Pelakor Sah

Pelakor Sah
Murka Zero


__ADS_3

" Sayang .... jika tidak nyaman ayo pergilah aku akan mengantar mu ..." Sahut Xavier sambil meletakan sendok .


" Iya mas .... maaf semuanya mungkin ini bawaan bayi kakak, tolong temani mereka ." Sahut Ay berdiri dipapah oleh Xavier .kedua pasangan itu meninggalkan meja makan. Membuat soraya geram karena diabaikan oleh Ay .


" Ay ... biar mama yang menemani kamu ya sayang mama merindukan mu sudah lama kamu tidak pernah menengok mama sama papa.. Kami merindukan mu Ay tolong biar mama menemani ku ya ..." Soraya memohon dengan wajah memelas .


"Eemm.... mas apa boleh mama menemani aku mas ... ?" Tanya Ay kepada Xavier .


" Boleh tapi ingat sayang kamu tidak sendiri .oke ...." Sahut Xavier sambil berbisik .Xavier dengan engan mengijinkan Ay ditemani Soraya .


" Baik lah ma .... Ay ingin kekamar kehamilan Ay sering membuat ku lelah dengan cepat." Ajak Ay , membuat soraya berbinar cerah karena rencana nya berhasil .


Ay membawa Soraya kesebuah kamar yang ada dilantai satu . Sejak kehamilan Ay yang semakin kelihatan Xavier meninta pelayan untuk menyiapkan kamar dilantai bawah .


Setelah kedua wanita beda usia itu pergi keadaan menjadi hening sampai suara Zero membuat suasana berbeda.


" Tuan Oliver ... bagaimana keadaan anda apa anda sudah sembuh dari kecelakaan .?" Zero bertanya terlebih dulu dengan senyum miring .


" Aahh .... iya terima kasih tuan muda saya sudah sembuh hanya luka ringan saja." Jawab Hamdan dengan canggung.


" Wah ..... lain kali paman .... harus hati hati karena mungkin jika nanti tidak hanya luka ringan ." Seru Zero mengingatkan kepada Hamdan .


" Benar yang dikatakan bocah nakal itu ... kamu harus berhati hati .Jangan berikan peluang kepada orang yang akan mencelakai mu ." Sambung Kakek .


" Terima kasih tuan besar .." Hamdan menjawab dengan pelan sedangkan tangannya kini sudah mengepal sampai memutih .


" Kami .... minta maaf karena tidak bisa menjenguk papa di rumah sakit Ay agak sensitif dengan bau obat obatan rumah sakit jadi mohon dimaklumi ." Kali ini Xavier yang menyahut .

__ADS_1


" Tidak masalah .... memang begitu lah ibu hamil jadi kamu sebagai suami harus sabar menghadapi perubahan hormon ibu hamil ." Jawab Hamdan dengan senyum lebar .


" Iya anda benar ...." Sahut Xavier sambil mengunyah makanannya .


Tak lama malam malam itu berakhir meski sedikit tegang . Dengan kalimat kalimat yang sering terlontar oleh Zero atau pun Xavier .


Setelah selesai makan mereka pindah ke ruang tamu untuk sekedar berbincang .Sedangkan Ay kini sedang berada dikamarnya dengan Soraya ,terjadi sedikit perbincangan yang lumayan ringan diawal , hingga Soraya meminta Ay untuk membantu keuangan perusahaan yang hampir bangkrut .


" Ay..... kamu harus bisa membantu papa mu lagi pula perusahaan itu juga nanti akan menjadi bagian mu dan juga kakak mu Ay ... jadi kamu harus membantu ." Ucap Soraya dengan nada yang angkuh .


" Maksud .... mama bagaimana dengan apa aku harus membantu ma . Aku tidak akan punya banyak uang untuk membantu .," Jawab Ay " Selama ini aku hidup dengan uang mas Xavier jika mama ingin meminta bantuan mama haris bicara dengannya ." Lanjut Ay berusaha menahan amarahnya .


" Ay .... kamu sekarang sudah berani yah... seharus kamu itu bersyukur bisa hidup . Seharusnya kamu itu sadar diri kamu itu hanya anak pungut dari jal4ng sialan itu ." Ucap Soraya sinis ." Jadi sekarang kamu harus membayar Budi kepada kami . kamu pikir kamu itu siapa kamu hanya anak jal4ng yang tidak tahu diri ." Lanjutnya dengan marah .


" Cukup ma.... aku tahu Ay bukan anak kalian tapi cukup sudah ,Jangan pernah menghina mama terus . selama ini aku diam bukan tidak berani .Tapi cukup untuk sekarang pergilah .... dan jangan pernah datang lagi kesini .Sampai kapan pun aku tidak akan bisa menolong meski aku memohon kepada suami ku juga kan percuma." Sahut Ay dengan menahan amarahnya .


" Sakit.... tolong lepas ma .... aku tidak pernah mengusik keluarga kalian aku disini bersama suami ku .." Jawab Ay dengan berani.


" Heh ... apa kau bilang jika bukan kamu siapa pa lagi hah .... jika bukan kamu sekarang Saniya lah yang menjadi nyonya dirumah ini bodoh .kau itu hanya pembawa sial .Jika tau begini aku akan membunuhmu dari dulu bersama orang tua mu ." Teriak Soraya dipenuhi amarah .


Plak....


Plak....


Tak cukup dengan teriakan cacian makian Soraya menampar Ay seperti dulu jika Ay membuat kesalahan . Sedangkan wanita hamil itu hanya bisa meringis kesakitan kerena tidak bisa melawan hanya untuk melindungi bayi yang ada diperutnya .Sampai pintu terbuka.


Cklek......

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan nyonya .... beraninya kau ... apa kau lupa dinama hah....." Zero berteriak murka melihat bagiamana Soraya menarik rambut Ay dan juga ada bekas tamparan diwajah Ay .


" Kak.... sakit ...." Suara ay terdengar lirih hingga membuat Ay pingsan .


" Keparat ..... lepaskan adik ku jika kau ingin selamat ." Teriak Zero membuat Xavier dan yang lainnya berlari mengejar .


Plak....


Plak....


Plak...


Plak..


" Aku akan membalas mu berkali kali ....nyonya ." Ucap Zero sambil terus menampar wajah Soraya ." Xavier .... cepat siapkan mobil Ay pingsan ...Zus urus mereka berdua rupanya peringatan ku tidak lah berlaku ." Suara Zero menggelegar memenuhi seisi rumah.


🌺🌺🌺🌺🌺


Guys ....


Mulai part ini agak nyesek ya.... semua kan terbongkar dengan sendirinya oke....


Jangan lupa kembang kopinya.


Dan tidak lupa pencet like dan juga comen sebanyak banyak nya ....


Thanks you all.....

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2