
Sementara itu ....
Nora yang baru turun dari mobilnya yang masih disopiri oleh Fabian, di basemen parkir gedung perusahaannya, justru dikejutkan dengan keberadaan Ronald. Padahal sebelum berangkat bekerja, Nora tidak bertemu dengan pria itu sama sekali, dan lantas membuat hatinya begitu senang. Namun sial, di sini, di tempat yang seharusnya hanya digunakan untuk parkir mobil milik orang-orang penting perusahaan malah didatangi oleh Ronald yang notabene hanya karyawan rendah dari divisi buangan.
Nora menghela napas. Dengan angkuh dan kesal, ia berjalan menghampiri Ronald, sementara Fabian sudah ia minta untuk naik duluan. Ia tidak mau didampingi oleh Fabian, lantaran khawatir jika Ronald membicarakan sebuah rahasia yang seharusnya tetap dijaga.
Dan di hadapan Ronald, Nora lantas menghentikan langkahnya. Dengan sikap congkak, ia pun berkata, ”Kenapa kau ada di sini? Kau tahu, 'kan, jika yang boleh memarkir kendaraan di basemen ini hanya orang-orang penting?! Kau tidak memarkir kendaraanmu di sini, bukan?”
Ronald menyeringai. Ia yang sudah menduga dengan reaksi yang akan Nora berikan atas kehadirannya, sudah tidak terlalu terkejut. Setelah dirinya diberikan jabatan rendah di perusahaan istrinya sendiri, hubungannya dengan Nora memang semakin renggang. Apalagi setelah tahu bahwa Nora ingin melimpahkan segalanya pada Ronald, tentu saja semua rasa cinta Ronald terhadap wanita itu langsung menguap tanpa satu pun sisa rasa.
“Tahu dong! Tak mungkin aku tidak tahu, ketika tempat ini adalah perusahaan milik istriku dan juga ... kekasihku.” Salah satu alis Ronald terangkat. Seringai di bibirnya juga belum sepenuhnya menghilang. “Kita masih belum putus, 'kan, Sayang?”
“Sudah!” tegas Nora. “Sejak kau membanding-bandingkan diriku dengan istri yang kau bunuh itu, hubungan kita sudah berakhir, Ronald. Andai saja aku tidak kasihan padamu, mungkin aku sudah mengusirmu sejak dulu! Keputusan yang kau ambil untuk merangkak ke tempat ini, malah membuatmu semakin terlihat seperti halnya seorang pengemis, Ronald! Seharusnya kau lekas pergi dan tidak usah menghadangku lagi! Sekarang kita sudah bukan siapa-siapa!”
“Aduuuh! Angkuh sekali kau, Sayang. Apa kau benar-benar bisa jika tanpa diriku?” sahut Ronald masih berlagak santai, meski sejatinya hatinya sudah diselimuti banyaknya partikel kegeraman. “Melihatmu yang tampak angkuh dan tenang, selain sedang kesal padaku, sepertinya kau belum mengetahui sesuatu yang sangat penting ya?”
”Jangan membuatku marah, dan lekas pergi saja kau, Pria Miskin!”
”Hentikan mulutmu yang terus menghinaku itu, Nora! Karena kau harus tetap ingat bahwa tanpa si Miskin ini, kau tidak akan berada di titik saat ini. Jika tak ada algojo yang hebat macam diriku, kau selamanya hanyalah bayangan di balik sosok istriku saja.” Ronald sudah mulai serius dalam memberikan perlawanan. Dan tentu saja, Nora semakin menunjukkan kemurkaan setelah Ronald memberikan peringatan agar Nora tak melupakan apa yang mereka lalui bersama.
__ADS_1
Detik berikutnya, Ronald memajukan langkah dan lantas menuding pundak Nora, sampai jari telunjuk menempel di tubuh wanita itu. ”Setidaknya, kau harus bekerja dengan baik setelah merampas segalanya dari istriku, Sayangku. Kau bahkan terkesan tidak tahu-menahu. Sepertinya kau pun tidak terlalu memikirkan kerugian hotel yang dinaungi Pano Diamond karena kegigihanmu yang tidak pernah mau membuat event maupun promosi harga. Tahukah kau? Bahkan semua karyawan dari divisi rendahan yang hanya karyawan buangan saja, sampai tidak habis pikir dengan keputusan konyolmu yang tetap ingin mempertahankan harga. Sekarang pengunjung hotel menurun drastis setelah kau membuat kebijakan tanpa banyak pertimbangan.”
”Itu bukan urusanmu, Ronald! Dan aku sudah pasti memikirkan segalanya!” tukas Nora tidak terima ketika dianggap sama halnya orang bodoh oleh pria yang seharusnya tetap tunduk padanya. ”Kau marah padaku karena sudah tidak mendapatkan service dariku? Jika tidak, seharusnya kau tak usah banyak bicara, apalagi sampai menyudutkanku, Sialan! Dan lagi, jangan pernah berharap aku memberikan service lagi untukmu!”
”Dasar wanita murrahan! Sepertinya kau sudah berhasil tidur dengan Fabian ya? Sampai sepercaya diri itu mengatakan bahwa tak akan memberikanku service lagi! Hahaha, konyol! Aku pun sudah bosan dengan kemampuan ranjangmu yang memang tidak ada perkembangan!”
Ronald tak mau kalah. Nora mungkin berpikir jika Ronald sudah tidak laku lagi setelah dibuang, tetapi nyatanya tidak begitu. Karena lelaki tidak akan ada bekasnya, tetapi wanita kalau sudah pernah melakukannya pada akan kelihatan, begitu pikir Ronald. Jadi mengapa Nora harus sok jual mahal, bahkan merasa bahwa Nora di atas Ronald yang masih bisa berpura-pura sebagai pria suci?
Kalau saja tidak ada hubungan kekerabatan dengan Emily, Nora hanya akan berakhir menjadi kupu-kupu malam, yang sudah rusak parah karena terlalu murah. Bahkan Ronald yakin, tidak hanya pada Fabian saja Nora memutuskan untuk menebar pesona, melainkan juga pada beberapa pria di klub malam. Karena belakangan ini pun, Ronald memang jarang melihat Nora pulang tepat waktu. Kalau bukan ke klub, lantas ke mana lagi wanita itu akan pergi? Tak mungkin wanita bodoh yang sebenarnya tidak kompeten itu memilih bekerja lembur sampai nyaris tengah malam, bukan?
Selain itu, beberapa hari terakhir, Ronald mendengar banyak kabar yang sedang santer dibicarakan di kalangan karyawan perusahaan mendiang istrinya itu. Mengenai Nora yang memiliki ego super tinggi dan tidak mau kalah dari semua orang yang memberikan gagasan terbaik. Seperti contohnya rencana untuk mengadakan event dan promosi, saat sudah mendekati hari raya. Namun lantaran si pemberi gagasan merupakan pihak yang kontra, akhirnya Nora menolak gagasan itu dengan angkuh dan sok berkuasa, tanpa mempertimbangkan beberapa hal terlebih dahulu.
Nora bahkan tidak peduli jika sejak Bowo Rukmana masih hidup, event dan promosi memang sudah kerap diadakan, termasuk ketika Emily masih ada. Selain karena enggan untuk menerima gagasan dari pihak yang kontra dengannya itu, sebenarnya Nora tidak mau jika lagi-lagi harus mengikuti setiap tindakan yang selalu dilakukan oleh mendiang kakak sepupunya. Menurut Nora, Pano Diamond Group saat ini adalah miliknya. Dan tidak boleh ada lagi kaitannya dengan Bowo Rukmana maupun Emily!
Ronald kembali menyeringai setelah sempat terdiam sembari memandang wajah muram wanita yang telah mengklarifikasi bahwa sudah tidak ada hubungan apa pun dengannya. ”Hei, Nona. Sadarlah. Seharusnya kau yang segera menyerahkan perusahaan ini padaku. Aku adalah suami Emily, dan aku lebih berhak! Lagi pula, kau itu tidak kompeten. Kau malah membuat aset perusahaan menjadi rugi bandar. Dan aku yakin, setelah ini kau akan kembali diragukan. Kau akan dikritik dan disidang!”
”Aku tidak peduli. Aku yang berkuasa! Siapa pun harus tunduk padaku, sebenci apa pun mereka padaku, Ronald! Termasuk kau! Jangan pernah menganggap dirimu berhak, ketika kau sendiri yang telah membunuh, Ronald!”
“Hahaha! Percaya diri sekali kau, Nora. Sungguh, Emily pasti akan menertawai dirimu dari atas sana. Pasalnya setelah merencanakan pembunuhan untuknya dan bisa mengambil alih segala aset miliknya, kau malah mengambil sikap yang malah akan menghancurkan segalanya. Satu hal lagi, Nora, kau sungguh sudah membuat keputusan bodoh karena telah menerima tawaran kerja sama dari Reynof Keihl Wangsa.”
__ADS_1
”Apa? A-apa maksudmu?!” Wajah Nora kebas. Ada firasat buruk yang mulai ia rasa. ”Kenapa kau membawa-bawa nama Reynof?”
”Hahaha!” Keras, suara tawa Ronald semakin menggema memenuhi segala penjuru basemen yang sudah sepi, lantaran jam kerja memang sudah dimulai. ”Wanita bodoh! Dengar, Reynof itu tidak tulus untuk mendukungmu, Sayangku! Belum lama ini kau mendapatkan penolakan dari Gaspard Cassel, bukan?”
“Ba-bagaimana kau bisa tahu, Ronald?”
”Oh, ayolah, Sayang. Semua yang kau lakukan dan kau alami itu selalu menjadi trending topik di perusahaan ini, bahkan semua hal tentangmu selalu terdengar sampai ke telinga kami—para karyawan buangan ini!” Ronald menghentikan ucapannya karena desakan untuk kembali tertawa tak bisa ia tahan terlalu lama. Setelah puas melampiaskan kepuasan hatinya, ia kembali berkata, “Oh, Sayangku, kau benar-benar ingin menghancurkan perusahaan yang kau rebut dengan susah-payah ini ya? Apa kau tak sayang dengan keputusan besar yang telah kau ambil demi perusahaan ini? Kau sudah membunuh Emily dan kedua orang tuanya, Nora! Dengar! Reynof Keihl Wangsa telah menjalin kerja sama dengan Gaspard Cassel! Bagaimana dia bisa tahu jika Gaspard Cassel akan datang, sementara selama ini hanya Emily dan beberapa pihak saja yang mengetahui?”
“Kau pun baru tahu setelah naik jabatan, bukan? Kau sudah membukakan pintu selebar itu pada Reynof, tanpa memedulikan penyebab kebencian Emily padanya terlebih dahulu. Ah, tak usah mengingat Emily dulu, karena nyatanya citra Reynof di kalangan pengusaha itu saja sudah sangat buruk. Tapi kau dengan bodohnya malah menerima kehadiran Reynof hanya demi sebuah kerja sama kecil. Dan sekarang kau malah kehilangan kerja sama yang besar! Hahaha! Reynof itu licik, Nora. Sekalinya memasuki suatu tempat, dia bisa mendapatkan banyak informasi rahasia! Semua orang tahu, kalau dia sama halnya seperti seorang mafia, Nona Bodoh!” lanjut Ronald begitu antusias.
Nora langsung lemas dan rasanya ingin menjatuhkan diri kalau tak malu pada mantan kekasih di hadapannya itu. Sekarang semua terjawab sudah. Gaspard Cassel yang awalnya tak keberatan untuk bertemu terlebih dahulu dengan dirinya yang merupakan pimpinan baru, mendadak menolak, bahkan tidak memberikan sedikit pun kesempatan. Penuturan Ronald mengenai kepicikan Reynof Keihl Wangsa sudah membuka mata Nora lebar-lebar. Padahal ia sudah banyak diperingatkan oleh beberapa petinggi agar tidak melibatkan diri dengan Reynof yang memang terkenal licik, bahkan Emily saja selalu enggan, apalagi Emily pernah kalah telak oleh kelicikan pria itu. Namun karena ego yang besar, Nora selalu mengabaikan ucapan orang.
Nora yang sempat pulih setelah Fabian mengatakan bahwa dirinya adalah penguasa yang tidak perlu khawatir, kini mulai panik lagi. Bahaya jika Reynof benar-benar merajai bisnis di bidang ini. Sudah pasti Pano Diamond akan kalah telak dan kehilangan kejayaan. Sialan! Lantas, Nora harus bagaimana?
Sementara Ronald yang sudah menjabarkan banyak hal pada Nora, sebenarnya hanya mengait-ngaitkan beberapa hal yang ia tahu saja, salah satunya dari gosip tentang Nora yang belakangan ini memang selalu dibicarakan oleh para karyawan. Sementara soal Gaspard Cassel, Ronald sendiri sudah tahu sejak lama ketika Emily sering mencurahkan isi hati padanya.
Dan pembatalan kerja sama yang Nora terima, sudah menjadi salah satu gosip terhangat dan tak sulit bagi Ronald untuk mengetahui. Senjatanya semakin kuat, ketika belum lama ini ia mendapatkan kabar dari Chelsea bahwa Neverley akan bekerja sama dengan pengusaha besar dari Prancis dan sudah pasti adalah Gaspard Cassel, sehingga Chelsea akan jauh lebih sibuk. Menurut Ronald, Chelsea yang sudah memercayainya hanya ingin membahas soal kesibukan saja, tetapi ucapan gadis itu akhirnya bisa Ronald manfaatkan untuk membuat mental Nora menjadi down parah. Lalu Ronald menghubungkan kerja sama antara Reynof dan Gaspard Cassel dengan kehadiran Reynof ke Pano Diamond belakangan ini, dengan menganggap bahwa Reynof telah mencuri informasi secara diam-diam.
Tanpa Ronald ketahui, bahwa Chelsea memang sengaja memberikan pancingan dengan mengatakan adanya rencana kerja sama antara Reynof Keihl Wangsa dengan pengusaha besar dari Prancis—Gaspard Cassel. Dan akhirnya rencana Chelsea untuk menciptakan spekulasi di otak Ronald, malah sukses besar. Di mana Ronald pun akhirnya menganggap bahwa Reynof memang datang untuk mencuri informasi rahasia di Pano Diamond.
__ADS_1
Dan di tempatnya saat ini, Chelsea dengan penuh percaya diri, beserta kedua sekretaris lain, ia mendampingi Reynof untuk melakukan pertemuan penting dengan Gaspard Cassel sekaligus beberapa pengusaha terkait.
***