Pelakor Sah

Pelakor Sah
Kedatangan Zero dikediaman subastian


__ADS_3

Disebuah hotel di negara P kini terlihat seorang wanita sedang bercumbu dengan seorang pria .


" Eemm.... kau luar biasa seperti biasanya sayang .." Ucap pria itu dengan geraman nafas memburu setelah mendapatkan pelepasannya .


" Akan aku lakukan apa pun yang membuat mu puas Dad.... Tapi aku tidak bisa kembali ke Indonesia . Sampai sekarang berita itu tidak bisa di take down oleh papa ." Jawab Wanita itu dengan manja .


" Aku tidak ingin mendengar mereka mencemooh aku . Rasanya aku ingin sekali menghancurkan nya hingga dia tidak bisa melihat dunia lagi ." Lanjutnya dengan bermain main di dada pria itu .


" Kamu tenang saja babe .... aku sendiri yang akan membuatnya menderita ." Jawab pria itu yang langsung membalik Saniya diatas nya .


" Sekarang kamu yang ambil alih kendali permainan kita babe .."Sambung pria itu sambil bermain didada Saniya .


" Uughh.... tentu dad aku kan membuat mu paus.." Jawab saniya sambil mulai bergerak .


Entah berapa kali mereka bermain , Yang tanpa mereka sadari kegiatan mereka kini telah disiarkan secara live oleh orang lain .


Hingga keesokan hari nya video saniya yang sedang berolahraga panas itu kembali mengguncang media Maya . Yang membuat saham Oliver crop semakin merosot .


Hamdan murka dengan apa yang sudah dilakukan sang putri .


" Sialan ... itu lihat la apa yang sudah putri mu itu lakukan kenapa bisa sampai kegiatannya diketahui orang lain . Aku tidak melarangnya tapi dia harus bisa hati hati dan ini lihat , sampai ada yang merekam mereka dan tidak tahu apa pun .... Bodoh bodoh sangat bodoh ." Teriak Hamdan kepada soraya yang kini hanya bisa terdiam tanpa bisa membantah .


" Kenapa .... bisa Saniya seceroboh ini yakin orang ini dari awal sudah mengikuti Saniya disana . Dan bagaimana caranya bisa mendapatkan video mereka ." Gumam Soraya yang masih tidak percaya jika putrinya itu bisa ceroboh .

__ADS_1


"Kau benar orang ini memang sudah menargetkan Saniya ..... Dengan memanfaatkan Saniya orang itu menyerang perusahaan ." Sahut Hamdan lirih saat dia menyadari jika memang ada orang yang sedang mengincarnya .


" Lalu apa yang harus kita lakukan ...?" Soraya bertanya dengan tidak berdaya .


Sedangkan digedung tua pinggiran kota seorang pria tertawa bahagia. Dia puas bisa membuat Hamdan kelimpungan saat ini .


" Ha ha ha ...... ini luar biasa aku yakin bajingan tua itu sedang bingung . Ha ha ha ..... tenang saja ini hanya permulaan Zus katakan kepada Radit untuk segera mendapatkan tanda tangan tua bangka itu . " Ucap Zero sambil tertawa terbahak bahak . membayangkan bagaimana Hamdan saat ini .


" Baik bos ..... sekarang anda ingin pergi kemana..?" Tanya Zus .


" Hah.... aku akan menemui adik cantik ku Aahh... aku merindukan nya biar saja pria posesif itu marah ." Jawab Zero dengan santai seakan dia tidak memperdulikan Xavier .


Tanpa banyak kata Zero berangkat menuju Rumah keluarga Subastian . Zero mengendarai mobil dengan kecepatan rata rata . Dia ingin sampai disana saat sarapan di mulai .


Setalah berkendara hampir menempuh waktu 1 jam Zero sampai digerbang kediaman Subastian . Yang kebetulan juga ada Romy dan fernan yang baru datang .


" Sebentar tuan saya akan mengunjungi tuan terlebih dulu jadi saya berbicara dengan siapa ..?" Scurity itu bertanya dengan sopan .


" Aahh .... bilang saja Zero ." Jawab Zero datar . Ternyata penjagaan rumah ini cukup ketat tapi itu tidak lah masalah untuknya .


" Tuan.... silahkan masuk tuan muda sudah menunggu anda ." Ucap Scurity sambil membuka gerbang .


" Oke ..... " Jawab Zero sambil melajukan mobilnya kedalam pelataran yang luas .

__ADS_1


Zero keluar dari mobil yang disambut oleh Ron kepala pelayan kediaman Subastian .


" Selamat datang tuan .... mari saya antar tuan muda sudah menunggu anda ." Ucap Ron mengantarkan Zero kepada Xavier .


" Tuan muda tamu anda sudah datang ... " Ucap Ron kepada Xavier yang sedang duduk disofa bersama dengan Romy .


" Ehem... tolong panggilkan Ay bilang jika ada tamu ." Jawab Xavier sambil melirik Zero .


" CK .... kau ini kesini pagi sekali mau numpang sarapan . Apa sudah jadi miskin hah setelah memberikan saham kemarin ." Lanjut Xavier sarkas yang tidak ditanggapi oleh Zero malah memilih duduk dengan santai .


" CK .... numpang sarapan disini itu lebih nikmat oohh ... sepertinya kau punya tamu yang menjengkelkan ." Jawab Zero sambil melirik Romy dan juga fernan .


" Dimana Kakek tua itu apa dia belum bangun ." Lanjut Zero bertanya .


" Kau bisa mencarinya dikamarnya ... jadi kau kesini mencari siapa ..?Tanya Xavier acuh .


" Tentu saja mencari dua duanya lagi pula kau ingin mendengar cerita kakek tua itu .." Jawab Xavier dengan santai sambil meminum teh yang sudah disediakan pelayan .


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


Guys .....


Jangan lupa like comen and Vote ....

__ADS_1


Oke ....


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


__ADS_2