
Sedangkan disebuah tempat yang gelap ,dan lembab terlihat sepasangan suami istri yang saat ini sedang dalam keadaan kurang baik .
Dengan sekuat tenaga Soraya berusaha menggapai suaminya, yang kini sudah babak belur . Setiap 2 jam sekali anak buah Zero kan datang untuk menyiksa mereka berdua .
"Tolong..... lepas kan kami ." Ucap Soraya lirih saat melihat siapa yang datang .
"Radit .... tolong kami akan memberikan semua yang kami mau tapi tolong lepaskan kami ." Lanjutnya lirih hampir tidak terdengar .
" Maaf .... nyonya saya tidak berhak untuk itu . Jadi sekarang nikmati lah , Silah kan makan nyonya dan tuan jika kalian masih ingin hidup ." Jawab Radit dingin .
Sedangkan Hamdan semakin menderita jika dia berusaha melawan.Jadi hanya bisa terdiam dengan patuh mengikuti apa yang diperintahkan oleh anak buah Zero .
Pria paruh baya itu hanya bisa menerawang jauh mengingat bagaimana baiknya majikan yang dia ikuti .
Dulu Devano tidak pernah menganggap jika Hamdan itu anak buahnya . Dia selalu menyamakan diri nya dengan saudara sendiri .
" Mungkin ... ini lah yang terbaik ." gumam Hamdan dengan pelan .Sambil memasukan sesuap nasi kemulutnya yang .Sedangkan soraya kembali menangis dengan keras .
Tubuhnya yang dijaga dengan perawatan mahal kini sudah tak berbentuk lagi . Kerutan semakin terlihat diwajah tuanya .
" Cukup Soraya .... sekarang makan lah jika masih ingin hidup ." Ucap Hamdan sambil berbisik .
__ADS_1
" Hiks ... hiks ... hiks .... pa aku sudah tidak kuat lagi pa .... bagiamana keadaan Saniya dirumah pa ." Seru Soraya dengan penuh kesedihan . Air mata nya tak berhenti mengalir diwajah tuanya .
" Sudah cukup ... makan lah semua ini adalah balasan yang Barus kita terima . Kau sendiri yang tidak bisa menahan diri kepada Ay ." Ucap Hamdan dengan keras membuat Soraya terpereranjat mendengar suara Hamdan .
Akhirnya dengan patuh Soraya mengikuti kemauan sang suami .
Dirumah sakit kini Ay dan juga Xavier berada didepan sebuah alat . Yang akan membuat Meraka tahu keadaan janin dikandungan Ay .
" Mari silah kan ... nyonya " Ucap suster sambil membantu Ay untuk berbaring .Dengan sigap Xavier mengangkat Ay dan membaringkannya dengan selembut mungkin .Suster yang melihat itu merasa wajah nya memerah saat melihat perhatian Xavier .
Suster itu mengolesi perut Ay dengan Gel yang nanti akan memudahkan untuk melakukan USG .
" Dokter .....semua sudah selesai silahkan .," Ucap Suster itu setelah selesai dengan tugasnya .
" Lihat tuan dan nyonya janin kalian sangat baik dia terlihat sang kuat .... Jadi kalian tidak perlu khawatir lagi ." Ucap Dokter Maura dengan senyum ramah .
" Terimakasih dok ...." Ucap Ay lirih sambil memandangi layar monitor .
"Tentu nyonya itu tugas saya ." Jawab Dokter Maura .
" Dokter apa kami sudah bisa melihat jenis kelamin nya ." Tanya Xavier dengan antusias .
__ADS_1
" Belum tuan .... saat ini kandungan nyonya baru berusia 4 bulan kalau anda ingin melihat jenis kelamin tunggu sampai usia kandungan 6 sampai 7 bukan ." Jawab dokter muara dengan ramah .
" Kalian saat ini bisa mendengar detak jantung dari dedek bayi ." Lanjut Dokter itu dan tak lama terdengar detak jantung yang cukup membuat mereka berdua terpukau .
Deg.....
Deg .....
Deg.....
Detak jantung dari monitor bersahutan dengan detak jantung kedua pasangan itu tak terasa air mata mereka menetes .
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Sorry guys hanya bisa up segini soalnya lagi ... demam .
Jadi mohon maaf ya guys ...
Jangan lupa like comen dan vote nya .
Kembang kopi nya jangan lupa biar author kembali semangat .
__ADS_1
Thanks you all.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺.