Pelakor Sah

Pelakor Sah
Hadiah dari Erik


__ADS_3

Sejak kejadian makan malam itu Ay sempat termenung yang membuat Xavier tidak bisa tinggal diam. Pria itu berusaha untuk mengembalikan mood sang istri .


" Sayang.... kita kerumah Anton mumpung weekend .... setelah itu kita jalan jalan sama kedua bocil itu ." Ucap Xavier yang melihat Ay yang hanya melamun memandang hamparan bunga yang ada di taman.


" Eemm... sepertinya ide bagus ayo mas .... kita juga sudah lama tidak kesana .Ngomong ngomong kapan Anton akan melamar Zahra .?" Ay berusaha untuk tetap tersenyum .


" Anton saat ini masih berusaha menyakinkan Zahra jika dia memang bisa menerima Zahra dengan tulus ." Jawab Xavier sambil mengandeng Ay untuk berjalan kemobil .


Dengan hanya beberapa menit mereka sampai didepan rumah Anton .Terlihat Faisal sedang merawat tanaman ,Sedangkan kedua bocah itu sedang asyik main bola dengan Anton .Mereka menghentikan aktifitas mereka saat melihat ada sebuah mobil yang masuk ke halaman itu .


" Papa .... itu mobil Daddy kan .?" Alden bertanya dengan semangat .Anton menoleh dan melihat jika memang sang bos yang datang .


" Selamat datang bos ada keperluan apakah ... Samapi membuat mu repot datang , biasa juga tinggal telfon dan nyuruh kerumah ." Sapa Anton sekenanya .Xavier yang mendengar itu hanya bisa mendengus malas .


" CK ... aku kesini mau bertemu dengan mereka bukan kamu ." Jawab Xavier acuh ." Hay... boy tidak adakah yang akan menyambut Daddy kalian ini .?" Xavier bertanya dengan nada kesal .


" Ups.... sorry Daddy kami pikir orang lain yang datang ." Jawab Alden sambil terkekeh kecil ." Mom...... We miss you .." Lanjut Alden sambil berteriak saat melihat Ay berjalan disamping Xavier .Senyum wanita hamil itu mengembang sempurna saat melihat kedua bocil itu .


" Mom .... juga merindukan mu boy ... Erik kenapa hanya diam saja nak bagaimana kabar nenek mu saat ini ." Ay bertanya kepada Erik yang berjalan dibelakang Alden .Bocah itu hanya menampilkan wajah dingin nya itu kini tersenyum dengan manis .


" Nenek saat ini dalam keadaan sehat nyonya .semua itu berkat nyonya yang sudah membantu kami ." Jawab Erik sopan. Hanya kepada Ay saja Erik akan bicara banyak .


" Wah..... ternyata Erik bisa juga bicara panjang yah....CK CK." Alden berdecak saat mendengar sahabatnya itu berbicara banyak .


Setelah berbasa basi meraka memutuskan untuk pergi ke salah satu mall . Disana mereka akan belanja dan juga menemani kedua bocil itu bermain ditime zone .


" Kalian pergilah.... berbelanja aku dan Anton yang kan menemani mereka berdua ." Ucap Xavier kepada Ay .sambil mengusap punggung Ay dengan mesra .

__ADS_1


" Oke .... nanti jika sudah dapat kami akan Kemabli kesini ." Jawab Ay dengan semangat .Setelah melihat kedua wanita itu pergi Xavier segera membawa kedua bocil itu pergi bermain .Saat Alden dan juga Erik berjalan menuju tempat bermain tiba tiba saja ada seorang wanita yang menabrak mereka hingga jatuh .


Brukkk ....


" Eessttt...aduh sakit ." Lirih Alden saat terjatuh .Sedangkan Erik menatap tajam kepada wanita itu meski dia juga merasa kesakitan .


" Heh.... anak nakal dari mana sih kenapa bisa orang tuanya membiarkan anak meraka berkeliaran sembarangan ." Wanita itu mengomel .


" Maaf nyonya kenapa kau malah marah kepada kami . Anda saja yang salah jalan sambil main handphone." Jawab Erik dengan berani .


" Diam kamu yah .... dasar tidak berguna ." Bentak wanita itu .Alden mendongak melihat wanita yang menurutnya cukup familiar dengan suaranya .


" Heh .... ternyata Anda pantas saja tidak punya etika ."Alden menjawab dengan sarkas saat melihat siapa wanita itu . Yah wanita yang sering menindas ibu dan juga dirinya selama ini .


" Kau..... Oohh... ternyata anak jal4ng itu .Cih menjijikan ." Ucap wanita itu dengan sombong .Banyak mata yang melihat kejadian itu pun saling berbisik .


" CK ... ternyata dia toh yang Jal4ng , pelakor oug malah sok ." bisik salah satu pengunjung yang masih terdengar orang lain .


" Iya... menjijikan tidak sadar diri . Wah aku salut sama anak ini dia berani luar biasa ." Sahut yang lain .


Sedangkan Xavier dan Anton hanya membiarkan itu . Mereka percaya jika kedua bocah itu bisa mengatasi wanita itu .


" Oohh... kenapa mau marah memang begitu kan kau dan juga orang itu hanya mengincar harta kakek Hutomo saja ." Lanjut Alden yang memang mewarisi lidah tajam Anton .


" Kau .... diam anak sialan , aku bukan itu bukan anak satria kamu itu hanya anak . hasil dari satria menjual ibu mu yang jal4ng itu." Wanita itu berteriak melampiaskan emosinya .


" Heh... aku malah bersyukur jika darah yang mengalir ditubuh ku bukan milik kepar4t itu ." Jawab Alden dengan lantang tanpa takut sedikit pun .

__ADS_1


Anton tersenyum mendengar jawaban Alden yang begitu lantang dan tegas . Tanpa meraka ketahui Erik sudah lebih dulu bergerak menaburkan sebuah bubuk gatal kepada wanita itu .


Anak kecil itu tersenyum miring sambil menepuk pundak Alden .


" Al... sudah ayo pergi jangan mengeluarkan kata kata jelek lagi ayo mereka sudah menunggu kita ." Ajak Erik kepada Alden yang terlibat masih tidak terima jika ada yang berani menghina sang mama .


" Tapi ... Rik ..." Ucap Alden yang sudah ditarik Erik pergi .


" Tunggu saja ... aku sudah memberikan hadiah untuknya mungkin dalam waktu 1 Minggu dia tidak akan bisa keluar kemana pun ." Bisik Erik sambil tersenyum sinis .itu membuat Alden tidak bisa lagi membantah dan hanya bisa mengikuti yang sahabat .


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Guys.... guys....guys .....


Kembang kopi nya mana ......


Dan juga like and comen nya ditunggu yah ...


Vote sebanyak mungkin ....


Biar daku lebih semangat buat up .....


Lelah daku Jika sepi terus ...


bye bye .....


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2