
Rombongan yang membawa Ay dan yang lainnya sampai di kediaman Subastian .Ay dengan sengaja membawa mereka kesini sesuai permintaan sang suami .Xavier ingin memantau perkembangan Erik sendiri , Setalah mendapatkan laporan dari Anton .
" Selamat datang kembali nyonya muda .." Ucap Ron yang menyambut mereka .
Ay tersenyum ramah menangapi hal itu yang sudah menjadi kebiasaan Ron yang selalu menyambut dirinya atau pun yang lain .
" Paman .... tolong antarkan nenek ke kamar tamu terlebih dulu , Dan anak kalian pergi ganti baju setelah itu baru bermain ." Ucap Ay dengan lembut .
" Nyonya... bagaimana jika saya istirahat dibelakang saja dikamar para pelayan saya tidak enak jika harus dikamar tamu.." Nenek Erik berusaha mencegah Ay untuk menempatkan nya dikamar tamu .
" Nek.... nenek tidak perlu khawatir apa pun sekarang nenek tamu Ay disini jadi nenek istirahat dulu." Jawab Ay yang mengerti jika nenek itu merasa sungkan jika berada dikamar tamu .
" Mom... biar Al sama Erik yang mengantar Nenek ." Sahut Alden dengan wajah yang mengemaskan .
" Boleh ..... kamu antar oke. Bersama dengan Kakek Ron ." Jawab Ay mengelus kepala Alden .
" Siap ... Mom ayo nek ,Erik Ayo .." Alden mengajak Erik dan neneknya untuk segara menuju kamar .
__ADS_1
" Ay ..... aku akan kebelakang dulu ada yang ingin aku tanya kan kepada tuan besar ." Zahra berkata dengan pelan .
" Pergilah ... Ra jangan terlalu tidak enak hati ." Jawab Ay dengan senyum yang menghiasi bibirnya.
Tak butuh waktu lama Zahra sampai di taman belakang yang bisa melihat kakek tua yang sedang duduk bersantai di gazebo dekat kolam renang .
" Tuan besar ...... apa saya menganggu anda .?" Zahra bertanya dengan hati hati .
" Eehhh... kau datang nak kemarilah . Ada apa apa yang ingin kau tanya kan ." Jawab kakek sambil melambaikan tangan .
" Eemm ini ..... masalah ayah ..." Ucap Zahra dengan ragu .
"Ha ha ha.... kakek hanya bercanda nak . Jadi apa yang ingin kau katakan." Kakek tertawa melihat reaksi Zahra yang malu .
" Eemm... mungkin Ayah bisa keluar dalam waktu dekat tuan besar .... dan ayah tidak punya tempat tinggal lagi pula saya selama ini tinggal di rumah mas Anton jadi.." Ucap Zahra yang terlihat masih ragu mengatakan apa yang ada dipikirannya .
" Tenang saja masalah itu biar diurus oleh Xavier dan Anton kamu tidka perlu pusing dengan itu..serahkan semua kepada Anton percaya lah pada Anton." Ucap kakek sedikit ambigu .
__ADS_1
Kakek tahu jika Anton menyimpan rasa kepada Zahra. Dengan fakta jika Alden adalah anak Anton itu saja sudah cukup untuk membuat kakek tua itu yakin jika Anton akan membereskan semuanya .
" Terima kasih tuan besar anda masih mempercayai ayah untuk semua yang sudah terjadi .." Ucap Zahra dengan haru .
" Kemarilah peluk kakek tua ini Ra ... dan jangan lagi kau panggil tuan besar bisa bisa kakek mu bangun dari kubur dan memarahi ku karena cucunya ." Jawab kakek berusaha menghibur Zahra yang sudah berkaca kaca .
Zahra memeluk kakek dengan sendu dia merasa menemukan kembali sang kakek . Dia merasa kembali mendapat tempat berlindung selain Anton yang selalu ada untuk nya .
Dari kejauhan Anton bisa melihat itu pria tampan itu hanya bisa tersenyum masam .
" CK... kenapa juga harus ada acara peluk pelukan .." Gumam Anton .
" Papa..... kalau mau peluk mama harus nikah dulu.." Jawab Alden yang berdiri disamping Anton .
" CK ... nakal kalau mama mu mau sudah tentu papa akan menikahinya sekarang juga ." Jawab Anton dengan tegas .
" Oke ... Al bantu papa ." Sahut Alden tak mau kalah dari Anton .
__ADS_1
Kategori compact father and son.
Kedua pria beda usia itu berjalan menuju tempat Zahra dan juga kakek .Anton berjalan dengan gagah sedangkan Alden berjalan dengan cool .