Pelakor Sah

Pelakor Sah
Ayesha sadar


__ADS_3

Tak lama datang juga Andre yang dibelakangnya ada Anton dan Zahra . Yang memang lagi ini senagaja datang setelah mengantar anak anak ke sekolah baru mereka kerumah sakit .


Cklek....


Pintu terbuka membuat penghuni ruangan itu menoleh .


" Selamat pagi semua .... bagaimana dokter Maura apa semua baik baik.?" Andre bertanya dengan khas seorang dokter .


" Untuk saat ini keadaan nyonya sudah sangat baik dan untuk kandungan setelah nyonya sadar baru kita akan melakukan pemeriksaan ulang . Tapi untuk saat ini semua nya normal dan baik dok.." Jawab dokter Maura dengan profesional.


Mendengar itu dokter Andre hanya bisa mengangguk kepala sebagai tanda mengerti .


" Baiklah ..... semua nya saya permisi kerena masih ada pasien yang harus saya tangan ." Pamit dokter Maura .Membuat Andre mendengus kesal .


" CK ... yah pergilah ." Jawab Andre dengan singkat .


" Sekali lagi terima kasih dokter ." Sahut Zahra .


" Iya .... nyonya mari " Seru dokter Maura .


Saat dokter Maura keluar ruangan itu mendadak hening begitu saja .Apa lagi terlihat Zero menatap tajam orang ada didalam sana .


" Jika kalian ini hanya ingin ribut sebaiknya pergilah, Menganggu orang saja ." Seru Zero membuat mereka terdiam .

__ADS_1


" Kami ....kesini membawa sarapan silahkan untuk sarapan dulu tuan ." Ucap Zahra sambil meletakan sarapan yang dibawanya dari rumah .


" Eemm.... nanti saja Ra letakan saja situ ." Jawab Xavier dengan datar .


" Bos ... sebaiknya cepat makan nanti nyonya sadar anda sudah makan karena jika tidak nanti nyonya kan mengomeli kau sebaiknya sekarang makan dulu ." Sahut Anton yang melihat kelakukan Xavier yang kehilangan semangat .


" Makna lah vier aku tahu kau belum makan dari semalam kau belum pernah keluar menginggalkan ruangan ini selain kekamar mandi tadi ." Ucap Zero sambil merebahkan tubuhnya disofa .


Melihat itu Xavier hanya bisa menghela nafas sambil menggelengkan kepala . Dia sudah pasrah jika harus berhadapan dengan kakak ipar nya itu .


Setelah dibeberapa saat Xavier selesai dengan sarapannya . Kini dia sudah duduk disamping Ay yang masih senantiasa menutup mata .


" Sayang ayo bangun ini sudah pagi ....." Bisik Xavier ditelinga Ay ." Sayang ayo cepat kau harus jalan jalan pagi untuk menghirup udara segar ." Lanjutnya dengan nada lembut .


" Dre.... tangan Ay bergerak dia merespon ." Seru Xavier membuat Andre langsung memeriksa Ay kembali .


" Bagus .... tunggu sebentar lagi Ay pasti sadar terus lah membangunkannya ." Ucap Andre setelah memeriksa Ay .


" Sayang .... ayo cepat bangun hari ini banyak yang harus kita lakukan . Kau tidak lupa kan jika hari ini ada janji dengan anak anak ." Bisik Xavier lagi . Lagi tangan Ay merespon dan juga ada getaran dimata Ay .


" Sayang .... cepat bangun ayo nanti kita harus melihat dedek bayi ." Lanjut Xavier mengajak Ay berbicara .Tak lama ada gerakan dari tangan dan juga mata Ay sampai terdengar lenguhan orang meski lirih .


" Eemm.... " Lirih Ay saat berusaha membuka mata .

__ADS_1


" Sayang kau bangun sayang ...... " Panggil Xavier penuh dengan kecemasan dan juga semangat .


" Eemm.... mas " Ucap Ay dengan lirih .


" Iya sayang ..... mas disini bangun ya ." Ucap Xavier penuh dengan haru .Dengan cepat Andre memeriksa keadaan Ay lagi .Zero yang semula sudah menutup mata kini juga terbangun langsung menghampiri sang adik .


" Ay .... dengar kakak Ay .."Zero juga mencoba memanggil Ay .


" Kak.... " Lirih Ay membuat Zero menghela nafas senang .


" Alhamdullah ..... akhirnya kau sadar Ay kami semua sedang menunggu mu ." seru Zahra yang berada dipelukan Anton .


" Ehem..... disini masih ada orang jadi tolong jaga hati ku yang rapuh ini ." Ucap Andre dengan dramatis .


" Iri bilang bos .... makanya jangan suka PHP emang enak sekarang dicuekin ." Sahut Anton yang semakin memeluk Zahra .


" CK .... dasar kalian para Bucin."Ucap Andre dengan sinis .


" CK ... diam lah kalian membuat istri ku engan bangun jika kalian ribut disini . Anton pergilah perusahaan, Dan kapan kau melamar Zahra .?"Tanya Xavier sambil terus menggenggam tangan Ay .


"Mas .... "ucap Zahra lirih "aku haus .... mas" Lanjutnya dengan lemas .


" Oke .... sebentar aku ambil kan dulu ya ." Jawab Xavier dengan cepat mengambil air minum dan membantu Ay minum .

__ADS_1


__ADS_2