
"Anda tenang saja nona kita ini punya musuh yang sama jadi apa anda menerima tawar saya untuk bekerja sama ..." Jawab Romy .
" Kata terlebih dulu ...apa rencana anda ..," ucap Saniya dengan berani .
" Kita bisa menjebak nya sehingga membuat semua orang membencinya dan aku bisa membantu anda ..dengan syarat aku juga ingin nyawa dari suaminya ."jawab Romy dengan penuh kebencian .
" Oohh... jadi anda membenci suaminya " tanya saniya .
" Yes... jadi bagaimana setelah kita bisa menyingkirkan mereka aku akan memberikan 15 % saham dari Ss gruop .." tawar Romy .
" Wow... penawaran yang bagus oke kita sepakat mari berkerja sama tuan .." jawab Saniya dengan semangat sambil mengulurkan tangan .
" Deal... kita kerjasama nona..." sambut Romy dengan senang akhirnya dia punya pion yang bisa digunakan untuk menyingkirkan penghalang dalam menguasai harta Subastian .
Mereka berbincang cukup lama untuk membahas rencana mereka hampir 2 jam saniya .
Tidak ada yang tahu jika pembicaraan mereka terdengar seorang pria yang kini sedang duduk ditemani seorang wanita yang berada dibawahnya .
" CK ...luar biasa ternyata wanita itu sekarang mencari sekutu ... mari kita lihat bagaimana cara mu bisa selamat ." Zero berdecih mendengar pembicaraan mereka berdua .
Zero menyeringai licik membuat wanita yang bermain di bawah Zero bergidik ngeri .
__ADS_1
" Pergilah..... " ucap Zero membuat wanita itu langsung berdiri memakai baju dan pergi dengan diam .