
Setelah saling menenangkan diri dan sama-sama duduk di dua sofa yang berbeda, Fabian memang sudah menceritakan kebingungannya mengenai penawaran dari Daffa pada Chelsea alias Emily. Bahkan tak segan, ia mengatakan bahwa Daffa masih berambisi untuk mengungkap segala kejanggalan yang ada di kasus kecelakaan Emily. Meskipun masih dipersulit lantaran tak punya izin, Daffa masih belum menyerah, dan kini tengah mengandalkan Fabian sebagai cara terakhir atas ambisi penyidik tersebut.
Chelsea sendiri sejujurnya cukup terharu. Karena tidak semua pihak lantas menutup mata setelah menyadari banyaknya kejanggalan di kasus kematiannya. Dan ternyata Fabian juga tak sebodoh itu untuk lantas percaya pada alasan kasus ditutup begitu saja. Kehadiran Daffa pun sudah seperti sebuah rezeki besar untuk dirinya. Kini akan semakin banyak orang yang akan membantunya dalam mencari keadilan, termasuk para warganet yang terus menyoroti hal-hal janggal di kasus kematiannya.
“Lalu saya harus bagaimana, Nyonya Emily? Haruskah saya menyetujui permintaan dari Penyidik Daffa untuk menuntut dibukanya kembali kasus ... Anda?” tanya Fabian dengan perasaan yang masih getir.
Chelsea menghela napas. Detik berikutnya, ia menatap Fabian yang juga masih menatapnya penuh harap. “Hei, Fabian?” katanya.
“Ya, Nyonya?”
“Bisakah kau menganggapku sebagai Chelsea, mulai sekarang? Mau bagaimanapun wajahku ini sudah berubah. Dan aku ingin kau tetap berhati-hati. Aku khawatir jika kita berdua bertemu Nora atau Ronald, kau justru keceplosan.”
Fabian menelan saliva. ”Bahkan ketika kita sedang berdua? Apakah Anda ingin melupakan diri Anda yang sebenarnya?”
“Tentu saja tidak. Aku hanya ingin membiasakan dirimu, Fabian. Aku tahu benar bagaimana sifatmu, yang terkadang kurang berhati-hati. Jadi, lebih baik turuti ucapanku saja, ya? Tenang saja, aku akan bersikap sama seperti saat diriku masih hidup sebagai Emily, kendati nama dan ragaku bukan lagi milik Emily.”
Sesaat setelah menelan saliva untuk beberapa kali, Fabian lantas menganggukkan kepalanya. Sejujurnya, ia ingin menganggap Emily ya tetap Emily. Karena rasanya aneh jika setelah mengetahui siapa yang hidup di dalam raga itu, tetapi malah bersikap seperti tidak tahu. Namun apa pun yang Emily katakan, tentu saja Fabian akan manut. Ia pun tahu bahwa wanita itu tak mungkin memutuskan sesuatu tanpa suatu alasan.
Dan baiklah, mulai saat ini, Fabian tak akan menganggap sosok di hadapannya itu sebagai Emily, melainkan sebagai Chelsea. Namun ia akan tetap mengingat bahwa jiwa yang hidup adalah jiwa wanita berusia dua puluh tujuh tahun yang selalu ia jaga selama ini.
”Nona ... Chelsea,” ucap Fabian masih agak kaku.
Chelsea sempat melongo, tetapi tak berselang lama ia langsung tertawa kecil. ”Aneh, ya? Haha. Aku sekarang adalah seorang gadis yang lebih muda darimu lho! Kita tidak seumuran lagi, tahu!”
”Benar, agak aneh bersikap hormat pada seorang gadis muda, hehe,” sahut Fabian sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Tak apa, Fabian, nanti kau akan terbiasa dengan diriku yang baru. Aku pun sudah sangat terbiasa. Mungkin orang-orang di sekitar gadis ini yang belum terbiasa, lantaran sifat kami sepertinya sangat jauh berbeda. Well, kita mulai lagi pembicaraan kita, Sekretaris Fabian.”
__ADS_1
”Sa-saya akan mendengarkannya dengan saksama!” sahut Fabian antusias tanpa mengurangi rasa gugupnya.
”Rileks saja, Fabian, aku bukan hantu kok. Setelah ini, kau masih boleh bertanya berbagai hal mengenai diriku sejak aku hidup di tubuh gadis ini, karena aku yakin kau pun sudah sangat penasaran. Termasuk hubunganku dengan Reynof.” Chelsea menghela napas, sedetik kemudian, ia kembali berkata, “Mengenai penawaran Daffa, jangan dulu. Aku tidak menganggap penyidik itu bodoh atau kurang berhati-hati, mungkin malah karena sedang terburu-buru dan bingung, dia sampai membuat keputusan tanpa pikir panjang.”
”Jadi, maksud Anda, idenya masih kurang tepat, No-nona?”
“Tidak sepenuhnya kurang tepat juga. Penawaran itu bisa digunakan kapan saja. Tapi tidak untuk sekarang, karena kau belum mendapatkan bukti apa pun. Kalau hanya sekadar tuntutan tanpa bukti yang menjelaskan, aku rasa hanya akan sia-sia. Jika si Oknnum malah menghentikan tindakanmu dan lantas menghubungi Nora, sebelum tujuanmu tercapai, kau yang akan kena imbasnya, Fabian. Setidaknya kau harus punya barang bukti, dan kita sebarkan barang bukti itu sebelum yang terlibat melenyapkannya.”
Chelsea tidak memercayai siapa pun, bahkan petugas berwajib sekalipun. Kasus kematiannya sebagai Emily saja sudah ditutup dengan mudah, meskipun jelas-jelas ada kejanggalan. Selain itu, luka yang ia derita di kepala karena hantaman vas bunga, masa' iya sama sekali tidak ada yang menyadari? Dokter forensik yang andal, seharusnya tahu, bukan? Entah siapa yang terlibat dan sampai menghentikan semua penyelidikan, siapa pun itu, baik satu atau lebih, mereka harus turut dihukum!
”Fabian, bolehkah aku memberimu satu tugas?” ucap Chelsea beberapa detik setelah berpikir.
Fabian mengangguk antusias. “Tentu saja, No-nona!” jawabnya.
“Kau tahu? Tadi malam aku pulang, pulang ke rumahku sebagai Emily. Berkat Ronald, aku bisa masuk dengan lebih leluasa dengan menggunakan raga ini. Hihi, konyolnya aku aku berperan sebagai hantu atas diriku sendiri untuk menakut-nakuti Nora. Nora yang sudah beredar di ujung tanduk dan tampaknya benar-benar frustrasi menjadi histeris karena teror mistis dariku. Konyol, bukan? Tapi aku senang, karena dia bisa setakut itu pada roh emily.”
“Aku berhasil mengambil ponsel cadanganku. Aku bisa menggunakan benda itu untuk menghubungi orang-orang penting Pano Diamond, bahkan juga seorang reporter. Aku pun bisa membuka laman sosial mediaku dan membuat gebrakan yang akan membuat semua orang bingung. Tapi, tidak sekarang, karena aku masih harus mengendalikan Ronald,” ucap Chelsea.
Fabian menghela napas. ”Kenapa harus Ronald? Bukankah Anda berkata bahwa pria itu juga terlibat, Nona? Bagaimana jika Anda ketahuan, baik sebagai jati diri Anda, maupun sebagai orang yang memiliki niat khusus? Pria itu pasti tidak akan melepaskan Anda, Nona.”
“Dia lebih bodoh daripada yang aku kira. Selama ini dia hanya menjalankan tugas dari Nora, sepertinya memang begitu, karena hal ini masih menjadi dugaanku belaka. Lagi pula, aku memiliki Reynof. Kau tahu, bukan, bagaimana citra Reynof yang begitu buruk?”
”Reynof pun sangat berbahaya, Nona. Apa tidak sebaiknya Anda mulai menjaga jarak?”
“Dia memang berbahaya, tapi belakangan ini dia menunjukkan keimutannya padaku hihi. Pertemuan awal kami memang terbilang sangat buruk, lantaran raga ini dijual oleh sang ayah sebagai taruhan judi. Dan pada saat berada di hotel milik Reynof, aku yang terdesak, langsung mencari cara untuk keluar dari situasi. Aku pun menyadari bahwa Reynof bukanlah orang sembarangan, dan sepertinya aku bisa memanfaatkan dirinya. Meski sulit, bahkan aku sampai harus menyerahkan diriku, pada akhirnya aku berhasil menaklukkan dirinya, Fabian.”
“Nona ...?”
__ADS_1
“Dia ... memang pria yang sangat buruk, tapi dia pun pria yang dipenuhi oleh banyak luka. Untuk saat ini, dia cukup berarti untukku, Fabian. Selain bisa membantuku, dia ... sangat baik padaku. Padahal sebelum aku mati, hubunganku dengannya buruk sekali. Berbeda dengan dulu, saat ini, selama aku masih belum lenyap dan semua rencanaku belum berhasil, aku akan terus berada di sisinya. Tapi aku pasti akan pergi dari sisinya, karena aku tidak ingin dia terluka setelah menyadari raga ini telah berubah, aku tak ingin perubahan bagus yang ada pada dirinya malah menghilang setelah tahu bahwa raga ini malah histeris dan tak mengenalinya.”
Fabian menggigit bibirnya, kemudian bertanya, “Anda ... mencintai Reynof? Anda adalah kekasihnya, bukan?”
”Cinta? Mm, entahlah. Aku tidak pernah berpikir sejauh itu, Fabian. Dan kekasih, sebenarnya itu hanya salah satu rencana saja. Kami tidak pernah sekalipun jadian, selain hubungan kami karena sebuah kesepakatan.” Chelsea tersenyum kecut. ”Well, kita kembali pada urusan kita saja, karena jam makan siang juga akan segera berakhir. Baik, dengar, Fabian, aku ingin kau menemani Nora. Kondisinya benar-benar buruk sekali, dia membutuhkan sandaran. Karena saat ini hubungannya dengan suami jahatku itu sudah rusak parah!”
”Hah?!” Fabian melongo. ”Anda bilang, Nora pun pelakunya. Tapi kenapa Anda ingin saya menemaninya?”
”Ayolah, Fabian! Kau itu pria pintar, jangan berlagak tak tahu. Maksudku bersandiwara-lah sebagai sekretaris sekaligus teman yang baik! Kalau perlu goda dia, hihi, ah tida, aku hanya bercanda! Maksudku jika kau bisa mendapatkan kepercayaannya, kau pun bisa mengulik apa saja yang dia sembunyikan. Barangkali kau pun bisa segera mendapatkan barang bukti. Aku akan menghadiahimu sepuluh persen dari saham milikku di Pano Diamond untuk jasamu itu, bagaimana?”
“Saya tidak membutuhkan imbalan, Nona, jika semua itu demi Anda, saya pasti akan siap melakukannya.”
”Anak yang manis hihi.”
”Hei, ayolah, Anda bahkan lebih muda tujuh tahun dari saya!”
“Waaah! Tapi, jiwaku lebih tua setengah tahun darimu, tahu!”
”Ya, ya, ya, tapi secara kasat mata, Anda adalah anak kecil bagi saya hihi.”
”Waaah! Kau kurang ajar, Fabian!”
Chelsea lantas mendengkus kesal, ketika Fabian justru menertawai reaksinya. Yah, hidup di tubuh lebih muda memang cukup menguntung karena tidak harus sakit pinggang. Namun tetap saja, dirinya akan diremehkan. Well, Fabian memang hanya bercanda, tetapi candaan Fabian membuat Chelsea teringat akan Kayla yang terus menyebutkan sebagai bocah kecil. Dan hal itu memang cukup menyebalkan.
Sementara Chelsea dan Fabian yang masih asyik berbincang sembari menghabiskan sisa waktu, Reynof tampak merengut di dalam mobil. Ia sudah berada di basemen dari gedung apartemen yang sama, karena ketidakhadiran Chelsea membuatnya benar-benar cemas. Dengan bermodalkan alat pelacak di mobil Chelsea yang terhubung dengan ponselnya, Reynof mengikuti ke mana gadis itu pergi. Namun hampir satu jam menunggu di basemen, Reynof tidak kunjung menemukan keberadaan Chelsea, padahal mobil gadis itu ada di sini dan tengah ia singgahi saat ini.
“Kau di mana? Bersama siapa? Dan sedang berbuat apa, Nona Kecilku?” ucap Reynof sembari mencengkeram setir mobil dengan perasaan geram. Apalagi ponsel Chelsea justru mati, sehingga membuat Reynof hanya mampu menemukan mobil gadis itu.
__ADS_1
***