
Hari semakin siang sesuai dengan apa yang dikatakan tadi pagi Zahra berangakat kesekolah menjemput kedua nya .
Disekolah lagi lagi Erik mendapatkan. bully dari teman teman nya .Hak itu membuat Alden tak terima,Dia mendorong salah satu dari mereka .
" Erik.... kau itu hanya anak miskin jadi jangan coba coba untuk berteman dengan kami ." Ucap anak itu sambil mendorong Erik .
Erik hanya acuh dan tidak perduli dengan teriak temannya .Saat bersamaan Alden yang melihat ada salah satu temannya ingin memukul Erik
" Mau apa kau.... Masih berani hah apa ..." teriak Alden dengan marah ." Selama ini kalian menganggu Erik dan dia juga tidak membalas kenapa kalian masih saja menganggu ." Alden berkata dengan dingin membuat semua anak itu kaget .
" Pergilah .... jangan menganggu ku ." Ucap Erik dia tidak ingin ribut dan membuat orang tua nya akan dipanggil ke sekolah .
" Al....kamu itu tidak usah berteman dengan ank miskin ini kata mami itu tidak baik untuk kita ." Jawab Anak yang kan memukul Erik .
" Ya .. Al kita ini anak orang kaya dan juga kata mama anak miskin itu nggak layak sekolah disini ." jawab Anak yang menghentikan Erik .
" Kalian ini berisik sekali ayo Rik kita pulang mama sudah menunggu kita." Sahut Erik menarik tangan Alden .
" Hai... kalian " teriak anak itu yang akan memukul Erik tapi sudah didorong Alden lebih dulu .
__ADS_1
" Kamu..... aku akan bilang ke mama " Anak itu berteriak lagi sambil menangis .
" CK...CK ... begitu saja sudah menangis ." Alden berdecak miris .
" Ayo... Al jangan perdulikan mereka ." Erik menarik tangan Alden tanpa memperdulikan anak yang sedang menangis .
Mereka berdua menunggu Zahra di pos keamanan sekolah .Sampai datang mobil yang cukup mewah yang berhenti didepan mereka berdua . Dari dalam mobil turun dua orang wanita yang satu menggunakan hijab dan yang satu terlihat sangat elegan dengan baju formal .
" Mom.... mama kalian yang menjemput kami ." Alden berseru melihat kedua wanita itu .
" Yes.... boy ayo kita kerumah sakit jemput nenek ." jawab Ay dengan senyum .
" Nyonya ... terima kasih ." Ucap Erik dengan membungkuk mengucapkan terima kasih dan juga rasa hormatnya .
Menempuh perjalan hampir 30 menit mereka sampai di rumah sakit tempat sang nenek dirawat .
" Nenek ... kami datang ." Alden menyapa nenek Erik yang sedang membereskan barang nya .
" Aahh kalian datang terima kasih ..." Jawab nenek dengan senyum lembut .
__ADS_1
" Nek... apa nenek sudah sembuh ." Erik bertanya dengan cemas .Anak itu tidak ingin sang nenek sakit lagi .
" Tenang saja nenek sudah sembuh ." Jawab nenek mengelus kepala Erik dengan penuh kasih .
" Apa semua sudah beres nek ... kami akan membantu nenek jika belum selesai ." Ucap Zahra memperhatikan barang nenek Erik .
" Sudah nenek sudah selesai membereskan semuanya .." Jawab nenek dengan tersenyum . Dia tidak tahu harus berterima dengan apa untuk membalas kebaikan mereka .
" Nyonya muda bisakah saya berkerja dirumah anda ...saya tidak tahu bagaimana cara untuk menganti uang yang sudah kalian keluarkan ." Ucap nenek Erik dengan memohon .
" Nek... sudah jangan pikirkan dulu masalah ini nenek uang yang penting nenek sehat dulu." jawab Ay dengan bijak.
" Tenang saja nek ... biar Erik yang mengganti uang dari nyonya jadi nenek haris sembuh dulu." Sahut Erik dengan tegas membuat semua orang yang mendengar merasa terharu .
" Nenek senang jika Erik bisa belajar dengan baik dan nanti bisa mengganti uang yang sudah dikeluarkan oleh nyonya ." Jawab Nenek dengan mata berkaca kaca .
" Oke.... biar Erik nanti yang mengganti uang mom sekarang ayo pulang semua sudah beres .." Ajak Ay . Ay selalu merasa ada aura yang luar biasa yang dikeluarkan Erik saat dia sudah berkata dengan tegas dan itu hampir mirip dengan aura Xavier yang tidak bisa dibantah .
Mereka keluar dari rumah sakit sudah ada mobil yang mengunggu mereka didepan pintu keluar rumah sakit .
__ADS_1
Di perusahaan SS gruop Xavier terlihat sibuk dengan berkas yang ada didepannya sampai terdengar ketukan pintu ruangan yang ditempati Xavier .
Tok... tok....tok....