Pelakor Sah

Pelakor Sah
2 bidadari seorang Xavier


__ADS_3

Hari berganti dengan begitu cepat tidak terasa usia baby Xera sudah mencapai 3 bulan . Ayesha mulai melakukan aktivitas dengan baik .Dengan bantuan para pelayan Ay merawat baby Xera sendiri .


Xavier juga tidak mau kalah dengan sang istri ditengah kesibukan nya diperusahaan. Pria yang telah menjadi ayah itu dengan sigap melakukan semuanya dengan cepat .Agar bisa cepat kembali pulang bertemu dengan kedua bidadari yang mengunggu nya dirumah .


"Wah ... princess cantik nya mom udah harum udah cantik nih .." Ucap Ay sambil mengganti baju Xera .Terdengar suara khas bayi yang sedang tertawa .


" Baby Xera ....udah cantik mom akan mom yang bantu mandi ." Lanjut Ay dengan suara seperti bayi . Hal itu sering dilakukan Ay untuk melatih pendengaran dan juga gerak aktif baby .


Di pintu terlihat seorang pria tengah bersandar dengan senyum manis menghiasi wajah yang sangat tampan itu .Lelah yang dia rasakan seakan telah musnah ketika melihat bidadari. yang kini tengah bercanda dengan tawa yang membuat seisi ruangan itu ceria .


" Sayang jangan lupakan dad ...." Bisik Xavier tepat ditelinga Ay .Wanita uang tengah mengantikan baju anaknya itu melonjak kaget .


" Mas .... tumben udah pulang ini kan masih ...," Ucapan Ay terpotong oleh kecupan manis mendarat dibibir Ay .


" Eemm....aku merindukan mu .Dan ayo bersiap Anton ingin mengadakan syukuran untuk 4 bulan Zahra ." Sahut Xavier setelah mencuri ciuman dari bibir sang istri .


Sedangkan bayi yang mulai tembem itu tertawa saat melihat orang tuanya bersama .


" Uuhh... baby girl kau semakin menggemaskan membuat ku semakin tidak ingin menginggalkan mu ." Ucap Xavier sambil mengambil alih sang putri yang kini menyambutnya dengan senyuman .

__ADS_1


"Bersiap lah dulu nanti gantian aku....Aku akan menemani baby dulu ." Lanjutnya yang langsung mendapatkan polototan dari Ay .


" Mas ....kamu mandi dulu baru bermain dengan baby ...kamu ini baru saja dari luar dad banyak kuman . Cepat sana pergi mandi setelah itu baru bermain dengan baby ." Ucap Ay dengan keras sambil berkecak pinggang .


Membaut Xavier mau tidak mau harus meninggalkan mereka untuk segera mandi .Pria itu tidak hanya bisa pasrah saat sang istri sudah bertitah.


Dari pintu terdengar sang kakek tau tengah terkekeh mendengar teriak Ay .Yah itu menjadi obat tersendiri untuk nya saat ini yang sudah tua .


" Kek ... sudah lama maaf Ay tidak tahu ." Ucap Ay saat mendengar ada orang lain selain mereka .Sedangkan Xavier sudah pergi melalui pintu penghubung yang sengaja dibuat itu .


" Tidak .... kakek juga baru datang hanya ingin melihat baby saja ." Jawab Kakek dengan terkekeh pelan mendekat kearah Ay dengan baby Xera .


Kedua manusia berbeda usia dan genre itu tengah tertawa bahagia.Ay wanita itu hanya bisa menyambut semua dengan rasa syukur .


" Pergi lah kau juga harus bersiap kita kan berangkat kerumah Anton ." Ucap Kakek dengan senyum nya .


"Iya kek ... tapi kakek nanti akan kerepotan ." Jawab Ay dengan senyum sopan .


"Tidak .... sana pergi lah sebentar lagi suamimu itu akan berteriak mencari baju gantinya ." Sahut kakek tua itu dengan senyum . Yah entah jejak kapan Xavier mulai manja kepada Ay dia hanya ingin istrinya lah yang menyiapkan semau keperluan nya .

__ADS_1


" Eemm.... terima kasih kek Ay pergi dulu mas sebelum mas selesai mandi ." Jawab Ay sambil membuka pintu yang jadi penghubung .


Dan benar saja saat Xavier selesai mandi pria itu mencari sang istri yang sedang menyiapkan bajunya .


"Sayang .... aku pikir masih bersama dengan baby .?" Tanya Xavier sambil memeluk Ay dari belakang .


" Baby ...sedang bersama kakek .." Jawab Ay menahan suaranya saat dengan jahil Xavier mulai menggerayangi tubuh istrinya .


"Mas ....berhenti nanti baby menangis kalua kelamaan ditinggal ." Ucap Ay dengan sayu .


"Hanya sebentar sayang ...." Ucap Xavier dengan suara serak .Tanpa aba aba lagi dengan cepat Xavier membawa Ay keranjang hingga suara erangan kedua nya memenuhi ruangan itu .Sedangkan kakek hanya bisa menggelengkan kepala nya dengan senyum mengembang.


" Terima kasih ya Allah kau berikan orang tua ini untuk melihat kebahagian ini .Jika nanti engkau menjemput ku sempurna kan kebahagia ini ." Lirihnya didalam hati sambil tersenyum kepada baby kecil yang sedang bermain dengan kaki nya sendiri .


Setalah hampir 2 jam semuanya telah siap untuk berangkat keruang Anton . Dengan persiapan yang matang Xavier meminta beberapa pengawal mengikuti mereka .


" Mas ....apa tidak berlebihan kita harus membawa pengawal segala ." Protes Ay saat melihat ada nya beberapa orang yang telah bersiap untuk mengikuti mereka .


" Tidak ....sayang ini harus aku tidak ingin mengambil resiko ." Sahut Xavier dengan tegas pria itu tidak mau dibantah jika menyangkut keselamatan keluarga nya .

__ADS_1


__ADS_2