Pelakor Sah

Pelakor Sah
Kehancuran Saniya .


__ADS_3

Dan benar tak butuh waktu lama wanita itu , saat ini sedang menggaruk tubuhnya . Obat yang ditabur Erik menang bekerja cepat .Erik mempelajari itu dari sang nenek .


" CK .... sial aku kenapa bisa gatal semau ..Aahh ... gatal ." wanita itu bergumam sambil menggaruk tangan dan juga kaki .


Para pengunjung yang melihat kejadian itu mentertawakan wanita itu .Sehingga membuat nya semakin kesal dan marah .


Di sebuah rumah yang cukup mewah saat ini, terdengar teriakan yang membuat siapa pun akan merinding ketakutan .Entah sejak kapan Saniya datang tidak ada orang yang tahu .Hanya pagi hari itu Saniya datang sambil berjalan tanpa tahu arah . Wanita yang terbiasa dengan pakai glamornya itu kini, hanya mengunakan baju compang camping. Dan yang lebih mengejutkan lagi wanita itu kembali dalam keadaan yang tidak waras .


" Arrghh.... jangan mendekat jangan sudah cukup aku tidak kuat ... cukup sudah Aahh ah. .." Saniya berteriak dan juga mendes4h saat ada yang menyentuhkannya .


" Aahh.... sudah itu yah...cukup . Aahh sakit tapi juga Aahh sudah aku tidak kuat." Saniya semakin merancau entah apa itu membuat Soraya dan juga Hamdan yang mendengarnya miris .Ucapan Saniya itu seperti mendes4h tapi juga seperti orang yang kesakitan dan kenikmatan .


" Pa .... apa yang sebenarnya terjadi kepada Saniya kenapa dia bisa seperti ini ." Ucap Soraya sambil menangis di pelukan Hamdan .


" Sialan ... bedab4h mana yang telah membuat nya seperti ini . Aku yakin ini bukan hanya 1 atau 2 pria saja yang sudah mengagahi saniya ." Batin Hamdan . Dia tahu jika Saniya sering bermain bersama lebih dari 1 pria dalam sekali main .


" Tenanglah ma... sebaiknya kita panggil psikiater kesini untuk memeriksa nya ." Jawab Hamdan yang berusaha untuk tenang .


" Ya .... pa lakukan yang terbaik untuk nya dia putri kita ."Sahut Soraya lirih dia tidak tega melihat keadaan Saniya yang mengenaskan .


" Aahh... hah hah..... ya itu sudah cukup aahh... ia disana itu yeah .." Saniya kembali merancau bi sari berusaha membersihkan tubuh saniya . Wanita itu dikirim pulang dengan keadaan tidka waras lagi. Wanita itu diantar pulang dengan tubuh yang dipenuhi oleh cair yang lengket berwarna putih dan itu sekujur tubuhnya .

__ADS_1


" Non ... apa yang sebenarnya terjadi kenapa seperti ini . Berapa pria yang menjamah mu Samapi seluruh tubuh mu penuh cair ini ." Bi sari menjerit didalam hati antara kesal dan juga iba.


"Radit kamu selidiki apa yang sebenarnya terjadi kepada saniya sampai seperti ini sekarang aku akan membalas nya karena sudah membuat Saniya seperti ini ." Ucap Hamdan geram ini sama saja merendahkannya.


" Dan ingat ..... bungkam siapa pun yang melihat keadaan saniya saat ini selain kita ." Lanjut Hamdan yang sedang menahan luapan emosinya .


" Baik tuan akan saya lakukan ." Jawab Radit tenang . Pria itu menunduk sambil tersenyum sinis.


" CK mari kita lihat apa yang akan dilakukan bos ." Batin Radit .


Pria itu pergi setelah mendapatkan tugas dari Hamdan .


"Ma tenangkan dirimu aku harus segera menemui mereka . Untuk saat ini hanya Meraka yang bisa membantu kita saat ini ." Sambung Hamdan .


Dengan tergesa gesa Hamdan berusaha untuk menemui Xavier tujuan kali ini adalah rumah keluarga Subastian . Dalam perjalanan Hamdan sudah mencoba untuk menenangkan diri , Pria paru baya itu mencoba mencari alasan untuk bisa bertemu dengan Xavier dan juga Ay .


Tak butuh waktu lama Hamdan sampai di kediaman Subastian .


Tin...tin...tin....


Hamdan membunyikan klakson mobil agar para scurity yang berjaga membukakan gerbang .

__ADS_1


" Maaf tuan..... anda mencari siapa ." Tanya Scurity itu dengan sopan .


" Saya kesini untuk bertemu dengan Anak dan menantu saya . Jadi tolong buka kan gerbang ." Jawab Hamdan dengan ramah . Pria paruh baya itu mencoba menekan emosinya kali ini .


" Tolong tunggu sebentar tuan ..... " Jawab Scurity itu . Segara menghubungi Ron yang berada didalam rumah.


" Maaf tuan dengan siapa saya berbicara ." Scurity itu bertanya lagi .


" Hamdan Oliver aku papa dari nyonya muda kalian .." Jawab Hamdan sarkas .


" Baik tuan ... tapi mohon maaf saat ini tuan muda dan juga nyonya muda sedang tidak ada dirumah . jika anda berkenan silahkan masuk dan tunggu . Didalam Ron akan menyambut Anda ." jawab Scurity itu dengan lugas .Mendengar jawaban itu membuat Hamdan semakin meradang saja .


" Ya ... sekarang bukan kan gerbang saya akan menunggu mereka pulang ." Jawab Hamdan dengan kesal .


Tak lama terlihat sebuah mobil berhenti tepat dibelakang mobil yang dikendarai Hamdan .


" Ron .... apa mereka belum pulang ...." Tanya Zero dari belakang tanpa keluar mobil .


" Belum tuan muda .... apa anda ingin masuk terlebih dulu ." Jawab Ron tanpa memperdulikan Hamdan .


" Tidak ..... Eehhh tunggu kau punya tamu Ron baiklah aku akan menemani mu menjamu tamu ." Seru Zero keluar dari mobil .

__ADS_1


Hamdan menoleh betapa terkejutnya melihat pria tampan yang baru saja turun .


" Devano.... tidak mungkin " Batin Hamdan saat ini benar benar tidak bisa menerima apa yang dia lihat .


__ADS_2