Pembalasan Istri Yang Dibunuh Suaminya

Pembalasan Istri Yang Dibunuh Suaminya
Mulai Sekarang Manfaatkanlah Aku Sesuka Hatimu


__ADS_3

Di foto cantik Emily yang terbalut gaun batik hitam yang bertengger paling atas dinding sosial medianya, mendapatkan jutaan like serta ribuan komentar yang didominasi komentar belasungkawa. Kepergian Emily benar-benar menyisakan duka yang mendalam bagi banyak orang yang mengidolakan dirinya, meskipun tak jarang adanya oknum yang menyalahkan Emily karena diduga telah berkendara dalam keadaan mabuk.


Namun rupanya, masih banyak orang-orang pintar di negara ini yang mencurigai tragedi kematian Emily, yang dinilai masih banyak kejanggalan. Belum lagi tempat kejadian perkara berada di lokasi super sepi sekaligus minim penerangan dan juga CCTV, membuat sebagian besar komentar meragukan penyebab kematian Emily yang sudah disahkan.


Kalau Emily tahu bahwa dirinya dibantu oleh banyak orang, mungkin dirinya akan sangat senang. Menyedihkan sekali ketika wanita itu harus meninggal dunia di usia muda dan kemungkinan besar oleh orang terdekatnya. Hal yang membuat Reynof langsung ikut merana, kendati ia tahu jiwa Emily secara tak terduga justru hidup di tubuh gadis yang juga menjatuhkan diri di lokasi yang sama. Seolah, semesta ingin memberikan keadilan bagi Emily. Sementara semesta pun ingin menghukum Chelsea asli karena nekat melakukan tindakan bunuh diri, dengan memberikan tubuh si Chelsea pada Emily.


“Tuan Reynof ...?” ucap Chelsea setelah nyaris satu menit terus terjebak di pelukan Reynof.


“Kau ... pasti sangat lelah ya?” sahut Reynof tanpa melepaskan pelukannya terlebih dahulu.


“Hah? I-iya, itu te-tentu saja! Tapi, kenapa mendadak bertanya seperti itu?”


“Kau sekarang memiliki diriku, jika lelah, kau boleh bersandar padaku, Nona.”


Chelsea semakin tidak menyangka dengan sikap Reynof. “Aku memang selalu menyandarkan harapan padamu, bukan?”


“Tapi kau masih enggan untuk memercayaiku. Kau masih menganggap bahwa di antara kita hanyalah ada kesepakatan, tanpa memberikan kesempatan bagiku untuk mendapatkan kepercayaanmu.”


“Hmm ... kau masih marah atas ucapanku tadi malam, Tuan Reynof? Saat di mana aku justru kecewa pada keputusan sepihakmu untuk menyatukan diriku dengan Nora di satu meja? Tapi, bukankah aku sudah berterima kasih dan meminta maaf?”

__ADS_1


“Jika aku masih marah, tak mungkin aku memeluk dirimu seperti sekarang, Nona, aku akan memilih mengomel panjang lebar, atau menarik paksa dirimu ke dalam kamar untuk aku sidang sepanjang malam,” sahut Reynof dan mulai melepaskan pelukannya. Namun ia tetap mencengkeram kedua lengan Chelsea sekaligus menatap mata gadis itu. “Apa yang membuatmu begitu sulit untuk memercayaiku? Apakah ... karena kau sudah dikhianati oleh orang terdekatmu?”


Mata Chelsea mengerjap-ngerjap. Ia menelan saliva karena lagi-lagi Reynof bisa menebak. “Tentu saja, ayahku adalah pria yang jahat, dia sudah mengkhianatiku. Dan kau pasti sudah paham soal itu, Tuan.”


Karena tidak mau dianggap kesurupan lagi, Chelsea akhirnya menggunakan sosok Hery Padiman sebagai alasan. Namun jika Reynof telah memercayai bahwa Chelsea adalah Emily, pria bernetra abu-abu yang pintar itu pastinya bisa segera tahu apa yang Chelsea maksud.


“Tapi, selama ini pun aku selalu mengatakan banyak hal padamu, sampai topik tak masuk akal pun sudah aku katakan padamu, bukan?” lanjut Chelsea. “Aku ... hanya tidak tahu cara bersikap dengan baik padamu. Aku takut jika kau masih ingin sekadar bermain-main denganku, dan kau bisa meninggalkanku ketika kau sudah merasa bosan. Sehingga aku terus bersikap keras dan ingin membuatmu merasa tertantang, aku tahu kau memiliki harga diri yang tinggi dan tidak mau dikalahkan oleh siapa pun. Jika aku membuatmu tersinggung atau merasa kalah, kau pasti akan terus memikirkan cara untuk mengalahkan aku, bukan? Dan kau akan terus mempertahankan demi bisa mengalahkan argumenku.”


“Aku yang bersikap keras dan kerap membangkang sudah pasti membuatmu ingin segera menaklukkan sekaligus mempermalukan diriku, oleh sebab itu kau selalu menerima permintaan bantuan dariku untuk membuktikan bahwa dirimu memang jauh lebih berkuasa dan sudah seharusnya aku tunduk pada kuasamu. Rasanya akan lebih baik jika kau menampar pipiku dengan keras, asalkan kau tetap membantuku, daripada kau bersikap lebih lunak, karena bosan padaku serta berencana untuk segera membuangku.” Chelsea mengakhiri cerita panjangnya.


Entah mengapa Chelsea sampai menjabarkan segalanya. Semua penuturannya seolah-oleh ingin meluncur begitu saja. Entah untuk membuat Reynof merasa tenang atau menang, Chelsea pun benar-benar tidak tahu ketika semua perkataannya sudah terlanjur keluar. Bisa jadi setelah ini Reynof akan menertawainya yang sampai pura-pura berani hanya demi mempertahankan bantuan yang Reynof berikan.


“Y-ya, te-terima kasih,” sahut Chelsea yang masih tidak mengerti.


Ah, membingungkan sikap pria ini. Mungkinkah dia mulai jatuh hati padaku? Kuharap tidak, karena aku bisa lenyap kapan saja, batin Chelsea.


“Tapi ... a-aku ingin bertemu dengan Ronald malam ini,” ucap Chelsea yang mengakui rencananya.


Dan pengakuan tersebut langsung membuat Reynof kembali melepaskan pelukannya dari tubuh gadis itu. Mata abu-abunya yang sempat menatap teduh, kini berubah lebih tajam. Ekspresi sendunya pun sudah menghilang, tergantikan oleh raut penuh kekecewaan. Reaksi Reynof tentu saja membuat Chelsea merasa bimbang dan tidak nyaman.

__ADS_1


“Ada yang harus aku lakukan dengannya, Tuan Reynof, mumpung hubungan dia dengan Nora tidak baik-baik saja. Aku juga harus mempengaruhinya!” tegas Chelsea.


Reynof menggertakkan gigi. Mana mungkin Reynof membiarkan si jiwa di dalam tubuh gadis itu bertemu dengan sang suami! Lagi pula, Ronald belum tentu pelakunya!


“Di mana kau akan bertemu dengannya?” Namun apa daya, Reynof kadung berjanji untuk tidak melarang keinginan gadis itu lagi.


“Mungkin ... di restoran. Memangnya di mana lagi?” Chelsea menyahut dengan perasaan harap-harap cemas. “Aku akan menghubungkan ponselku dengan ponselmu kok!”


”Restoran katamu? Tadi malam kita bertemu Nora di restoran, dan kau malah akan bertemu dengan Ronald di restoran? Kenapa kau tak belajar dari kejadian sebelumnya? Kalau Nora sampai memergokimu sedang bersama Ronald, bukankah rencanamu akan gagal? Kau ingin mendapatkan bukti dari pria itu, bukan? Artinya pria itu harus masih berada di rumahmu, maksudku rumah Emily!”


“Lalu di mana?! Di hotel?!”


“Jangan bicara sembarangan, Chelsea!”


”Ughh ... salah terus,” keluh Chelsea. “Aku kan hanya bertanya! Kenapa kau bersikap galak lagi, setelah sempat melunak seperti anak kucing?”


”Apa? Anak kucing? Kucing garong maksudmu?” Reynof mendengkus kesal. ”Begini saja, coba ingat-ingat kembali tempat yang sama sekali tidak pernah dikunjungi oleh Nora. Tempat tersebut yang akan membuatmu aman untuk bertemu dengan pria itu. Dan, telepon aku nantinya! Apa pun yang terjadi kau harus terhubung dengan diriku, Nona. Camkan itu baik-baik!”


Dia memintaku untuk mengingat-ingat tempat yang tak pernah dikunjungi oleh Nora? Apa dia sudah percaya bahwa aku adalah Emily? Karena jika dia masih menganggap bahwa aku adalah Chelsea, dia pasti akan mengatakan 'cari tahu tempat yang tak pernah dikunjungi oleh Nora' bukan malah memintaku untuk mengingat, ah entahlah. Tapi idenya cukup bagus, batin Chelsea.

__ADS_1


***


__ADS_2