Pelakor Sah

Pelakor Sah
Kelahiran princess Subastian


__ADS_3

Dua hari berlalu dengan kecemasan saat ini Ay sedang berada diruang bersalin ditemani Xavier .Yang tidak pernah meninggalkan istrinya bahkan dia menyerahkan segala urusan kantor kepada Anton . Pria yang akan menjadi ayah itu engan beranjak dari samping sang istri apa lagi Yanga saat ini sedang kesakitan .


" Sayang .... aku mohon lakukan operasi Cesar saja ya..aku tidak tega melihat mu kesakitan seperti ini." Ucap Xavier dengan lirih dengan air mata yang entah kapan sudah menetes .


Ay yang melihat nya membalas itu dengan senyuman ditengah kesakitan yang dirasakan .


" Mas .... aku akan baik baik saja ,aku juga ingin merasakan uang dirasakan oleh para wanita saat melihatkan secara normal .Bukan kah dokter juga sudah mengatakan jika aku bisa .Jadi percaya lah mas semua akan baik baik saja ." Jawab Ay dengan raut wajah kesakitan . Yang membuat Xavier semakin cemas .Pria itu dengan cepat memangil dokter Maura yang tidak jauh dari mereka .


"Dokter .... kapan lama sekali istriku semakin kesakitan ... " Ucapnya dengan bergetar saat Ay semakin mengerang kesakitan .Tim medis pun bergegas memeriksa keadaan Ay .


" Tuan pembukaan sudah pas ini sudah waktunya untuk nyonya melahirkan ..." Ucap dokter Maura dengan wajah tersenyum Namum juga terbesit kecemasan diwajahnya .


" Baiklah cepat lah bantu istri ku ." Sahut Xavier dengan kepanikan yang tengah melanda hatinya .


" Mas ..... " Ucap Ay sambil berteriak saat gelombang kesakitan itu datang lagi dan lagi .


"Princess ..... sayang cepatlah keluar jangan buat mom kesakitan terlalu lama sayang dad menunggu mu ..." Ucap Xavier sambil membelai perut Ay .Banyak dokter dan suster yang melihat itu membuat mereka terharu dengan apa yang dilakukan Xavier .


Setelah hampir satu jam terdengar suara tangisan bayi yang menggema dari ruangan bersalin Ay ,yang disambut dengan tangis haru dari Ay dan Xavier. Begitu juga dengan orang yang tengah menunggu diluar ruangan .


"Syukurlah akhirnya .... Cicit ku lahir dengan selamat semoga begitu juga dengan cucu ku ." Ucap Kakek Subastian dengan mata yang berkaca kaca .


"Yeah semoga mereka baik baik saja jika tidak aku tidak akan segan lagi ." Sahut Zero dengan tegas meski ada kelegaan yang terlihat dari raut wajah nya .

__ADS_1


" Kakek .... tangisan adik bayi sangat keras . Pasti dia sangat cantik aku tidak sabar lagi untuk melihatnya ." Sambung Alden dengan penuh binar dimatanya .Semau orang menoleh kearah bocah itu mereka hanya bisa membalas dengan senyuman .


" Darimana kau tahu jika itu cantik ...?" Zero bertanya dengan kesal .


"Tidak ada....aku hanya menebak saja ." Jawab Alden dengan mengangkat bahunya .


"Boy ....ku pikir mom dan dad yang memberitahu mu soal ini ." Sahut Anton yang melihat begitu antusias sang putra .


"Tidak ada aku bahkan bertaruh dengan Erik jika aku menang Erik harus mengajari ku cara membuat obat itu ." Ungkap Alden dengan gambalang .


" Jangan bicara sembarangan aku tidak bertaruh dengan mu ." Sahut Erik dengan dingin .membuat Alden menelan ludah .


" CK ..... kita ini masih kecil Rik jangan terlalu serius kenapa ." Sambung Alden dengan wajah masam .Yang membuat orang dewasa tertawa melihat bagaimana Erik dengan cueknya sedangkan Alden dengan kecerewetanya.


" Vier ....bagaimana keadaanya istri dan anak mu saat ini .?" Tanya Kakek dengan cemas terlihat kerutan diwajah sang kakek itu semakin dalam .


" Mereka baik baik saja kek saat ini sedang dibersihkan oleh suster .Tunggu lah disini sebentar lagi mereka akan membawa princess kesini ." Jawab Xavier dengan senang meski terlihat pria yang baru saja menjadi ayah itu kelelahan .


" Baik lah kami akan menuggu nya disini ... Kau sebaiknya berganti pakaian, dan bersihkan diri mu lihat lah kau sangat berantakan. " Ucap Kakek Subastian .Xavier hanya menganggukkan kepalanya berjalan kekamar rawat Ay yang tidak jauh dari ruangan bersalin .


" Erik ....aku menang....aku menang jadi kau harus mengajari ku .." Pekik Alden sambil melompat saat mendengar tebakannya benar .


" CK .... jangan berteriak Al kau membuat adek bayi ketakutan ." Jawab Erik dengan masam .

__ADS_1


" Yee.... bilang saja kau ingin ingkar janji ." sahut Alden sambil mencibir .


"Tidak ... laki laki tidak akan pernah lupa dengan janji nya dan tidak akan pernah ingkar ." Jawab Erik dengan tegas . Itu membuat orang dewasa itu tertawa melihat pertengkaran keduanya .


Tak lama keluar seorang suster dengan membawa bayi yang ada digendongannya . Kakek tau itu dengan semangat menyambut bayi itu .Namum sebelum bayi itu sampai ditangan nya sudah ada tangan lain yang menerima bayi itu .


" Keponakan ku yang cantik ..... " Ucap Zero sambil memeluk bayi kecil itu .Bayi dengan perpaduan wajah Xavier dan juga Ay membuat bayi kecil itu sangat lah cantik .


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Guys ... novel ini hampir end yah ..... kalian bisa lihat kelanjutannya di


TERJERAT PESONA LUWINA .


Jangan lupa like comen dan vote ya .....


Semoga karya ku ini dapat menghibur para raeders semua .....


Thanks guys ...tanpa dukungan kalian aku tidak akan bisa membuat karya ini . Meski masih ada banyak kesalahan dalam tulisan ku ini .


See you bye bye ......


🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2