Pelakor Sah

Pelakor Sah
Kepulangan Ay dan baby Xera


__ADS_3

Satu hari berlalu keadaan Ay dan juga baby Xera dalam juga tidak menunjukan adanya masalah .Dengan senyum yang menghiasi wajah Xavier pria tampan itu membawa bayi mungil didekapan nya .Membaut banyak wanita yang berada di lobby rumah sakit menjerit .


"Ya Tuhan ..... lihat tampan sekali pria itu ." Salah satu pengunjung mulai memperhatikan Xavier .


" Iya ... dan lihat yah mendorong wanita itu juga tak kalah tampan .Hari ini pasti hari yang beruntung bisa melihat keduanya ." Jawab yang akan .


" Shhtt ... jangan berteriak kau tahu siapa mereka .?" Yang lainnya menyahut dengan cemas .


Sedangkan orang yang dibicarakan hanya berjalan menuju mobil , yang sudah terparkir rapi dan Anton bersandar dengan melipat tangan nya .


" Kau bawa istri mu saja ...kemari kan baby girl ku .." Seru Zero dengan wajah masam .


"CK .... ini ,jika saja aku bisa aku tidak akan membiarkan mu menyentuhnya .Sana buat sendiri bukan menopoli anak orang ." Sahut Xavier tak kalah sinis .


" Kalian ini bisa tidak sekali saja yang bertengkar , Kepala ku pusing melihat kalian berdua berdebat ." Seru Ay yang masih duduk dikursi roda .


"Sayang .... dia dulu yang mengajak ribut." Jawab Xavier sambil mengangkat Ay kedalam mobil .


"Bukan aku kau sendiri kan yang mulai ." Seru Zero tak mau kalah .


"Sudah diam... Kak bawa kemari Xera nya biar aku sendiri yang bawa bukan kakak bawa mobil sendiri ?" Tanya Ay dengan melirik Anton yang terkekeh sendiri .Saat melihat kedua pria itu lagi lagi berdebat .


" Ya ... aku lupa " Seru Zero melompat keluar sambil menepuk kening nya . Saat baby Xera sudah berada ditangan Ay .

__ADS_1


"Sudah beres semau nya ton ayo jalan ." Ucap Xavier saat memasuki mobil .


Dengan menempuh perjalanan yang lebih lama karena Anton membawa mobil lebih pelan .Sepeti yang diminta bos nya yang begitu posesif itu .


Didepan rumah Subastian sudah ada banyak mata yang menunggu, kedatangan mereka .Hari ini tuan besar juga ada disana untuk menyambut keluarga baru mereka . Ron kepala pelayan itu juga terlihat bahagia menyambut kedatangan princess kecil itu .


" Ma ....kenapa papa pekan sekali membawa mobilnya .?" Alden bertanya dengan heran .Begitu pula dengan yang lainnya juga bertanya tanya kenapa mobil itu berjalan dengan pelan .


" Mungkin dedek bayi sedang tidur jadi papa bawanya pelan ." Jawab Zahra dengan mengusap kepala Alden .


Mobil berhenti tepat didepan pintu dimana sudah banyak yang menyambut .


" Papa cepat lah aku sudah tidak sabar melihat adik bayi ." Teriak Alden saat mobil baru saja berhenti .


" Sabar kenapa ...boy ini adik bayinya ." Jawab Xavier yang membawa baby Xera turun dari mobil .


" No ....boy nanti adik bayinya jatuh biar sama mama saja ." Sahut Zahra dengan cepat mengambil baby Xera .


Alden cemberut saat Zahra sudah mengambil baby Xera dari tangan Xavier .Wanita hamil itu tidak menyadari jika Alden semakin cemberut saat mama yang membawa ,bayi mungil itu kepada tuan besar Subastian .


"Boy ...bantu mom saja oke ..." Ucap Ay saat Xavier sudah membantunya untuk turun dari mobil .


" Bukan begitu mom ...Mama berjalan dengan cepat aku takut nanti jatuh akan mama bawa 2 dedek bayi mom ." Jawab Alden dengan masam .Ay hanya bisa menepuk jidatnya saat mendengar jawaban Alden .Dan yang lain nya hanya bisa menggelengkan kepala nya . Alden memang posesif jika menyangkut keselamatan sang mama dan adik bayinya .

__ADS_1


" Boy ... mama tidak apa disini ada banyak orang yang akan menolong mama ." Jawab Anton membuat balita itu menoleh dengan cemberut .


"Eemm...aku tahu papa ." Jawab Alden dengan cemberut .


Saat semuanya sudah masuk kedalam rumah Zero baru saja datang . Pria tampan itu dengan cepat masuk kedalam rumah .Tapi dicegah Anton yang masih berada diluar .


" Taun .... bagaimana dengan kedua orang itu ." Tanya Anton dengan melirik disekitarnya .


" Kau tenang saja ..mereka hanya ikan kecil yang mencoba melawan ikan kakap ." Jawab Zero dengan datar ." Nanti malam aku bisa pastikan tidak akan ad lagi black mamba ." Lanjutnya dengan kobaran amarah yang terlihat jelas dimata pria itu .


"Aku hanya khawatir jika mereka suruhan dari anak angkat Romy ." Sahut Anton lirih .Sampai sekarang belum ada gerakan bahkan mereka sudah mencari tapi juga belum dapat .


" Iya kau benar itu lah ..yang harus kita waspadai saat ini ." Sambung Zero . Setelah keduanya selesai berbicara kedua pria itu juga masuk dengan merubah raut wajah nya lagi .


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Guys mau end apa mau lanjut nih ....


Jujur aku sendiri ngak Suka kalau terlalu berbelit belit .


Semoga kalian semau suka dengan karya karya aku yang lain .


Guys tinggalkan jejak kalian Kembang kopi nya jangan sampai lupa .

__ADS_1


Terutama like and comen


Thanks you all ......


__ADS_2