Pembalasan Istri Yang Dibunuh Suaminya

Pembalasan Istri Yang Dibunuh Suaminya
Kepercayaan Ronald Terhadap Nora yang Kian Menipis


__ADS_3

Kayla Hannes menghela napas sembari terus menatap Reynof yang tengah membawa sepiring roti selai dan segelas air minum. Pria itu lalu memasuki sebuah kamar yang tidak lain adalah kamarnya sendiri. Pintu kamar yang masih setengah terbuka, Reynof hiraukan begitu saja, sampai akhirnya membuat Kayla bisa melihat Chelsea yang memang ada di dalam sana.


Kebersamaan Reynof dan si gadis muda tentu saja membuat Kayla tidak senang. Dan ia yakin dirinya tidak akan pernah menyukai apa pun yang terjadi saat ini, terlebih jika menyangkut sosok Chelsea. Tidak hanya cemburu, ia pun membenci kenyataan, di mana Reynof justru mengalami banyak perubahan. Selain sudah jarang ke tempat yang kerap dikunjungi, baik klub malam atau pun tempat judi, saat ini Reynof malah bertindak layaknya seorang pelayan yang harus melayani si gadis miskin yang manja dan kurang ajar itu. Keberadaan Chelsea sungguh memberikan dampak tak baik bagi Reynof, demikian menurut Kayla.


“Apa yang sedang kau lakukan di sini, Kayla?”


Suara Ruben Diego mendadak terdengar dan sukses membuat Kayla terkesiap. Detik berikutnya, Ruben beralih menatap ke bagian dalam kamar Reynof yang memang sedikit kelihatan. Keberadaan Chelsea sudah pasti membuat Kayla terbakar api cemburu. Senyuman Ruben terulas tipis, setelah akhirnya ia berkata lagi, “Kau masih mengharapkan cinta Tuan Reynof yang tidak akan pernah kau miliki itu? Bukankah kau sadar jika Tuan Reynof tidak pernah sekalipun ingin menyentuhmu, Nona? Kecupan yang Tuan Reynof berikan di pipimu, rasanya bukan karena beliau tertarik padamu. Seharusnya kau sadar dan menyudahi perasaan tak kesampaian itu, Kayla Hannes!”


Kayla langsung menatap tak senang pada Ruben. “Iya, aku sadar! Tapi daripada gadis cilik itu, bukankah aku yang lebih pantas untuk Tuan Reynof, Ruben? Lihatlah, mereka itu tidak cocok sama sekali! Dan aku yakin Chelsea telah melakukan banyak hal licik untuk memikat Tuan Reynof. Dengan alasan ingin mengungkap kematian Emily, dia berniat untuk terus berada di sisi Tuan Reynof dan mengubah seluruh prinsip hidup Tuan kita, Ruben!”


“Memangnya kenapa? Bukankah hal itu sah-sah saja selama Tuan Reynof tak keberatan?” Ruben tertawa kecil. “Sudahlah, Kayla. Jangan berharap lebih. Toh mereka telah membuat kesepakatan yang saling menguntungkan, jadi menurutku tidak masalah. Kau hanya terlalu cemburu. Rasa cemburu itu bisa membakar emosimu lagi, parahnya jika kau kembali melabrak Nona Chelsea dan bertengkar dengan gadis itu lagi. Saat ini posisi Nona Chelsea sangat kuat, jika kau berbuat sesuatu yang membuatnya tidak senang atau malah sampai membuatnya terluka, kau bisa disangsi keras oleh Tuan, Kayla. Jadi—“


“Apa kau jatuh cinta pada Chelsea sampai membelanya seperti itu, Ruben?” potong Kayla. Ia menggertakkan gigi. Kejengkelannya kian membesar ketika rekan kerjanya justru membela gadis kecil yang licik itu. “Atau kau juga sudah dibayar dengan tubuhnya agar dia mendapatkan pembelaanmu?!”


Wajah Ruben langsung menunjukkan ekspresi terkesiap. “Apa? Jangan mengatakan hal gila, Kayla! Mana mungkin aku tidur dengan wanita milik Tuan kita? Ada-ada saja! Aku hanya mengatakan kenyataan demi melindungimu dari bahaya besar, semacam terancam disangsi pecat! Jika kau sampai memfitnah seperti itu dan kedengaran Tuan Reynof, aku bisa mati! Jadi jaga mulutmu baik-baik, Kayla. Karena jika kau terus merengek seperti itu, aku juga tidak bisa menahan diri untuk ikut mengucilkanmu!”

__ADS_1


Gemuruh berisik terjadi di dalam diri Kayla yang terasa panas. Matanya sampai pedas saking kerasnya ia menahan desakan air mata sekaligus juga emosinya. Hanya karena sedikit kesal pada Chelsea, Ruben sampai berkata seperti itu padanya. Padahal Ruben tidak pernah seperti itu. Pada akhirnya Kayla kembali menyalahkan Chelsea yang menjadi penyebab utama dirinya dikucilkan begitu saja.


“Maafkan aku jika aku berkata kasar. Aku hanya tidak mau ada kesalahpahaman lagi, Kayla. Pagi ini kau ambil tugas untuk berangkat bersama Tuan Reynof saja, aku harus meninjau tiga perusahaan peminjaman uang milik Tuan Reynof lagi. Banyak peminjam yang semakin kurang ajar, sampai kabur-kaburan ketika tenggat waktu pembayaran sudah habis. Nona Chelsea juga sedang diliburkan karena kondisi kesehatan. Barangkali itu akan menjadi kesempatanmu untuk melepas rindu pada Tuan Reynof,” ucap Ruben dengan suara yang lebih lembut, karena ia memang merasa bersalah setelah mengatakan hal kasar pada Kayla. Dan tanpa menunggu jawaban Kayla, Ruben memutuskan untuk pergi dari tempat yang tidak jauh dari kamar pribadi milik Reynof tersebut.


***


Nora terbilang cukup rajin. Karena di jam setengah tujuh pagi ia sudah nyaris selesai dalam merias wajahnya yang cantik oriental. Di sepanjang aktivitasnya itu pun, ia kerap bersenandung dan beberapa kali sampai menyanyikan lirik sebuah lagu dengan irama yang lebih jelas. Di sisi lain, Ronald masih sibuk memainkan ponsel sembari sandaran di atas ranjang. Namun di beberapa kesempatan, Ronald sempat menghela napas berat. Wajah Ronald juga tampak cukup gusar.


Sesaat setelah menghela napas, Nora memutuskan untuk memutar tubuhnya tanpa bangkit dari kursi rias yang ia duduki saat ini. Ia menatap Ronald, kemudian berkata, “Apa yang sedang kau pikirkan, Sayang? Kenapa kau tampak murung sejak baru membuka mata? Apa ada masalah?”


Tawa renyah Nora mendadak terdengar. Betapa konyolnya Ronald yang cemas hanya karena spekulasi warganet yang tidak dikenal. Detik itu pun Nora bangkit dari duduknya. Ia berjalan menapaki lantai marmer yang indah di kamar itu. Ranjang mewah yang bernuansa keemasan menjadi tempat tujuannya. Lalu, di tepian ranjang mewah itu, Nora mengambil sikap duduk dengan menghadapkan wajahnya pada sang kekasih hati.


Ronald menelan saliva ketika Nora kembali tertawa. Sepertinya Nora sudah kembali tenang, bahkan mungkin kelewat senang, meski belum lama ini Chelsea membuat Nora kelabakan. Ketenangan yang Nora rasakan barangkali muncul ketika Ronald berencana untuk membujuk Chelsea dengan iming-iming barang peninggalan Emily, agar Chelsea tidak lagi kurang ajar, apalagi sampai berkata macam-macam pada Reynof yang akan memberikan dampak besar bagi posisi Nora.


“Kenapa kau justru tertawa, Nora? Ini masalah serius! Zaman sekarang jempol-jempol netizen itu jauh lebih mengerikan dari apa pun! Jika mereka berhasil membuat kasus kematian Emily naik lagi, sudah pasti para penyidik akan menyelidiki kita lagi!” omel Ronald.

__ADS_1


Nora mengulurkan tangannya, kemudian membelai pipi kiri sang kekasih. “Ayolah, Sayangku yang bodoh! Kau membunuh seseorang tidak hanya sekali ini saja. Kau pernah melakukannya. Kau membunuh paman dan bibiku, tapi kau bisa aman sampai sekarang! Bahkan kau sampai dijadikan suami oleh putri mereka. Jadi tenang saja, kali ini pun kau akan aman, Sayang.”


“Trik pembunuhannya berbeda! Dan sopir truk sudah ditangkap sebagai pelaku utama! Sehingga aku bisa aman!” sergah Ronald. Kemudian ia menghela napas dan menyingkirkan telapak tangan Nora dari wajahnya. “Untuk kasus Emily, terlihat banyak sekali kejanggalan. Kita sudah berhasil membuktikan alibi, tapi, aku tetap gelisah! Orang-orang berwajib tidak bisa kita kelabui terlalu lama, Nora!”


Kesal, Nora sangat kesal jika Ronald merengek seperti sekarang. “Kita punya banyak uang! Kita bisa menutup semua masalah yang datang dengan uang! Bahkan sekalipun kau ketahuan, kau tinggal masuk ke dalam bui, dan biarkan aku membantumu dari luar! Aku akan berusaha untuk meringankan hukumanmu!”


“Apa katamu? Maksudmu jika ketahuan, kau akan melimpahkan semua kesalahan padaku?”


Nora menyeringai. “Bukankah semuanya memang salahmu, Ronald? Kau itu pembunuhnya, Ronald. Aku tidak pernah membunuh mereka. Dan lagi, jika aku ikut masuk bui, siapa yang akan berjuang untuk mengurangkan masa hukumanmu? Selain itu ....” Nora beringsut. “Siapa yang akan menjaga seluruh aset pamanku, jika aku tidak ada? Sudahlah! Jangan dibahas lagi! Kau itu tidak akan ketahuan, Sayang!”


Tak ingin berdebat lebih lama, Nora segera bangkit dan berjalan meninggalkan ranjang itu. Harinya terlalu baik untuk dijadikan lebih buruk oleh Ronald yang bisanya hanya merengek. Selain itu, ia harus lebih menjaga kondisi emosi karena sebentar lagi, ia akan bertemu dengan pengusaha besar dari Prancis yang berkenan untuk bekerja sama dalam rencana proyek pembangunan apartemen dengan konsep kota baru. Nora berjanji akan melanjutkan rencana Emily dengan baik, bahkan jauh lebih sukses daripada ekspektasi Emily semasa hidup.


Wanita itu sudah menganggapku sebagai kaccung yang bisa dia jadikan tameng atas segalanya? Sialan! Kau pikir kau bisa memperalat diriku terus-terusan, Nora? Tidak akan bisa! Akulah yang akan membuatmu masuk penjara lebih dulu! Batin Ronald yang kian geram karena keegoisan Nora yang semakin parah sejak menjadi pewaris utama.


***

__ADS_1


__ADS_2