
Hari berganti dengan cepat Xavier semakin posesif terhadap sang istri . Dan juga banyak maunya jika tidak dituruti membuat seisi rumah akan panik .Seperti pagi ini Xavier tiba tiba meminta koki didapur untuk membuat kan gado gado untuk sarapan ..
" Sepertinya ..anak mu suka dengan mu Vier lihat dia tidak menyiksa Ay tapi ... malah menyiksa mu dan kakek suka itu .." ucap Kakek tanpa menyembunyikan kesenangan melihat penderitaan cucu itu .
"Cih .... dasar kakek tua bisa bisa dia tertawa melihat ku tidak bisa makan jika bukan yang ku inginkan ." gumam Xavier .
" Mas.... iiiihhhh jangan gitu apa yang dikatakan kakek itu benar kok." ucap Ay membuat Xavier tambah cemberut .
" Sayang kau minta dihukum ya ..jangan membelanya .." jawab Xavier .
" Hukuman apa yang kau berikan pada istri yang sedang hamil bocah ..," tanya kakek menatap tajam Xabier .
" Hukuman yang membuat nya berteriak.... Mmpphh " ucapan Xavier terhenti saat Ay membungkam mulut Xavier .
" Kakek.... jangan dengarkan orang mesum ini ." ucap Ay .dia malu kenapa juga punya suami mesum seperti Xavier .
" Ha ha ha .... tenang saja Ay kakek tahu apa maksud Xavier ..ha ha ha ." kakek tertawa bahagia .Ron yang melihat pun ikut tersenyum dia sudah lama tidak pernah melihat tuannya itu tertawa lepas begini.
__ADS_1
" Semoga anda selalu bisa tertawa bahagia seperti ini tuan sudah waktunya Anda menikmati hari tua anda " batin Ron .
Disebuah bangun tua dipinggir kota kini terlihat seorang pria dengan tubuh yang atletis tengah berdiri melihat kearah depan .
Dia akan memastikan sendiri target yang diminta wanita itu Jika itu benar adiknya jangan salah kan dia jika Saniya lah yang akan mendapatkan kematian yang mengerikan .
" Zus ..... bagaimana kau sudah dapat informasi lengkap nya ." tanya Zero .
" Sudah bos ... saat ini dia sedang bersama dengan suami nya selama 7 tahun ini dia berada di London untuk kuliah meski suaminya tidak pernah menemui nya tapi dia tidak pernah meninggalkannya sendirian .." jawab Zus ." Pria itu menjaga nya dari jauh dan tanpa disadari oleh nya .." lanjut Zus .
" Kau tahu Zus aku sudah mencari dia dari kecil sejak orang itu membawa kabur adik kecil ku yang membuat mom harus meregang nyawa setelah mendengar jika adik kecil ku tiada tapi semua itu tidak benar kepar4t itu menukar bayi lain dengan adik ku .." ucap Zero .
Selama ini Zus selalu menemani Zero mereka berdua sudah sering kali hampir mati saat menjalan kan misi hingga dia bisa menjatuhkan pemimpin lama dan mengambil kekuasan itu .
" Emmm.... bagiamana kalau kita siksa dulu anaknya baru kita lenyapkan pria itu .." jawab Zus .
" Bagus ... sekarang kita lihat dulu adik kecil ku .aku ingin melihat nya dari dekat ." ucap zero jadi temukan lokasi nya sekarang sehingga aku bisa mendekatinya dan juga bisa mengambil sampel untuk tes DNA .." lanjutnya .
__ADS_1
" Tenang saja ayo sekarang dia sedang berada di sekolahan xx menjemput anak angkat nya " jawab Zus .
Zus mengendari mobil itu menuju sekolah Alden hari ini Ay sedang menemani Alden untuk membeli baju dan sepatu Erik .sesuai permintaan nya kemaren .
Anton tidak bisa menjemputnya begitu pula Zahra yang saat ini sedang berada di kantor polisi .
" Bagiamana pak apa bisa ... kita membebaskan Ayah saya semua bukti ini sudah menunjukan jika ayah saya tidak bersalah.." tanya Zahra .
" Baik... nona dan tuan kami akan segera memproses tentang ini jika memeng bukti ini benar maka ayah anda bisa bebas." Jawab polisi itu .
" Baik pak... kami tunggu kabar baiknya saya harap ini bisa selesai secepatnya .." balas Anton .
" Kami usaha kan paling lama 1 bulan tuan dan paling cepat 2 Minggu ..jadi mohon tunggu kabar dari kami ." jawab polisi itu .
" Terima kasih .. kami permisi terlebih dulu." pamit Anton .
" Mari pak...." ucap zahra ." Terima kasih ... Mas semoga ayah bisa segera keluar " lanjut Zahra lirih .
__ADS_1
"Sama sama Ra .. kamu tenang saja aku yakin jika ayah tidak bersalah.."jawab Anton .
Mereka menginggalkan kantor polisi dan menuju rumah yang mereka tempati .